kabar

Generator kehabisan solar, listrik di gedung parlemen Libanon padam sejam

Parlemen Libanon mengesahkan kabinet baru dipimpin Najib MIkati.

21 September 2021 06:37

Listrik di gedung parlemen Lianon di Ibu Kota Beirut kemarin padam sejam akibat generator kehabisan solar. Alhasil, pemungutan suara terhadap pemerintahan baru dipimpin Perdana Menteri Najib Mikati tertunda.

Seorang anggota parlemen dari kelompok Hizbullah mengungkapkan generator sekaligus solar dari Iran kemudian dibawa untuk menghidupkan kembali listrik di gedung parlemen Libanon.

Dalam voting kemarin, parlemen Libanon mengesahkan kabinet Mikati beranggotakan 24 menteri setelah 85 anggota menyetujui, sedangkan 15 anggota lainnya menolak.

Kubu setuju terhadap pemerintahan baru ini adalah fraksi Hizbullah, Gerakan Amal dipimpin Ketua Parlemen Nabih Berri, Gerakan Masa Depan diketuai eks Perdana Menteri Saad Hariri, dan Gerakan Patriotik Bebas, partai nasrani terbesar di Libanon dibentuk oleh Presiden Misyal Aun dan sekarang dikomandoi oleh mantunya, Gibran Bassil.

Sedangkan 15 anggota parlemen menentang kabinet Mikati berasal dari the Lebanese Forces, partai Kristen terbesar kedua di parlemen.

Krisis di Libanon selama dua tahun belakangan diperparah oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga sering terjadi perkelahian dan percekcokan di beragam pompa bensin karena berebut bensin dan solar. Perusahaan listrik negara menjatah aliran listrik hanya dua jam sehari.

Hizbullah sejak Kamis pekan lalu mendatangkan minyak solar diimpor dari Iran melalui Suriah. Kemudian dijual lewat Amana sebesar 30 persen di bawah harga pasar.

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Rabbi dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa takut

Rabbi Yaakov sudah dua kali melawat ke Saudi.

Pesawat ruang angkasa Israel bernama Beresheet akan mendarat di Bulan sebelum jatuh pada 11 April 2019. (YouTube screenshot)

UEA dan Israel sepakat bekerjasama dalam misi antariksa

Kedua negara bakal bekerjasama dalam pengiriman pesawat ruang angkasa ke Bulan.





comments powered by Disqus