kabar

Anggota keluarga kerajaan Saudi ditahan Bin Salman cari dukungan ke Amerika dan Inggris

Seorang penasihat ternama untuk mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif telah menyewa Barry Bennet, pelobi menjadi konsultan Trump dalam kampanye pemilihan presiden.

20 Mei 2020 19:21

Para kolega dari sejumlah anggota keluarga kerajaan Arab Saudi dipenjara atas perintah Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman telah menyewa pelobi-pelobi memiliki hubungan dekat dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Mereka berusaha mencari dukungan Trump agar bisa dibebaskan dari dalam tahanan, seperti dilansir surat kabar the New York Times.

Seorang kolega senior dari Pangeran Salman bin Abdul Aziz bin Salman telah menyewa Robert Stryk, pelobi mempunyai koneksi kuat ke lingkaran dalam para pembuat kebijakan luar negeri Trump. Langkah itu ditempuh untuk mengusahakan pembebasan sang pangeran.

Perusahaan konsultan kepunyaan Stryk, Snoran Policy Group, mengisyaratkan sang bos bakal melobi Amerika, Inggris, Prancis, dan Uni Eropa selama enam bulan untuk kebebasan Pangeran Salman.

Stryk mempunyai relasi dengan para tokoh kunci di kalangan orang-orang kepercayaan Trump. Dia bekerja dengan pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani, dan akrab dengan Kirsten Fontenrose, pernah memimpin departemen kebijakan terhadap Arab Saudi di Dewan Keamanan Nasional sebelum berhenti ada akhir 2018.

Seorang penasihat ternama untuk mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif telah menyewa Barry Bennet, pelobi menjadi konsultan Trump dalam kampanye pemilihan presiden. 

Bin Nayif, merupakan keponakan dari Raja Salman bin Abdul Aziz, ditangkap Maret lalu. Setelah disingkirkan oleh Bin Salman dari jabatan putera mahkota, pengawal, telepon seluler, dan tunjangan bagi dirinya dihapus. Dia juga dilarang bepergian ke luar negeri.

Sejumlah sumber bilang kepada Middle East Eye, Bin Nayif mengeluhkan kepada teman-temannya soal penghapusan tunjangan bulanan bagi dirinya. Dia juga sudah beberapa kali menyurati Raja Salman mengenai hal itu.

Sila baca:

Arab Saudi tahan adik dan keponakan Raja Salman

Mantan putera mahkota Arab Saudi terkena serangan jantung dalam penjara

Beberapa perwakilan dari Puteri Basmah binti Saud, juga sudah menghubungi para pengacara di Washington DC dan London untuk mengkampanyekan kebebasan bagi anak dari mendiang Raja Saud bin Abdul Aziz itu.

Bulan lalu, Puteri Basmah meminta belas kasih Raja Salman dan Bin Salman supaya dirinya dibebaskan dari penjara.

Sila baca: 

Bin Salman tahan kakak sepupunya

Keponakan Raja Salman memelas minta dibebaskan dari penjara

Seorang perwakilan dari Puteri Basmah mengakui mereka tidak bisa menyewa perusahaan konsultan lantaran pemerintah Saudi telah membekukan semua rekening bank milik Puteri Basmah sehabis dia minta dibebaskan melalui Twitter.

Sila baca: 

Keponakan Raja Salman kembali memohon dibebaskan dari penjara

Bin Salman larang kakak sepupunya menelepon keluarga dari dalam penjara

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tahan paman, adik sepupu, dan 30 pangeran serta perwira militer dalam hotel di Riyadh

Bin Nayif dan Pangeran Ahmad bersama puluhan pangeran dan perwira militer ditangkap sejak Maret lalu.

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Nasib mantan putera mahkota Arab Saudi tidak diketahui sejak ditahan oleh Bin Salman

Pihak keluarga tidak diizinkan menjenguk sejak Bin Nayif ditangkap Maret lalu.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Pihak keluarga cemaskan keselamatan Puteri Basmah ditahan Bin Salman

"Dia dalam kondisi sangat buruk...dia tidak bisa bsangkit dari atas tempat tidur," ujar orang kepercayaan keluarga Puteri Basmah itu.

Puteri Basmah binti Saud bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (Insider)

Bin Salman larang kakak sepupunya menelepon keluarga dari dalam penjara

Larangan itu keluar setelah dia meminta dibebaskan dari penjara pada 16 April.





comments powered by Disqus