kabar

Taliban: Insya Allah akan ada perempuan dijadikan menteri

Taliban tidak akan menerima perpanjangan keberadaan pasukan asing di Afghanistan. "Amerika Serikat harus merampungkan evakuasi dari Afghanistan pada 31 Agustus, perpanjangan tidak bisa diterima," kata Mujahid.

24 Agustus 2021 21:57

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid belum bisa memastikan apakah dalam pemerintahan baru Afghanistan akan ada perempuan diangkat menjadi menteri.

"Saya belum bisa menjawab soal itu sekarang tapi kita lihat nanti, insya Allah akan ada perempuan dilibatkan dalam pemerintahan," kata Mujahid menjawab pertanyaan Albalad.co melalui pesan WhatsApp malam ini, setelah menggelar jumpa pers keduanya di Ibu Kota Kabul.

Selama dua dasawarsa terakhir, Afghanistan baru memiliki enam menteri perempuan, yakni Menteri Pertambangan Nargis Nihan (2017-2020), Menteri Kesehatan Masyarakat Suraya Dalil (2010-2014), Menteri Sosial Aminah Afzali (2010-2014), Menteri Pemuda Aminah Afzali (2004-2006), Menteri Perempuan Masuda Jalal (2004-2006), Menteri Perempuan Husna Banu Ghazanfar (2006-2009), Menteri Sosial Sidiqah Balkhi (2004-2006), 

Dalam jumpa pers, dia menjelaskan untuk sementara perempuan dilarang keluar rumah untuk pergi ke kantor demi alasan keamanan. "Larangan ini bersifat sementara untuk mencegah mereka mendapat gangguan di jalan. Mereka harus tinggal di rumah dulu saat ini," ujarnya. "Mereka tidak dipecat dan tetap bakal digaji."

Mujahid menegaskan Taliban tidak membuat daftar orang-orang mesti diburu dan tidak menyisir dari rumah ke rumah. Dia menambahkan Taliban memberikan amnesti bagi semua rakyat Afghanistan demi masa depan negara Asia tengah itu dan berharap mereka sudah lari ke luar negeri untuk pulang.

Menurut dia, Taliban akan mulai melarang warga Afghanistan ingin lari ke negara lain. "Hanya warga asing dibolehkan pergi ke bandar udara," ujarnya. 

Pada kesempatan itu, dia memuji dan berterima kasih kepada semua kantor perwakilan diplomatik masih beroperasi. Pimpinan Taliban berencana mengumpulkan semua duta besar dan konsul jenderal untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan di Afghanistan.

Mujahid menekankan Taliban tidak akan menerima perpanjangan keberadaan pasukan asing di Afghanistan. "Amerika Serikat harus merampungkan evakuasi dari Afghanistan pada 31 Agustus, perpanjangan tidak bisa diterima," tuturnya.

Dia mengatakan Taliban ingin menjalin hubungan baik dengan Turki namun tentara Turki tidak boleh tinggal di Afghanistan setelah 31 Agustus. "Kami lebih mampu mengamankan bandar udara di Kabul," kata Mujahid.

 

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus