kabar

Terka haji kuasa raja

Raja Salman kemungkinan mengumumkan keputusan soal jadi tidaknya haji dilaksanakan sebelum Sabtu pekan ini.

18 Juni 2020 10:16

Untuk pertama kalinya sejak Makkah dan Madinah menjadi wiayah kedaulatan Arab Saudi, pelaksanaan haji menjadi seperti bermain tebak-tebakan. Gegara pandemi virus corona Covid-19 gelar ritual rukun Islam kelima biasa dilaksanakan saban tahun itu menjadi tidak pasti.

Hingga kemarin pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan keputusan soal jadi atau tidaknya ibadaha haji dilangsungkan. Padahal, menurut Endang Jumali, Konsul Haji di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, 1 Zulqaidah atau sebulan sebelum haji dilaksanakan, gelombang pertama dari luar negeri sudah harus tiba di negara Kabah itu.

Hal itu tertulis dalam peraturan haji Arab Saudi dan berlaku jadwal 1 Zulqaidah itu berlaku tiap tahun. Biasanya kloter pertama datang adalah jamaah haji dari Pakistan.

Dan 1 Zulqaidah tahun ini bertepatan dengan 20 Juni. "Mestinya sebelum 20 Juni sudah ada keputusan (mengenai haji)," kata Endang kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp Sabtu pekan lalu.

Dia mengingatkan peraturan haji itu berlaku kalau kondisi normal. Tapi seharusnya jika dalam keadaan pandemi Covid-19 gelombang pertama harusnya lebih cepat lagi lantaran jamaah haji harus mengikuti prosedur kesehatan untuk Covid-19.

Menurut Endang, dari hasil komunikasi terakhir antara dirinya dengan Syekh Bahaudin dari kantor Sekreatriat Menteri Haji, belum ada kepastian kapan keputusan bakal dikeluarkan.

Keputusan jadi tidaknya haji digelar tahun ini berada di tangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz.

Namun kalau melihat perkembangan pandemi Covid-19, termasuk di Arab saudi, lanjut Endang, tidak memungkinkan untuk menggelar haji tahun ini. "Sesuai hukum fikih, tidak ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi jamaah dan petugas," ujarnya.

Sampai kemarin, terdapat 141.234 pengidap Covid-19 di negara Kabah itu, termasuk 1.091 orang meninggal.

Riyadh, Jeddah, Makkah, dan Madinah masih merupakan empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di Arab Saudi.

Seorang pejabat senior Saudi pekan lalu bilang kepada the Financial Times, Raja Salman barangkali akan mengumumkan keputusan tentang haji pekan ini. Dia menambahkan semua skenario dipertimbangkan, termasuk membatalkan atau menggelar haji khusus bagi penduduk Saudi dengan menaati protokol Covid-19.

Boleh jadi sebelum Sabtu sudah ada kepastian haji jadi atau tidak dilangsungkan. Sehingga kaum muslim, terutama jamaah akan berangkat tidak perlu berlama-lama lagi menerka.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua calon jamaah haji Indonesia terinfeksi Covid-19

Klaim dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut tidak ada satu pun jamaah haji tertular Covid-19.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Haji tahun ini diikuti oleh 930 jamaah

Semua biaya pelaksanaan haji ditanggung oleh konglomerat Saudi, Syekh Sulaiman bin Abdul Aziz ar-Rajhi.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mimpi Wahyu berhaji kala pandemi

"Saya tidak menyangka dapat lolos seleksi peserta haji 2020."

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya 13 warga Indonesia berhaji tahun ini

Ada yang berprofesi sebagai perawat, guru, dan ibu rumah tangga.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Para pembangkang Saudi bikin partai politik

"Tiap warga Saudi telah dewasa berhak mencalonkan diri atau memilih wakil-wakilnya di parlemen mempunyai kekuasaan membuat undang-undang dan mengawasi lembaga-lembaga eksekutif di Saudi."

24 September 2020

TERSOHOR