kabar

Nasib dua anggota ISIS asal Indonesia dan keluarganya di penjara Kabul tidak diketahui

Mereka termasuk dalam lusinan anggota ISKP menyerahkan diri ke pemerintah Afghanistan di Provinsi Jauzan pada 2018. 

28 Agustus 2021 16:10

Nasib dua anggota ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) asal Indonesia dan keluarganya tidak lagi diketahui setelah Penjara Puli Chukri di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, dijebol ketika Taliban mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus lalu. 

ISKP, dibentuk pada Januari 2015, merupakan cabang dari ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Asia Tengah dan Asia Selatan. Mereka kebanyakan beroperasi di Afghanistan. 

Seorang sumber keamanan Indonesia mengungkapkan jumlah mereka tujuh orang, terdiri dari masing-masing dua lelaki dewasa dan perempuan serta tiga anak-anak. "Dua anggota ISIS ini bernama Ahmad Royidin dan Afrizal bin Baharudin," katanya kepada Albalad.co melalui telepon WhatsApp hari ini. "Ketiga anak itu merupakan anak dari Ahmad Royidin."

Dia menambahkan tadinya terdapat delapan orang. Tapi satu lelaki dewasa itu meninggal karena sakit.

Sumber ini bilang tadinya ketujuh anggota ISIS dan keluarganya itu akan ikut dievakuasi bareng warga Indonesia lainnya. Rencana ini akan dilaksanakan sebelum tenggat penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan berakhir pada 31 Agustus. 

Namun pejabat NDS (badan intelijen Afghanistan) selama ini menjadi penghubung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kabul tidak lagi bisa dikontak sebelum Taliban menguasai Kabul. Dia akhirnya diketahui sudah lari ke Inggris. 

Hingga akhirnya, menurut sumber keamanan ini, KBRI Kabul tidak mengetahui lagi nasib mereka: apakah berhasil lari dari penjara sudah dijebol atau dibunuh oleh Taliban. 

Dia menambahkan status mereka adalah deportan setelah menjalani hukuman. Mereka termasuk dalam lusinan anggota ISKP menyerahkan diri ke pemerintah Afghanistan di Provinsi Jauzan pada 2018. 

Berdasarkan informasi dihimpun oleh Albalad.co, Badan Intelijen Negara (BIN) menolak keputusan Afghanistan untuk mendeportasi mereka ke Indonesia.

Sokongan untuk Taliban demi stabilitas Afghanistan

Tanpa sokongan komunitas global, Afghanistan akan menjadi medan jihad baru.

Buku karya pemimpin ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) Syahab al-Muhajir. (Albalad.co/Supplied)

Musuh lama seteru baru

Motivasi ISKP kian menguat kalau masyarakat internasional tidak mendukung penuh pemerintahan Taliban. ISKP bakal menganggap rezim Taliban pantas ditumbangkan. 

Lokasi serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Dikira ISIS, serangan Amerika di Kabul tewaskan sembilan warga sipil

Korban meninggal termasuk enam anak. Mereka semua satu keluarga.

Pasukan Taliban memperketat penjagaan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. (Al-Hijrat)

Taliban: Serangan pesawat nirawak Amerika tewaskan beberapa pengebom bunuh diri ISIS

Biden kemarin sudah memperingatkan ada ancaman serangan ISKP hingga Selasa pekan depan, merupakan tenggat terakhir pemulangan pasukan Amerika dari Afghanistan. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR