kabar

Tekanan terhadap Bin Salman buat membebaskan Pangeran Salman menguat

Pangeran Salman menyewa pelobi Robert Stryk seharga Rp 28,6 miliar untuk membantu pembebasan dirinya.

03 Juni 2020 08:43

Sebuah upaya lobi bernilai US$ 2 juta ( kini setara Rp 28,6 miliar) dan sejumlah petisi dari para anggota parlemen Uni Eropa telah meningkatkan tekanan terhadap Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman buat membebaskan dua kerabatnya, Pangeran Salman bin Abdul Aziz dan ayahnya, Pangeran Abdul Aziz bin Salman, dari penjara.

Dalam lawatannya ke Saudi Februari lalu, delegasi dari parlemen Uni Eropa menyampaikan kerihatinan mereka atas penahanan terhadap banyak anggota keluarga kerajaan, termasuk Pangeran Salman. "parleen Eropa telah meminta informasi tentang kasus itu dalam sebuah surat ditujukan kepada Putera mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Saman tapi masih belum dijawab," kata Marc Tarbella, wakil ketua delegasi parlemen Eropa untuk hubungan dengan Semenanjung Arab, dalam surat ditujukan buat Komisi Eropa.

Dia meyakini pembebasan Pangeran Salman akan berpengaruh positif terhadap hubungan antara parlemen Eropa dengan Arab Saudi.

Pangeran Salman dan bapaknya ditangkap sejak Januari 2018. Banyak pihak menganggap penahanan keduanya sebagai bagian dari upaya Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman untuk menyingkirkan orang-orang ingin mengganjal ambisinya menuju takhta.

Banyak pihak menilai Pangeran Salman tidak layak menjadi sasaran. Lelaki 37 tahun lulusan dari Universitas Sorbonne, Prancis, ini tidak memiliki ambisi politik. Dia dikenal sebagai filantropis getol membantu proyek di negara-negara miskin.

Setelah mendekam selama setahun di penjara superketat Al-Hair di pinggiran Ibu Kota Riyadh, Pangeran Salman dan ayahnya kemudian dipindahkan untuk dikurung di sebuah vila pribadi. Pangeran Salman lantas dibawa lagi ke sebuah tempat penahanan rahasia Maret lalu. Namun pekan lalu, dia sudah balik lagi ke vila itu.

Kembalinya Pangeran Salman ke vila pribadi ini menunjukkan tekanan terhadap Bin Salman buat membebaskan dirinya menguat.

Selain lewat parlemen Eropa, pihak Pangeran Salman menyewa Sonoran Policy Group, organisasi pelobi kepunyaan Robert Stryk dan berkantor di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat. Nilai kontrak ditandatangani bulan ini sebesar US$ 2 juta (Rp 28,6 miliar).

Stryk dikenal mempunyai hubungan dekat dengan pemerintahan Presiden Donald trump, sekutu dekat Bin Salman. Adalah Hasyim Mugahl, pria Pakistan merupakan orang kepercayaan Pangeran Salman bermukim di Ibu Kota Paris, Prancis, membayar Stryk untuk melobi Amerika dengan tujun membebaskan Pangeran sal,an.

Maret lalu, Bin Salman memerintahkan penangkapan terhadap 20 anggota keluarga kerajaan, termasuk dua pangeran senior dan berpengaruh, yakni Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz (adik dari Raja Salman bin Abdul Aziz) dan mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif.

Sedari Bin Salman diangkat menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab saudi getol menangkapi orang-orang dicap pembangkang. Mulai dari ulama, wartawan, aktivis, akademisi, konglomerat, hingga kerabatnya sendiri.

 

Marzuq Mashaan al-Utaibi has just launched a revolution against Al Saud regime in Saudi Arabia by establishing the national Mobilization Movement. (Albalad.co)

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Twitter)

Arab Saudi tahan imam dan khatib Masjid Al-Haram sejak Agustus 2018

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi ulama, akademisi, aktivis, wartawan, konglomerat, pejabat, dan pangeran dianggap menentang kebijakan-kebijakannya.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Hukuman mati dianulir, Saudi vonis lima terdakwa kasus pembunuhan Khashoggi dengan 20 tahun penjara

Saudi mulanya menyangkal telah membunuh Khashoggi, namun Bin Salman akhirnya mengaku bertanggung jawab meski tidak dijadikan tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap dua pangeran Saudi dengan tuduhan korupsi

Raja Salman telah memecat komandan pasukan koalisi di Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz dan putranya, Wakil Gubernur Provinsi Al-Jauf Pangeran Abdul Aziz bin Fahad bin Turki, dari jabatannya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR