kabar

Iran akui Israel telah mencuri dokumen rahasia nuklir mereka

Pencurian itu dilakukan oleh Mossad pada 2018.

19 April 2021 13:56

Untuk pertama kalinya, pejabat Iran mengakui operasi Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) telah berhasil mencuri ribuan dokumen rahasia berisi program nuklir negara Mullah itu. Misi berisiko tinggi ini terjadi pada 2018.

Pengakuan mengagetkan ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Ahli Mukmin Rezai kepada kantor berita Mehr Rabu pekan lalu. Karena itu, dia meminta perimbaan dan perbaikan sistem keamanan agar hal serupa tidak terulang.

Dewan Ahli merupakan badan penasihat terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.

"Keamanan negara makin mudah ditembus. Contohnya dalam waktu kurang dari setahun, terjadi tiga insiden: dua ledakan dan satu pembunuhan," kata Rezai.

Kedua ledakan itu terjadi Juli tahun lalu di reaktor nuklir di Kota Natanz, merusak tiga perempat sentrifugal berada di fasilitas nuklir permukaan dan bawah tanah. Ledakan kedua berlangsung Ahad dua pekan lalu juga menyebabkan padamnya listrik di reaktor Natanz. Sedangkan pembunuhan dilakukan terhadap kepala program nuklir Iran Muhsin Fakhrizadeh pada November tahun lalu.

"Sebelum (ketiga kejadian) ini, dokumen dari semua arsip nuklir kita sudah dicuri," ujar Rezai. "Sebelum itu, beberapa pesawat nirawak mencurigakan terbang dan mengintai."

Setelah Mossad mendapat dokumen-dokumen berharga itu dan membawa keluar dari Iran pada 2018, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengumumkan kepada dunia berbagai bukti mengenai rencana Iran membikin bom nuklir.

Mantan Kepala Organisasi Energi Atom Iran Faridun Abbasi Davani mengungkapkan ledakan di reaktor Natanz dua pekan lalu menghancurkan ribuan sentrifugal. "Perencanaan musuh sangat keren," tuturnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad Yossi Cohen. (Chaim Tzach/GPO)

Biden bertemu direktur Mossad di Washington DC

Pertemuan itu dirahasiakan dan Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berbincang dengan Menteri Luar Negeri Iran Muhammad Javad Zarif di kantornya di Jakarta, 19 April 2021. (Biro Pers Kementerian Luar Negeri)

Iran puji sikap Indonesia soal isu nuklir Iran

Total perdagangan kedua negara tahun lalu meningkat 52 persen, yaitu mencapai US$ 215 juta dari nilai tahun 2019 sebesar US$ 141,60 juta.

Kementerian Intelijen Iran pada 17 April 2021 mengumumkan Reza Karimi sebagai pelaku sabotase di reaktor nuklir Natanz. Pelaku sudah kabur dari Iran sebelum insiden itu terjadi. (IRIB)

Iran umumkan identitas pelaku sabotase fasilitas nuklir Natanz

Reza Karimi sudah kabur dari Iran sebelum ledakan terjadi di reaktor nuklir Natanz.

Akun palsu milik agen intelijen Iran untuk menjebak warga Israel agar mau bertemu. (Shin Beth)

Intel Iran pikat warga Israel menggunakan profil perempuan cantik di media sosial

Mossad dan Shin Beth keluarkan peringatan mengenai ancaman itu.





comments powered by Disqus