kabar

Iran sahkan undang-undang melarang pemakaian perangkat keras dan lunak komputer bikinan Israel

Segala bentuk kerjasama dengan negara Zinis itu dianggap sebagai tindakan permusuhan terhadap Tuhan.

21 Mei 2020 20:00

Parlemen Iran Senin lalu mengesahkan sebuah undang-undang melarang pemakaian perangkat keras dan lunak komputer bikinan Israel.

"berdasarkan pasal pertama dalam beleid itu, semua lembaga di Iranwajib menggunakan kemampuan negara di tingkat regional dan internasional buat menghadapi rezim Zionis," kata juru bicara parlemen Iran Sayyid Husain Naqavi Husaini.

Menurut situs berita Fars, segala kerjasama dengan Israel atau menjadi informan negara Bintang Daud itu dianggap sebagai tindakan permusuhan terhadap Tuhan. Beleid itu juga mengamanatkan pembentukan Kedutaan Besar Iran di Palestina secara virtual.

Semua anggota parlemen menyetujui pengesahan undang-undang anti-Israel itu. Namun belum diketahui bagaimana beleid bakal dilaksanakan.

Sejak Revolusi Islam meraih kemenangan di Iran pada 1979, negara Mullah itu bermusuhan dengan Israel. Sebab Teheran tidak lagi mengakui keberadaan Israel dan bersumpah untuk menghancurkan negara Bintang Daud ini.

Peta perbatasan Israel dengan Libanon dan Suriah. (en.wikipedia.org)

Libanon-Israel sepakat rundingkan batas laut

Perundingan akan digelar bulan depan di Naqurah, kota kecil di selatan Libanon,

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Di tahap pertama, jamaah dikasih waktu tiga jam buat berumrah

Arab Saudi belum mengeluarkan daftar negara boleh mengirim jamaah umrah.

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Israel kirim delegasi ke Bahrain

Lawatan ini berlangsung sehari setelah Netanyahu dan Syekh Salman berkomunikasi langsung melalui telepon.





comments powered by Disqus