kabar

Songsong Taliban di puncak kekuasaan

Muhammad Ismal Khan, tokoh karismatik merupakan mantan panglima mujahidin Afghanistan semasa melawan pasukan Uni Soviet pada 1979-1989, menyerah dan bergabung dengan Taliban hari ini.

13 Agustus 2021 22:03

Perkembangan dramatis dan cepat sedang terjadi itu sejaitnya bukan hal mengagetkan. Dalam delapan hari sejak Jumat pekan lalu, Taliban berhasil merebut 18 dari 34 ibu kota provinsi di Afghanistan.

Bermula dari Zaranj (Provinsi Nimruz), kemudian berlanjut dengan Syabarghan (Provinsi Jauzan), Kunduz (Provinsi Kunduz), Saripul (Provinsi Saripul), Talaqan (Provinsi Takhar), Aibak (Provinsi Samangan), Farah (Provinsi Farah), Puli Khumri (Provinsi Baghlan), Faizabad (Provinsi Badakhsyan), Ghazni (Provinsi Ghazni), Kandahar (Provinsi Kandahar), Herat (Provinsi Herat), Qalai Nau (Provinsi Baghlan), Firuzkugh (Provinsi Ghor), Lasykargah (provinsi Helman), Puli Alam (Provinsi Logar), Qalat (Provinsi Zabul), Tarinkut (Provinsi Uruzgan).

Taliban hari ini juga berhasil memaksa Muhammad Ismal Khan, tokoh karismatik merupakan mantan panglima mujahidin Afghanistan semasa melawan pasukan Uni Soviet pada 1979-1989, menyerah. Dia bertekuk lutut setelah pejuang Taliban mengepung dirinya di Bandar Udara Herat.

"Dia sekarang menjadi tamu kami dan sudah bersedia bergabung dengan kami," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini.

Ismail Khan, mantan Gubernur Provinsi Herat, dalam keadaan sehat di rumahnya di Kota Herat dan dijaga ketat oleh pasukan Taliban.

Kecepatan Taliban dalam menguasai setengah dari total ibu kota provinsi di Afghanistan itu kian menebalkan keyakinan mereka bakal berkuasa lagi, setelah sempat memegang kendali di negara Asia Tengah itu selama 1996-2001.

Apalagi tidak ada perlawanan dari rakyat Taliban di 17 provinsi telah mereka kuasai itu. Sebab Taliban menampilkan wajah baru: ramah dan bersahabat. Sebagai contoh, Taliban menjamin komunitas Syiah di Kota Ghazni untuk merayakan Hari Asyura, peristiwa pembantaian Imam Husain bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad, di Karbala.

Menurut juru bicara Taliban di Doha, Suhail Syahin, Syiah merupakan bagian dari Islam. Pandangan ini sangat berlawanan dengan ISIS (Negara islam Irak Suriah) menegaskan penganut Syiah halal darahnya. 

Sila baca: Wajah baru Taliban

Alhasil, seruan Presiden Asyraf Ghani agar seluruh rakyat Afghanistan bersatu melawan Taliban tidak menampakkan hasil. Bahkan sebaliknya, kini muncul kampanye di media sosial untuk mencegah para pejabat Afghanistan lari dari negaranya. Gerakan ini muncul di saat dua petinggi Afghanistan sudah kabur, yakni Menteri Keuangan Khalid Payinda dan Wakil Presiden Amrullah Saleh telah kabur ke negara tetangga Tajikistan.

Dari rekaman video dan foto diperoleh Albalad.co, rakyat Afghanistan juga sudah muak terhadap pemerintahan Asyraf Ghani. Banyak poster pejabat pemerintah di wilayah-wilayah telah dikuasai Taliban dirobek dan diturunkan oleh warga sipil.

Taliban tengah menemukan momentum untuk kembali memegang kendali di Afghanistan. Bisa jadi bulan ini atau tahun ini.

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus