kabar

Menguji konsistensi moderasi Taliban

Selain pihak-pihak ingin menyabotase guna memperburuk pamor Taliban sekaligus memicu konflik baru di Afghanistan, Taliban menghadapi tantangan untuk bagaimana mendidik para pejuangnya di level bawah agar mampu mengendalikan emosi menghadapi kondisi di lapangan.

19 Agustus 2021 08:44

Tuntutan untuk terus bersikap bersahabat dan ramah merupakan keharusan sudah dan sedang ditunjukkan oleh Taliban, mengambil alih kekuasaan di Afghanistan Ahad pekan lalu.

Dalam jumpa pers pertama setelah Taliban berkuasa lagi, digelar di Ibu Kota Kabul Selasa lalu, juru bicara Taliban di Afghanistan Zabihullah Mujahid menegaskan lagi pimpinan Taliban telah memberikan amnesti kepada semua orang bekerja di pemerintahan mantan Presiden Asyraf Ghani di seluruh level, militer dan sipil. Dia menekankan Taliban tidak bermusuhan dengan siapapun.

"Kami tidak akan melakukan balas dendam kepada siapa saja, termasuk mantan tentara dan orang-orang pernah bekerja untuk pasukan asing sebagai penerjemah," kata Mujahid, seperti dilansir alemarah. "Taliban memaaafkan semua orang pernah bekerja dalam sistem sebelumnya atau yang pernah bekerja buat pasukan Amerika Serikat."

Mujahid menekankan pula pemerintahan Afghanistan di bawah kendali Taliban akan menghormati hak-hak perempuan. Kaum hawa berhak untuk bersekolah, bekerja, dan terlibat dalam kehidupan bernegara.

Seperti kata juru bicara Taliban Suhail Syahin kepada Albalad.co akhir bulan lalu. Taliban akan memberikan kebebasan bagi perempuan Afghanistan untuk berkegiatan apa saja asal berjilbab.

Sila baca: We will allow Afghan girls and women to do anything they want as long as they wear hijab

Keterangan pers Mujahid itu menjadi penampilan perdananya di depan publik. Ketika Albalad.co mewawancarai dia dua pekan lalu, dia menolak mengirim foto dirinya dengan alasan keamanan. Dia akhirnya memberikan foto simbol negara Islam ingin dibentuk Taliban di Afghanistan.

Sila baca: We will take over Kabul by force if the negotiations fail

Taliban memiliki empat juru bicara: Zabihullah Mujahid dan Qarif Yusuf Ahmadi tinggal di Afghanistan, serta Suhail Syahin dan Muhammad Naim menetap di Doha.

Penjelasan Mujahid dalam jumpa pers dan keterangan disampaikan Syahin bukan isapan jempol. Taliban menguasai Ibu Kota Kabul sekaligus mengambil alih kekuasaan di Afghanistan Ahad pekan lalu tanpa pertumpahan darah.

Menjelang asar, Syahin memberitahu Albalad.co, Taliban akan mengirim delegasi ke istana untuk menemui Presiden Asyraf Ghani. "Kami ingin terjadi perpindahan kekuasaan secara baik-baik," tuturnya.

Karena itu, pimpinan Taliban sudah memerintahkan semua pejuang berhenti di gerbang Kota Kabul menunggu sampai keluar hasil negosiasi dengan Ghani. Tapi ternyata Ghani sudah keburu kabur bareng istrinya, Rola Ghani, penasihat keamanan nasional Hamdullah Muhib, dan kepala staf kepresidenan Fazl Mahmud Fazli.

Uni Emirat Arab kemarin mengakui mereka menampung mantan Presiden Afghanistan Asyraf Ghani dan keluarganya dengan alasan kemanusiaan.

Sehingga ketika delegasi tiba, istana dalam keadaan kosong.

Taliban membuktikan pula meski Kabul jatuh ke tangan mereka, semua warga asing dipersilakan pergi kalau ingin meninggalkan Afghanistan. Pemimpin lokal Taliban di Kabul juga proaktif mendatangi komunitas Syiah, Hindu, dan Sikh untuk memberitahu Taliban menjamin keselamatan dan harta mereka. Juga bakal menjamin kebebasan dalam beribadah.

Ini terbukti dengan adanya arak-arakan kaum Syiah di Kabul, Ghazni, atau komunitas Syiah lainnya di Afghanistan tanpa gangguan. Perempuan pun tetap bersekolah.

Selasa lalu, hampir sepuluh perempuan Afghanistan berunjuk rasa di Kabul tanpa gangguan. Mereka menuntut isu lama, yakni meningkatkan keterlibatan kaum hawa di sektor politik, ekonomi, dan swasta. 

Menurut Faran Jeffery, Wakil Direktur Islamic Theology of Counter Terrorism (ITCT), lembaga kajian terorisme berpusat di Ibu Kota London, Inggris, tantangan dihadapi Taliban adalah masih ada pihak domestik dan asing, termasuk ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) merupakan cabang dari ISIS di Afghanistan, berusaha menyabotase perubahan citra sedang dibangun oleh Taliban. "Karena itu akan ada penyebaran informasi palsu atau orang-orang menyamar sebagai anggota Taliban tapi meneror warga sipil," katanya.

Karena itu, hingga hari ini sudah lebih dari 30 orang ditangkap karena merampok, mengancam membunuh dan memperkosa perempuan. Semua itu, lanjut Jeffery, atas laporan masyarakat Kabul kepada aparat keamanan Taliban memang sudah berpatroli sejak hari pertama berkuasa Ahad pekan lalu.

Batalion Badri 313, pasukan elite Taliban selama ini sangat dirahasiakan, juga sudah diterjunkan untuk mengamankan objek-objek vital di Kabul, termasuk istana kepresidenan.

Kemarin pula, terdapat berita menyebutkan pasukan keamanan Taliban menembaki para pemuda berdemonstrasi ingin menurunkan bendera Taliban di alun-alun Jalalabad, Ibu Kota Provinsi Nangarhar. Menurut sebuah laporan tiga orang tewas dan 12 lainnya luka.

Namun tidak ada satu pun dalam rekaman video viral itu memperlihatkan anggota Taliban memang menembak ke arah demonstran. Juga tidak ada foto atau video menunjukkan tiga mayat dan orang cedera akibat tembakan pasukan keamanan Taliban. Hanya tiga anggota keluarga menangis saat diwawancarai tapi kamera tidak menyorot korban tewas.

Dihubungi Albalad.co melalui telepon WhatsApp semalam, Gubernur Taliban untuk Provinsi Qari Yunas menjelaskan kabar beredar tidak benar. "Kami menembak ke arah udara untuk membubarkan pengunjuk rasa. Tidak ada korban meninggal atau cedera karena luka tembak," ujarnya.

Kepada Ariana News, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika di Kabul Ross Wilson pun membantah berita menyebutkan kantor misi diplomatiknya itu sudah ditutup.

Selain pihak-pihak ingin menyabotase guna memperburuk pamor Taliban sekaligus memicu konflik baru di Afghanistan, Taliban menghadapi tantangan untuk bagaimana mendidik para pejuangnya di level bawah agar mampu mengendalikan emosi menghadapi kondisi di lapangan.

Setidaknya sudah tiga kali, Wakil Pemimpin Taliban Urusan Militer Mullah Muhammad Yakub mengeluarkan isntruksi supaya pejuang Taliban tidak meneror penduduk, menjaga keselamatan, harta, dan kehormatan mereka.

Akhirnya para pejuang Taliban harus sadar: perang sudah usai dan Afghanistan telah merdeka.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR