kabar

Kabinet Israel setujui penunjukan Eyal Hulata sebagai penasihat keamanan nasional

Hulata termasuk dari sedikit pejabat Israel mendukung kesepakatan soal nuklir Iran. 

20 Juli 2021 21:02

Kabinet Israel kemarin menyetujui keputusan Perdana Menteri Naftali Bennett menunjuk Eyal Hulata sebagai penasihat keamanan nasional sekaligus Ketua Dewan Keamanan Nasional. 

Hulata bakal menggantikan Mei Ben-Shabbat pada 15 Agustus mendatang.  

Hulata berkarier di Mossad selama 23 tahun. Dia pernah menjabat kepala bagian perencanan dan teknologi di dinas rahasia luar negeri Israel itu. 

Bennett memilih Hulata dari banyak kandidat. Adalah Direktur Mossad David Barnea merekomendasikan kepada Bennett untuk menjatuhkan pilihan pada Hulata. 

Hulata termasuk dari sedikit pejabat Israel mendukung kesepakatan soal nuklir Iran. 

Ron Arad, pilot pesawat tempur Israel hilang dalam misi di Libanon pada 1986. (Israel Air Force)

Mossad ambil DNA dari satu mayat di Libanon

Pengambilan sampel DNA itu dilakukan di Desa Syith, utara Libanon.

Kiri ke kanan: pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah, Ali Akbar Muhtasyamipur (ulama Syiah Iran merupakan salah satu pendiri Hizbullah), dan pemimpin Hamas Khalid Misyaal dalam sebuah acara. (Twitter)

Pendiri Hizbullah lolos dari upaya pembunuhan Mossad wafat karena Covid-19

Mossad pada 1984 berusaha menghabisi Muhtasyamipur lewat bom buku. Dia selamat namun kehilangan tangan kanan dan dua jemari kirinya.

Kiri ke kanan: mantan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel), bos baru Mossad David Barnea, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam acara pelantikan Barnea pada 1 Juni 2021. (Koby Gideon/GPO)

Bos baru Mossad akan lanjutkan misi bunuh ilmuwan dan serang fasilitas nuklir Iran

"Ancaman terbesar terhadap kami adalah ancaman nyata dari upaya Iran untuk mempersenjatai dirinya dengan senjata nuklir," ujar Netanyahu. 





comments powered by Disqus