kabar

Sejarawan Makkah: Rezim Bani Saud telah hancurkan 99,9 persen situs Islam bersejarah di Makkah

"Saya meyakini dan berharap sinagoge sudah dibangun di Saudi dalam lima tahun mendatang," ujarnya Rabbi Elie kepada Albalad.co.

30 September 2021 09:14

Sejarawan Makkah kelahiran Kota Makkah, Arab Saudi, Dr. Irfan al-Alawi mengungkapkan rezim Bani Saud telah menghancurkan 99,9 persen situs Islam bersejarah peninggalan Nabi Muhammad, kerabat, dan para sahabatnya. 

"Termasuk rumah orang tua Rasulullah dan kediaman Khadijah, istrinya," kata Al-Alawi dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui Zoom semalam. "Karena itu, kita sudah terlambat untuk menyelamatkan Makkah."

Dia mencontohkan kubur Aminah, ibu dari Rasulullah, juga pernah mau dilenyapkan dengan cara dibakar. 

Al-Alawi bilang situs-situs Islam bersejarah di Kota Madinah juga sudah banyak dihancurkan. 

Dia menegaskan penghancuran situs-situs bersejarah di Makkah dan Madinah ini sama saja dengan menghilangkan bukti-bukti awal kelahiran Islam dan kehidupan Nabi Muhammad. 

Al-Alawi membandingkan dengan Vatikan atau negara non-muslim berkomitmen menjaga situs-situs Nasrani bersejarah. Dia menyesalkan Saudi lebih menjaga situs-situs peninggalan mendiang Raja Abdul Aziz ketimbang situs-situs peninggalan Rasulullah. 

Dalam wawancara terpisah lewat Zoom pekan lalu, Kepala Rabbi AGJC (Komunitas Yahudi Arab Teluk) Rabbi Elie Abadie meyakini di bawah kepemimpinan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, sinagoge pertama di Saudi akan berdiri dalam lima tahun ke depan. 

"Saya meyakini dan berharap sinagoge sudah dibangun di Saudi dalam lima tahun mendatang," ujarnya kepada Albalad.co.

Rabbi Elie menambahkan saat ini terdapat lusinan orang Yahudi di Saudi, kebanyakan ekspatriat, beribadah diam-diam di rumah.

 

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Saudi izinkan lagi warga Indonesia berumrah

Namun belum diketahui kapan jamaah umrah asal Indonesia bisa terbang ke negara Kabah itu.

Gubernur Provinsi Makkah, Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz, bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah bin Sulaiman Masyath. (Twitter)

Haji tahun ini hanya untuk 60 ribu penduduk Saudi saja

Mereka diizinkan berhaji adalah yang berumur 18-65 tahun dan tidak terinfeksi virus Covid-19. 

Salinan rilis dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi. (Albalad.co)

Saudi berencana umumkan kuota haji pekan depan

Angka 60 ribu dilansir Kementerian Kesehatan Saudi bukan kuota resmi.





comments powered by Disqus