kabar

Netanyahu: Dalam sebulan, 10 ribu warga Israel bisa meninggal karena Covid-19

Pekan lalu, Mossad telah membeli 4,1 juta alat tes Covid-19 dari dua negara tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

25 Maret 2020 03:05

Dalam rapat kabinet Senin malam lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bilang dalam sebulan, sepuluh ribu warga Israel dapat meninggal karena terinfeksi virus corona Covid-19.

"Akan ada satu warga Israel terienfksi (Covid-19) dalam sebulan," kata Netanyahu kepada anggota-anggota kabinetnya, seperti dilansir stasiun televisi N12. "Juga bakal ada 10 ribu orang Israel meninggal gegara virus itu."

Hingga kemarin, menurut Kementerian Kesehatan Israel, terdapat 1.930 orang di negara Zionis itu terinfeksi Covid-19, termasuk tiga orang meninggal dan 31 orang dalam keadaan kritis.

Netanyahu telah memerintahkan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yosi Cihen untuk membeli peralatan medis dibutuhkan untuk merawat pasien Covid-19, terutama ventilator. Pekan lalu, Mossad telah membeli 4,1 juta alat tes Covid-19 dari dua negara tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, seperti dilaporkan Channel 12 dan Channel 13.

Netanyahu kemarin mengeluarkan kebijakan terbaru buat mengurangi penularan Covid-19. Salah satunya orang hanya boleh keluar rumah dalam jarak seratus meter.

Sebelumnya, ada aturan kumpulan orang di tempat umum atau rumah ibadah paling banyak sepuluh orang dan jarak antar orang dua meter.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuan bilateral di Singapura, 20 Februari 2017. (Facebook/Lee Hsien Loong)

Prihatin atas krisis ekonomi akibat Covid-19, presiden Israel minta gajinya dipotong 10 persen

Pemerintah Israel kemarin memutuskan memotong gaji semua anggota kabinet, termasuk perdana menteri, dan seluruh anggota Knesset.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi segera izinkan umrah buat penduduk setempat

Haji musim ini, digelar akhir Juli hingga awal Agustus lalu, hanya diikuti 950 jamaah saja dari biasanya sekitar 2,5 juta orang saban tahun.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Indonesia dalam proses negosiasi buat beli alat tes Covid-19 bikinan Israel

Alat tes bernama SpectraLIT ini jauh lebih mutakhir dan akurat ketimbang tes PCR.

Pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang di sebuan bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Dengan alasan Covid-19, Arab Saudi perlakukan ratusan imigran Ethiopia seperti binatang dalam kamp

Mereka jarang mendapat cukup makan dan minum. Mereka dipukuli saban hari. Banyak yang bunuh diri dan menjadi gila.





comments powered by Disqus