kabar

Amerika peringatkan warganya untuk tidak kunjungi Arab Saudi

Departemen Luar Negeri Amerika menegaskan serbuan peluru kendali dan pengebom nirawak Al-Hutiyun merupakan ancaman serius.

15 April 2021 20:51

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kemarin mengeluarkan peringatan bagi warga negaranya untuk tidak mengunjungi Arab Saudi. Alasannya negara Kabah itu rutin disasar serangan peluru kendali dan pengebom nirawak milik milisi Al-Hutiyun di Yaman serta ada ancaman terorisme.

Secara khusus Departemen Luar Negeri Amerika menyebutkan warga negara adikuasa itu dilarang bepergian ke wilayah perbatasan Saudi dan Yaman dalam radius 80,5 kiloemeter. Warga Amerika juga diperingatkan untuk tidak melawat ke kota Abha, Jazan, Najran, dan Khamis Musyaith.

Warga Amerika juga dilarang pergi ke Bandar Udara Abha, Kota Qatif di Provinsi Timur dan wilayah pinggirannya, termasuk Awamiyah.

"Pegawai pemerintah Amerika wajib menaati larangan ini karena pemerintah Amerika memiliki keterbatasan untuk memberikan layanan darurat di daerah-daerah telah disebutkan di atas," kata Departemen Luar Negeri Amerika melalui keterangan resminya.

Departemen Luar Negeri Amerika menegaskan serbuan peluru kendali dan pengebom nirawak Al-Hutiyun merupakan ancaman serius, menyasar infrastruktur vital, bandar-bandar udara sipil, pangkalan militer, serta fasilitas minyak dan gas kepunyaan Saudi Aramco.

Pecahan pengebom nirawak dan peluru kendali berhasil dicegat peluru kendali Patriot milik Saudi juga berisiko besar bagi kawasan permukiman penduduk sipil. "Warga Amerika tinggal dan bekerja dekat pangkalan militer dan infrastruktur sipil vital, terutama dekat dengan [erbatasan Yaman, berisiko tinggi terkena serangan peuru kendali dan pengebom nirawak," ujar Departemen Luar Negeri Amerika.

Saudi telah berperang dengan milisi Al-Hutiyun sejak Maret 2015, namun kondisinya kini keteran dan saban hari menjadi target serangan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ingin Saudi dan Iran menjalin hubungan baik dan istimewa

Bin Salman beberapa tahun lalu sesumbar ingin menciptakan perang di Iran. Sebaliknya, perang dilancarkan negara Kabah itu terhadap milisi Al-Hutiyun di Yaman sokongan Iran telah menyebabkan Saudi keteteran.

Bocah perempuan pedagang belalang di Kota Tua, Sanaa, Yaman. (Middle East Eye/Nasih Syakir)

Saudi benarkan serangan Al-Hutiyun sebabkan kebakaran di sebuah universitas

Saudi belum memberikan konfirmasi soal serangan Al-Hutiyun menyebabkan hancurnya kilang minyak Saudi Aramco di Kota Jeddah. 

Universitas Jazan di Arab  Saudi terbakar akibat serangan milisi Al-Hutiyun pada 15 April 2021. (Twitter)

Kampus di Arab Saudi terbakar akibat serangan peluru kendali Al-Hutiyun

Hampir saban hari, Al-Hutiyun menargetkan lokasi strategis dan vital di Riyadh, Jeddah, Jazan, Abha, Najran, dan Khamis Musyaith. 

Sebanyak 13 orang Yahudi asli Yaman diusir oleh milisi Al-Hutiyun. Mereka pindah menetap di Kairo. (Twitter)

Al-Hutiyun usir 13 warga Yahudi dari Yaman

Mereka pindah ke Kairo. Sekarang tersisa enam orang Yahudi saja tinggal di Yaman.





comments powered by Disqus