kabar

Amerika kenakan tarif Rp 29 juta bagi warganya ingin dievakuasi dari Afghanistan

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sudah rampung mengevakuasi warganya dari Afghanistan.

20 Agustus 2021 07:48

Evakuasi dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap warganya dan warga asing memiliki izin tinggal tetap di Amerika ternyata tidak gratis. Tiap penumpang dikenai tarif lebih dari US$ 2 ribu (kini setara Rp 29 juta) setibanya di negara adikuasa itu.

Berdasarkan salinan formulir mesti diisi oleh orang-orang ingin dievakuasi menggunakan pesawat militer Amerika dari Kabul, mereka baru bisa diangkut kalau setuju dengan ongkos lebih US$ 2 ribu dan menandatangani formulir.

Selain itu, orang-orang dievakuasi oleh Amerika harus menyetujui kalau pesawat mendarat di wilayah mana saja di Amerika. Setiba di sana, semua pengeluaran dan kebutuhan untuk melanjutkan perjalanan ditanggung sendiri.

Amerika sudah mulai mengevakuasi warganya dari Afghanistan sejak Taliban mengambil alih kekuasaan di negara itu Ahad pekan lalu. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sudah merampungkan proses evakuasi.

 

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR