kabar

Arab Saudi tangkap putra dari mendiang Raja Abdullah

Pangeran Faisal bin Abdullah ditangkap sejak Maret lalu dan sampai sekarang pihak keluarga tidak mengetahui keberadaannya.

09 Mei 2020 20:21

Pihak berwenang di Arab Saudi telah menangkap Pangeran Faisal bin Abdullah, putra dari mendiang Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Mengutip keterangan seorang sumber dekat dengan keluarga kerajaan Saudi, Human Rigts Watch (HRW) hari ini mengungkapkan Pangeran Faisal dibekuk sejak Maret lalu. Sedari itu tidak ada komunikasi dengan sang pangeran dan dia kemungkinan dihilangkan secara paksa.

"Meski dikritik habis-habisan, perilaku tanpa hukum pemerintah Saudi selama di bawah pemimpin de facto Putera Mahkota Paneran Muhammad bin Salman tidak berkurang," kata Michael Page, Wakil Direktur HRW urusan Timur Tengah. "Sekarang ketambahan Pangeran Faisal dalam daftar ratusan orang ditahan di Arab saudi tanpa dasar hukum jelas."

HRW menyebutkan pasukan keamanan tiba di istana Pangeran faisal di timur laut Ibu Kota Riyadh, tempat dia mengisolasi diri selama wabah virus corona Covid-19.

Anggota keluarga mengaku sampai kini tidak mengetahui keberadaan Pangeran Faisal. Mereka mencemaskan kesehatannya lantaran sang pangeran memiliki penyakit jantung.

Pernah menempuh pendidikan di London, Pangeran Faisal dekat dengan komunitas intelijen. Dia pernah menjabat kepala Bulan Sabit Merah Saudi, jabatan setara menteri.

Pangeran Faisal termasuk dalam 201 pangeran, pejabat, dan konglomerat ditahan di Hotel Ritz Carlton di Riyadh sedari November 2017 atas nama kampanye antikorupsi. Tapi kemudian mereka dipaksa menyerahkan sebagian harta, bersumpah setia kepada Bin Salman, dan menandatangani surat pernyataan bersalah sebagai syarat pembebasan.

Dari penangkaan ratusan orang itu, Saudi mengklaim berhasil memperoleh dana US$ 100 miliar.

Selain Pangeran Faisal, anak-anak mendiang Raja Abdullah dibekuk dalam gelombang penangkapan November 2017 adalah mangtan Gubernur Makkah Pangeran Misyaal bin Abdullah, bekas komandan garda nasional pangeran Mutaib bin Abdullah, eks Gubernur Riyadh Pangeran Turki bin Abdullah.

Pangeran Turki sampai sekarang masih ditahan tanpa tuduhan jelas.

Maret tahun ini, Saudi kembali menangkap 20 pangeran senior, termasuk Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz (adik dari Raja Salman bin Abdul Aziz) dan mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif.

Sejak dipilih menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Bin Salman getol menangkapi wartawan, akademisi, ulama, pangeran, pejabat, dan konglomerat dianggap membangkang terhaadap kebijakan-kebijakannya.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR