kabar

Taliban: Indonesia, Turki, Saudi, dan Iran sangat penting bagi kami

Taliban dapat memerintah Afghanistan paling lambat akhir tahun ini. 

06 Agustus 2021 14:26

Taliban mengakui ada empat negara berpenduduk mayoritas muslim memiliki posisi sangat penting bagi mereka ketika sudah memerintah di Afghanistan, yakni Indonesia, Turki, Arab Saudi, dan Iran. 

"Semua negara muslim penting bagi kami, terutama keempat negara itu (Indonesia, Turki, Saudi, dan Iran)," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam wawancara khusus dengan Albalad.co Rabu lalu. 

Sila baca: We will take over Kabul by force if the negosiations fail

Karena itu, Zabihullah berharap Indonesia, Turki, Saudi, dan Iran menjadi negara pertama mengakui pemerintahan Taliban nantinya. 

Dia memperkirakan Taliban dapat memerintah Afghanistan paling lambat akhir tahun ini. 

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus