kabar

Turki gratiskan perawatan dan obat bagi warganya terinfeksi Covid-19

Pemerintah Turki juga menjanjikan masker gratis.

14 April 2020 22:07

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari ini mengeluarkan dekrit membebaskan semua biaya perawatan dan obat bagi warganya terinfeksi virus corona Covid-19, meski mereka tidak membayar asuransi kesehatan.

Layanan gratis itu diberikan bagi pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit dan pusat-pusat layanan kesehatan milik pemerintah. "Bahkan bagi warga negara tidak membayar premi asuransi kesehatan nasional tetap ditanggung sampai Desember," kata serang pejabat Turki kepada Middle East Eye.

Turki memiliki sistem asuransi universal dimana tiap warga negara wajib memiiki asuransi kesehatan milik pemerintah dan membayar premi maksimum 88 lira saban bulan. Sedangkan warga negara tidak memiliki pendapatan atau di bawah upah minimum mendapat layanan kesehatan gratis.

Warga Turki dengan upah minimum 2.324 lira per bulan harus mempunyai asuransi kesehatan dari pemerintah.

Warga Turki memiliki asuransi kesehatan nasional dapat berobar ke rumah sakit swasta namun dikenai biaya tambahan.

Presiden Erdogan kemarin menyatakan lebih dari 30 juta dari 82 juta penduduk Turki berhak mendapatkan masker gratis. Jumlah penerima masker gratis akan terus bertambah.

Hingga hari ini, terdapat 61.049 penderita Covid-19 di Turki, termasuk 1.296 orang meninggal.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi segera izinkan umrah buat penduduk setempat

Haji musim ini, digelar akhir Juli hingga awal Agustus lalu, hanya diikuti 950 jamaah saja dari biasanya sekitar 2,5 juta orang saban tahun.

Dua jet Gulfstream 5 merupaan bagian dari skuadron pesawat mata-mata milik Angkatan Udara Israel. (IDF)

Indonesia dalam proses negosiasi buat beli alat tes Covid-19 bikinan Israel

Alat tes bernama SpectraLIT ini jauh lebih mutakhir dan akurat ketimbang tes PCR.

Pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang di sebuan bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Dengan alasan Covid-19, Arab Saudi perlakukan ratusan imigran Ethiopia seperti binatang dalam kamp

Mereka jarang mendapat cukup makan dan minum. Mereka dipukuli saban hari. Banyak yang bunuh diri dan menjadi gila.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.372 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 299.914 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah naik menjadi 30.083 orang, termasuk 605 meninggal.





comments powered by Disqus