kabar

Ulama Arab Saudi dalam penjara cuma dikasih semenit tiap pekan buat telepon keluarga

"Satu menit merupakan waktu sangat pendek buat menelepon. Dia berbicara begitu cepat dan jarang menarik napas ketika sedang omong," kata putranya, Abdullah al-Audah.

28 April 2020 13:59

Nasib ulama tersohor Arab Saudi, Syekh Salman al-Audah, dalam penjara amat memilukan. Dia sangat jarang diberi kesempatan buat menghubungi keluarganya.

Menurut Abdullah al-Audah, saban pekan ayahnya itu hanya diberi waktu semenit buat menelepon keluarganya. "Satu menit merupakan waktu sangat pendek buat menelepon. Dia berbicara begitu cepat dan jarang menarik napas ketika sedang omong," katanya seperti dilansir lembaga pemantau tahanan di Arab Saudi, Priosoners of Conscience, di akun Twitternya hari ini.

Abdullah bercerita Syekh Salman hanya bisa mengucapkan salam dan bertanya mengenai kabar semua keluarganya. Pihak kerabat tidak dapat bertanya secara detil mengenai kondisi kesehatannya. Dari suaranya, dia dalam kondisi stabil tapi masih dalam sel isolasi.

Syekh Salman termasuk rombongan pertama ditangkap tidak lama setelah Pangeran Muhammad bin Salman dipilih menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, menggantikan abang sepupunya, Pangeran Muhammad Nayif. Syekh Salman dianggap menentang kebijakan-kebijakan Bin Salman, terutama sal blokade terhadap Qatar.

Syekh Salman sudah menjalani peradilan secara rahasia di sebuah pengadilan khusus di Ibu Kota Riyadh. Dia bareng dua ulama Saudi terkena lainnya, Syekh Awad al-Qarni dan Syekh Ali al-Umari, telah dituntut hukuman mati.

Setelah Bin Salman menjadi calon raja Saudi, negara Kabah itu getol menangkapi orang-orang dicap pembangkang, termasuk ulama, wartawan, akademisi, pangeran, dan konglomerat.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.





comments powered by Disqus