kabar

Baghdad tolak seruan 300 tokoh Irak untuk buka hubungan diplomatik dengan Israel

Muqtada Sadr mendesak pemerintah untuk menangkap semua peserta konferensi di Irbil itu.

25 September 2021 23:23

Pemerintah Irak menolak seruan lebih dari 300 tokoh Sunni dan Syiah negara itu untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Mereka menyampaikan permintaan ini dalam konferensi berlangsung kemarin malam di Irbil, Ibu Kota Provinsi Kurdistan, utara Irak.

"Konferensi ini tidak mewakili pendapat penduduk Irak dan kota-kota asal para tokoh berbicara di acara itu," kata kantor Perdana Menteri Mustafa al-Kazhimi melalui keterangan tertulis hari ini.

Kator Presiden Irak Barha, Saleh, juga beretnis Kurdi, ikut mengecam seruan berdamai dengan negara Zionis itu.

Ulama Syiah berpengaruh di Irak Muqtada Sadr mendesak pemerintah untuk menangkap semua peserta konferensi di Irbil itu. "Mereka adalah pengkhianat di mata hukum," ujar anggota parlemen Irak bernama Ahmad Assadi.

Mereka hadir dalam konferensi digagas oleh the Center for Peace Communications ini berasal dari enam provinsi di Irak, yakni Baghdad, Mosul, Salahuddin, Al-Anbar, Diyala, dan Babylonia.

Pembicara dalam konferensi pro-Israel ini termasuk Chemi Peres, putra dari mendiang mantan Perdana Menteri israel Shimon Peres.

"Normalisasi dengan Israel saat ini adalah sebuah kebutuhan," kata Syekh Risan al-Halbusi, seraya mencontohkan Maroko dan Uni Emirat Arab (UEA).

UEA bareng Bahrain, Sudan, dan Maroko tahun lalu sepakat untuk membina relasi resmi dengan Israel. Langkah keempat negara Arab ini diikuti leh Kosovo, pada 1 Februari tahun ini.

Para pemimpin Kurdi di Irak kerap melawat ke Israel. Politisi Kurdi juga secara terbuka menyerukan perdamaian dengan negara Bintang Daud itu.

 

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Rabbi dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa takut

Rabbi Yaakov sudah dua kali melawat ke Saudi.

Pesawat ruang angkasa Israel bernama Beresheet akan mendarat di Bulan sebelum jatuh pada 11 April 2019. (YouTube screenshot)

UEA dan Israel sepakat bekerjasama dalam misi antariksa

Kedua negara bakal bekerjasama dalam pengiriman pesawat ruang angkasa ke Bulan.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kiri) menyerahkan surat undangan untuk berkunjung ke UEA dari Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan kepada Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di kantornya di Yerusalem, 19 Oktober 2021. (Haim Tzah/GPO)

Bin Zayid undang perdana menteri Israel untuk berkunjung ke UEA

Undangan berkunjung bagi Bennett itu disampaikan dua pekan jelang lawatan Presiden Joko Widodo ke UEA, dijadwalkan datang pada 3-4 November. 





comments powered by Disqus