kabar

Teka teki batal haji

Raja Salman tentu lebih memperhatikan keselamatan jutaan umat Islam ketimbang memikirkan kerugian sangat besar akan ditanggung Saudi kalau haji dibatalkan.

21 Maret 2020 09:45

Arab Saudi telah berkorban besar buat menyelamatkan haji di tengah wabah virus corona Covid-19 menyerbu lebih dari 160 negara. Secara global, virus asal Kota Wuhan, Cina, ini telah menginfeksi sekitar 250 ribu orang, termasuk membunuh lebih dari sepuluh ribu orang.

Sejak 27 Februari lalu, negara Kabah itu melarang warga asing datang untuk berumrah ke Kota Makkah dan berziarah ke Masjid Nabawi di Kota Madinah. Sepekan kemudian, larangan serupa diberlakukan bagi penduduk Saudi.

Sudah banyak kebijakan ditempuh Saudi untuk mengatasi penularan Covid-19, terutama untuk menjaga agar haji tahun ini - pada akhir Juli - dapat dilaksanakan. Selain menutup umrah, Riyadh sejak Selasa lalu melarang salat berjamaah di semua masjid kecuali Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Bahkan semalam dikeluarkan larangan bagi siapa saja memasuki halaman kedua masjid paling disucikan umat islam sejagat itu dan salat di sana.

Sedari Ahad pekan lalu, semua penerbangan dari dan menuju Saudi dihentikan. Mulai hari ini, semua transportasi umum di negeri Dua Kota Suci itu disetop - mulai penerbangan domestik, taksi, bus, dan kereta - kecuali untuk kepentingan kesehatan dan logistik.

Penduduk Saudi juga diminta tinggal di rumah kalau tidak ada urusan mendesak untuk keluar. Mereka diimbau menjauhi areal keramaian atau kumpulan banyak orang.

Namun tetap saja kekhawatiran muncul. Apalagi jumlah orang terinfeksi di Saudi terus bertambah. Hingga kemarin terdapat 344 penderita Covid-19 di sana, termasuk 69 di Makkah dan satu orang di Madinah.

Dalam wawancara khusus dengan Albalad.co Ahad pekan lalu, sejarawan Makkah kelahiran Makkah Dr. Irfan al-Alawi menyarankan kepada pemerintah Saudi untuk membatalkan haji. "Pelaksanaan haji tahun ini harus dibatalkan demi kesehatan umat," kata Al-Alawi.

Sila baca: The Saudi authorities should cancel hajj this year

Direktur Eksekutif the Islamic Heritage Foundation sekaligus profesor bidang teologi dan sejarah Islam ini menambahkan sudah beberapa kali haji dibatalkan sepanjang sejarah, termasuk lantaran ada wabah penyakit.

Al-Alawi memperkirakan kalau haji dibatalkan Arab Saudi rugi US$ 100 miliar. Dia bilang Riyadh mesti memutuskan batal atau tidaknya haji paling lambat Ramadan.

Dihubungi melalui telepon WhatsApp hari ini, Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M. Nuh mengungkapkan pihaknya sudah menginstruksikan kepada 444 biro perjalanan haji dan umrah di bawah naungan Amphuri untuk tidak melakukan transaksi dengan pihak Saudi terkait hotel, katering, dan transportasi hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dia tidak berani menyatakan apakah wabah Covid-19 telah mendunia membuat haji tahun ini layak dibatalkan. "Semua tergantung keputusan Saudi," ujarnya. Dia memuji beragam langkah cepat diambil Saudi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Batal tidaknya haji masih teka teki. Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz tentu lebih memperhatikan keselamatan jutaan umat Islam ketimbang memikirkan kerugian sangat besar akan ditanggung Saudi kalau haji dibatalkan.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua calon jamaah haji Indonesia terinfeksi Covid-19

Klaim dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut tidak ada satu pun jamaah haji tertular Covid-19.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Haji tahun ini diikuti oleh 930 jamaah

Semua biaya pelaksanaan haji ditanggung oleh konglomerat Saudi, Syekh Sulaiman bin Abdul Aziz ar-Rajhi.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mimpi Wahyu berhaji kala pandemi

"Saya tidak menyangka dapat lolos seleksi peserta haji 2020."

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya 13 warga Indonesia berhaji tahun ini

Ada yang berprofesi sebagai perawat, guru, dan ibu rumah tangga.





comments powered by Disqus