kabar

Bom bunuh diri tewaskan 13 orang di luar bandar udara di Kabul

Lusinan orang cedera, termasuk tiga tentara Amerika.

26 Agustus 2021 22:35

Ledakan bom bunuh diri terjadi malam ini di luar Bandar Udara Internasional Hamid Karzai di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. 

Berdasarkan informasi dihimpun oleh Albalad.co terdapat dua serangan bom bunuh diri. Insiden ini menewaskan 13 orang dan melukai lusinan orang, termasuk tiga tentara Amerika Serikat. 

Kementerian Pertahanan Turki menyebutkan tidak ada serdadu Turki menjadi korban. 

Ledakan ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat dan beberapa negara Barat lainnya memperingatkan akan ada serangan bom bunuh diri dilakukan oleh ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) merupakan cabang dari ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Afghanistan. 

Dalam tajuk majalah resminya, An-Naba, terbit Jamis pekan lalu, ISIS menuding Taliban boneka Amerika karena mau berdamai dengan negara adikuasa itu. 

Pesawat kargo Iran mengangkut korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kota Kandahar pada 15 Oktober 2021 untuk dirawat di negara Mullah itu. (Albalad.co/Supplied)

Korban luka dalam bom bunuh diri di masjid Syiah di Kandahar dirawat di Iran

Taliban mengumumkan Maulid Nabi Muhammad jatuh hari ini sebagai hari libur nasional. Sebuah keputusan pasti ditentang oleh ISKP.

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 





comments powered by Disqus