kabar

Arab Saudi cabut larangan salat berjamaah di semua masjid kecuali di Makkah

Untuk menggelar salat Jumat, pengurus harus membuka masjid 20 menit sebelum waktu salat tiba dan mengunci kembali masjid 20 menit sehabis bubaran salat. Pelaksanaan salat Jumat dan khotbah tidak boleh lebih dari 15 menit.

27 Mei 2020 18:18

Kementerian Kesehatan Arab Saudi kemarin mengumumkan pencabutan larangan salat berjamaah di semua masjid kecuali di Kota Makkah mulai 31 Mei. Keputusan ini merupakan bagian dari tahap kedua untuk menormalkan kembali kehidupan penduduk di negara Kabah itu. 

Dengan kebijakan itu, semua masjid boleh menggelar salat berjamaah lima waktu dan salat Jumat lagi, termasuk di Masjid Nabawi di Kota Madinah. 

Sejak larangan itu berlaku pada 17 Maret lalu, salat berjamaah lima waktu dan salat Jumat hanya diizinkan dilaksanakan di Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi. Itu pun terbatas untuk pengurus masjid, aparat keamanan, dan petugas kebersihan. 

Meski salat berjamaah di masjid dibolehkan lagi mulai 31 Mei, Kementerian Urusan Islam Arab Saudi menetapkan panduan bagi pengurus masjid dan jamaah.

Masjid dibuka 15 menit menjelang azan dan ditutup sepuluh menit sehabis salat, jeda antaran azan dan iqamah sepuluh menit, semua pintu dan jendela masjid dibuka ketika masuk waktu salat hingga salat rampung, Al-Quran dan semua kitab dipindahkan sementara dari dalam masjid, jarak antar jamaah salat mesti dua meter, ada jeda antar saf, mematikan mesin penyejuk udara, dan mengunci toilet.

Untuk menggelar salat Jumat, pengurus harus membuka masjid 20 menit sebelum waktu salat tiba dan mengunci kembali masjid 20 menit sehabis bubaran salat. Pelaksanaan salat Jumat dan khotbah tidak boleh lebih dari 15 menit.

Buat jamaah salat, mereka mesti memakai masker, membawa sajadah sendiri, tiddak mengajak anak berumur di bawah 15 tahun, sudah berwudu di rumah, dan menghindari kerumunan ketika masuk dan keluar masjid.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.372 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 299.914 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah naik menjadi 30.083 orang, termasuk 605 meninggal.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Jumlah pengidap Covid-19 di Makkah tembus 30 ribu orang

Riyadh, Jeddah, Makkah, dan Dammam merupakan empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Ketambahan 1.383 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 295.902 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah melonjak menjadi 29.898 orang, termasuk 584 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.482 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 294.519 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 29.817 orang, termasuk 577 meninggal.





comments powered by Disqus