kabar

Bin Salman bayar sepuluh perusahaan lobi di Amerika untuk poles citra Saudi

Belanja terbanyak dilakukan pada 2018, yakni senilai US$ 40 juta. Ini bertepatan dengan pembunuhan Khashoggi dimana CIA dan Kongres Amerika meyakini Bin Salman sebagai pemberi perintah.

29 September 2021 08:11

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman telah membayar sepuluh perusahaan lobi dan konsultan komunikasi di Amerika Serikat untuk memoles pamor negara Kabah itu kian melorot, terutama setelah pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi, kolumnis asal Saudi di dalam kantor Konsulat Jenderal Saudi di Kota Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018, seperti dilansir Open Secrets.

Bin Salman membayar Qorvis MSLGroup seharga US$ 18 juta, Aramco Affiliated Services (US$ 6,8 juta), Sonoran Policy Group LLC (US$ 5,4 juta), Podesta Group (US$ 4,5 juta), The Glover & Park Group (US$ 2,7 juta), Hogan & Hartson (US$ 2,4 juta), Brownstein Hyatt et al (US$ 2,3 juta), International Merchandising Corporation (US$ 1,9 juta), Pillsbury Winthrop et al (US$ 1,8 juta), dan King & Spalding (US$ 1,7).

Qorvis MSLGroup adalah perusahaan konsultan komunikasi berkantor di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat. Firma dibentuk pada 2000 ini memiliki anak perusahaan bernama Wilson research Strategies Incorporation. Sedangkan Aramco Affiliated Services adalah perusahaan patungan Saudi-Amerika.

Sonoran Policy Group LLC juga berpusat di Washington DC. Di kota ini juga berkantor Podesta Group, perusahaan lobi dibentuk pada 1988, dan Hogan & Hartson dididirikan pada 1904.

The Glover & Park Group dibentuk pada 2001 berkantor di Kota New York. Brownstein Hyatt et al berkantor di Kota Denver dan dibangun pada 1968. Kemudian International Merchandising Corporation berkantor di Kota Cleveland. Pillsbury Winthrop et al berkantor di Kota New York dan dibentuk pada 1868. Lalu King & Spalding, berkantor di Kota Atlanta dan didirikan pada 1885.

Sejak 2015 hingga tahun ini, Saudi menggelontorkan fulus sebanyak US$ 128,9 juta untuk memperbaiki citra negaranya. Belanja terbanyak dilakukan pada 2018, yakni senilai US$ 40 juta. Ini bertepatan dengan pembunuhan Khashoggi dimana CIA (dinas rahasia negeri Amerika) dan Kongres Amerika meyakini Bin Salman sebagai pemberi perintah.

Di 2015, Bin Salman US$ 10,8 juta untuk memoles pamorSaudi. Kemudian pada 2016 sebesar US$ 16,2 juta, lalu senilai US$ 19,2 juta di 2017, lantas sebanyak US$ 21 juta pada 2019. Di 2020, Bin Salman merogoh kocek sebesar US$ 16,5 juta dan US$ 5,2 juta tahun ini.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Empat dari 15 agen Saudi pembunuh Khashoggi jalani pelatihan paramiliter di Amerika

Mereka menjalani pelatihan pada 2017. Dua dari keempat agen Saudi itu pernah mengikuti pelatihan serupa di Tier 1 Group dari Oktober 2014 hingga Januari 2015.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Para pembunuh Khashoggi masih berkeliaran di Arab Saudi

Mayatnya kemudian dimutilasi dan hingga kini Saudi masih merahasiakan keberadaan potongan-potongan tubuh Khashoggi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR