kabar

Mantan kepala intelijen Saudi bertemu dua pejabat Taliban

Relasi kedua pihak putus setelah Taliban menolak mengekstradisi pendiri jaringan Al-Qaidah Usamah Bin Ladin merupakan warga Saudi.

03 September 2021 06:10

Arab Saudi sudah mulai berusaha mendekati Taliban meeupakan penguasa baru di Afghanistan setelah pesaingnya, Qatar, berperan besar dalam proses perundingan  berujung pada penarikan pasukan NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dipimpin Amerika Serikat dari negara Asia Tengah itu rampung Selasa lalu. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah menugaskan mantan kepala badan intelijen Pangeran Turki bin Faisal bin Abdul Aziz untuk memperbarui kembali kontaknya dengan pimpinan Taliban terjadi lebih dari dua dasawarsa lalu. 

Pangeran Turki, memimpin badan intelijen Saudi selama 1979-2001, membantu koordinasi para mujahidin Afghanistan menghadapi pasukan Uni Soviet. 

Menurut Intelligence Onlice, Pangeran Faisal baru-baru ini bertemu dua petinggi Taliban, yakni wakil pemimpin Taliban urusan militer Mullah Muhammad Yakub. Namun tidak disebutkan di mana pertemuan keduanya berlangsung. 

Dia juga mengadakan pertemuan dengan wakil pemimpin Taliban bidang politik Mullah Abdul Ghani Baradar di Qatar. 

Baradar, juga merupakan kepala kantor Biro Politik Taliban di Ibu Kota Doha, Qatar, berperan sebagai ketua tim juru runding saat bernegosiasi dengan Amerika. Baradar juga memjmpin delegasi untuk berdiplomasi dan berkeliling ke sejumlah negara untuk menawarkan kerjasama dengan Taliban. 

Ketika Taliban berkuasa untuk pertama kali pada 1996-2001, Saudi bareng Uni Emirat Arab dan Pakistan adalah tiga negara secara secara resmi mengakui pemerintahan Taliban. 

Namun relasi kedua pihak putus setelah Taliban menolak mengekstradisi pendiri jaringan Al-Qaidah Usamah Bin Ladin merupakan warga Saudi, dituding mendalangi serangan 11 September 2001 di New York dan Washington DC, Amerika. 

Sedangkan Qatar bermesraan dengan Taliban sejak kelompok ini diizinkan Amerika membuka kantor Biro Politik di Doha. 

Rula Ghani, istri dari mantan Presiden Asyraf Ghani, sedang berbelanja di sebuah toko di Bandar Udara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab, sebelum terbang ke Amerika Serikat pada 29 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Istri eks Presiden Afghanistan Asyraf Ghani tinggalkan Abu Dhabi menuju Amerika

Asyraf Ghani lari bareng istri dan 50 kerabatnya ke UEA setelah Taliban merebut Kabul.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR