kabar

Janji Taliban kepada mendiang Qasim Sulaimani untuk jaga keselamatan kaum Syiah di Afghanistan

Sebagai balasan, Iran menjanjikan dukungan dana dan teknis tidak terbatas bagi Taliban. Iran mengirim para perwira militernya untuk melatih dan memberi saran kepada para pejuang Taliban.

23 Agustus 2021 04:53

Hubungan Taliban dan Iran memasuki babak baru sejak 2015, ketika ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) merupakan cabang dari ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Afghanistan muncul.

Sebuah delegasi berisi sejumlah pemimpin Taliban kemudian melawat ke Ibu Kota Teheran untuk membahas pembukaan kantor Biro Politik Taliban di negara Mullah itu.

Di tahun sama, Qasim Sulaimani, komandan Brigade Quds merupakan sayap luar negeri dari IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) Iran juga berkunjung ke Afghanistan. Sulaimani - terbunuh akibat serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di luar Bandar Udara Baghdad, Irak, awal Januari tahun lalu - berhasil mencapai kesepakatan dengan pimpinan Taliban.

Sila baca: Haji Qasim, kolega rahasia Amerika

Menurut sejumlah komandan milisi Syiah di Irak dekat dengan Sulaimani kepada Middle East Eye, ada banyak kesepakatan diraih. Paling penting adalah mencegah militer Amerika membangun markas di dekat perbatasan Afghanistan dengan Iran, menghentikan penyelundupan narkotik ke kawasan Teluk Persia melalui Iran, menggenjot level serangan terhadap pasukan Amerika di Afghanistan, serta menghentikan sepenuhnya serangan kepada kaum Syiah di Afghanistan.

Komunitas Syiah di Afghanistan ini tersebar di Mazari Syarif (Ibu Kota Provinsi Balkh), Ghazni (Provinsi Ghazni), Herat (Provinsi Herat), Nili (Provinsi Daikundi), dan Ibu Kota Kabul.

Sebagai balasan, Iran menjanjikan dukungan dana dan teknis tidak terbatas bagi Taliban. Iran mengirim para perwira militernya untuk melatih dan memberi saran kepada para pejuang Taliban, dan negeri Persia ini juga mengizinkan Taliban membangun kamp pelatihan dan tempat berlindung bagi para pemimpin Taliban di wilayah Iran dekat dengan perbatasan Afghanistan.

Teheran juga berkomitmen tidak akan memulangkah anggota Brigade Fatimiyun sepulang dari mereka berperang menghadapi pemberontak di Suriah.

Sila baca: Laskar Fatimiyun

Brigade Fatimiyun ini berisi orang-orang Syiah dari Suku Hazara di Afghanistan menjadi pengungsi di Iran.

"Sejak saat itu (2015), Taliban tidak lagi menyasar orang-orang Syiah di sana (Afghanistan)," kata seorang komandan dari sebuah milisi Syiah Syiah di Irak paling dekat dengan mendiang Qasim Sulaimani. "Semua serangan terhadap kaum Syiah di Afghanistan dilakukan oleh ISIS."

Komandan milisi Syiah di Irak itu pun menekankan kebanyakan pejuang Taliban adalah orang-orang Sufi. "Mereka tidak memiliki persoalan ideologi dengan Syiah dan mereka termasuk membuat perjanjian dengan Sulaimani," ujarnya.

Sejauh ini, sejak mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus, Taliban membuktikan janjinya kepada Sulaimani dan Iran. Mereka menjamin keselamatan dan kebebasan beribadah kaum Syiah di Afghanistan, termasuk merayakan Hari Asyura (peringatan wafatnya Imam Husain bin Ali, cucu dari Rasulullah) pekan lalu.

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus