kabar

India beri pilihan bagi warganya bila ingin membatalkan rencana berhaji

Calon jamaah haji India ingin mengurungkan keberangkatannya ke Arab Saudi, setoran dana hajinya bakal dikembalikan seratus persen tanpa ada potongan.

06 Juni 2020 08:50

Komite Haji India memang tidak membatalkan rencana memberangkatkan calon jamaah ke Arab saudi untuk melaksanakan rukun Islam kelima tahun ini. Namun lembaga di bawah Kementerian Urusan Minoritas itu memberikan pilihan bagi warga muslim di negara Gangga itu kalau ingin membatalkan rencana mereka untuk berhaji.

Dalam salinan surat bertanggal 5 Juni 2020 diperoleh Albalad.co, CEO Komite Haji India Maqsud Ahmad Khan mengakui sampai sekarang belum ada kepastian dari pemerintah Saudi soal jadi atau tidak haji tahun ini diselenggarakan.

"Terkait banyaknya pertanyaan kami terima dan keprihatinan karena belum ada kepastian mengenai Haji 2020, Komite Haji India memutuskan calon jamaah haji ingin membatalkan keberangkatan mereka tahun ini, setoran ongkos haji telah dibayarkan bakal dikembalikan seratus persen tanpa ada potongan," kata Ahmad Khan.

Dalam surat itu, Ahmad Khan meminta calon jamaah mengisi formulir dapat diunduh di situs Komite Haji India dilengkapi dengan nomor rekening bank, untuk ditransfer setoran dana hajinya.

Sampai saat ini baru dua negara telah mengumumkan tidak akan mengirim calon jamaah haji ke Arab Saudi, yakni Singapura dan Indonesia.

Ketidakpastian soal pelaksanaan ibadah haji tahun ini terjadi lantaran ada pandemi virus corona Covid-19 menjangkiti hampir semua negara. Hingga kemarin, terdapat 95.748 penderita Covid-19 di Arab Saudi, termasuk 642 orang meninggal.

Di Makkah saja, sebanyak 16.714 orang terinfeksi Covid-19, termasuk 259 wafat. Sedangkan di Madinah angkanya mencapai 10.088 pengidap, mencakup 59 orang mengmebuskan napas terakhir.

Riyadh, Makkah, Jeddah, dan Madinah menjadi empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.372 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 299.914 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah naik menjadi 30.083 orang, termasuk 605 meninggal.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Jumlah pengidap Covid-19 di Makkah tembus 30 ribu orang

Riyadh, Jeddah, Makkah, dan Dammam merupakan empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Ketambahan 1.383 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 295.902 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah melonjak menjadi 29.898 orang, termasuk 584 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketambahan 1.482 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 294.519 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 29.817 orang, termasuk 577 meninggal.





comments powered by Disqus