kabar

Bin Salman tahan kakak sepupunya

"Dia mendekam dalam sel nomor 108 Blok B. Dia dibolehkan dikunjungi kerabatnya sekali sepekan," kata seorang sumber dekat dengan Puteri Basmah.

17 Maret 2020 09:10

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, 35 tahun, telah menahan kakak sepupunya, Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz, 56 tahun, sejak Februari tahun lalu.

Surat kabar terbitan Spanyol ABC melaporkan Puteri Basmah dibekuk oleh delapan lelaki anggota Skuad Macan binaan Bin Salman di istananya di Kota Jeddah, 28 februari 2019. Ketika itu dia bareng keluarganya sedang bersiap untuk terbang ke Swiss buat menjalani perawatan.

Sejak saat itu, puteri dikenal kerap mengkampanyekan hak-hak perempuan dan reformasi politik di Arab Saudi ini mendekam dalam penjara superketat Al-Hayir di pinggiran Ibu Kota Riyadh.

"Dia mendekam dalam sel nomor 108 Blok B. Dia dibolehkan dikunjungi kerabatnya sekali sepekan," kata seorang sumber dekat dengan Puteri Basmah. Namun pihak keluarga tidak mengetahui kapan Puteri Basmah bakal dibebaskan.

Puteri Basmah kembali ke Arab Saudi pada 2016 setelah Pangeran Muhammad bin Nayif - kemudian menjadi putera mahkota menggantikan pamannya, Pangeran Muqrin bin Abdul Aziz - meminta jaminan kepada Raja Salman bin Abdul Aziz agar sang puteri tidak ditangkap.

Puteri Basmah meminta Raja Salman mengembalikan tanah warisan sangat luas di Thaif milik mendiang ayahnya, Raja Saud bin Abdul Aziz, dan fulus US$ 2 miliar di bank Swiss. Tapi sampai sekarang permintaan itu belum dipenuhi.

Satu sumber dekat dengan Pangeran Muhammad bin Nayif bilang Puteri Basmah akan terus tinggal dalam penjara sampai dia tidak lagi menagih tanah dan fulus itu. Dia ditahan bareng anak perempuannya sudah dewasa.

Koran terbitan Jerman Deutsche Welle menyebut pada 18 Desember tahun lalu, Puteri Basmah sudah mendapat izin terbang ke Swiss. Pesawat jet pribadinya telah siap di landasan namun dia tidak tidak dibolehkan pergi.

Ibu lima anak dan putri bungsu dari mendiang Raja saud bin Abdul Aziz itu memang dikenal doyan mengkritik keluarga kerajaan. Dalam sebuah wawancara dengan the Independent pada 2012, Puteri Basmah mengakui menteri-menteri Saudi tidak mampu mengerjakan perintah dari raja karena tidak ada tindak lanjut dan sanksi.

Dia menambahkan dari 15 ribu anggota keluarga kerajaan Saudi, hanya dua ribu orang menikmati kekayaan negara Kabah itu. "Terdapat dua ribu multijutawan, memiliki kekuasaan, menguasai harta dan tidak seorang pun berani menentang lantaran takut kehilangan apa yang mereka punhya saat ini," ujarnya.

Pada awal 1980-an, Puteri Basmah kuliah kedokteran, psikologi, dan sastra Inggris, di the Beirut Arab University. Dia sempat menjadi wartawan pada 2006 dan membikin media dua tahun kemudian, seperti dilansir Insider.

Sehabis bercerai pada 2010, Puteri Basmah menetap di Ibu Kota London, Inggris, dan membikin the Lanterns, jaringan kemanusiaan global.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Janda Khashoggi gugat Bin Salman di pengadilan Amerika

Cengiz menuntut pertanggungjawaban Bin Salman dan orang-orang suruhannya atas penculikan, penyiksaan, pembunuhan, mutilasi, dan penghilangan potongan tubuh Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Ulama Saudi diracuni dalam penjara

Syekh Muhammad bin Dalim al-Qahtani diracuni setelah memprotes kepada Bin Salman soal perlakuan buruk dia terima dalam penjara.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.





comments powered by Disqus