kabar

Mossad culik seorang jenderal Iran untuk cari informasi soal Ron Arad

Bos Mossad bilang misi itu gagal.

05 Oktober 2021 22:07

Para agen Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) telah menculik seorang jenderal Iran untuk mencari informasi mengenai Ron Arad, pilot jet tempur Israel hilang dalam misi pada 1986.

Penculikan itu berlangsung di Suriah bulan lalu, seperti dilansir surat kabar berbahasa Arab Rai al-Yaum terbitan London kemarin. Sang jenderal kemudian diterbangkan ke sebuah negara di Afrika untuk diinterogasi. Tapi Mossad akhirnya membebaskan jenderal dari negara Mullah itu.

Dalam rapat dengan Knesset (parlemen Israel) kemarin, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengungkapkan pula Mossad sedang melaksanakan misi untuk mencari tahu keberadaan Ron Arad, diyakini sudah meninggal. Dia ditangkap pada 1986 di Libanon dan kabar terakhir mengenai dirinya muncul pada 1988.

Dalam sebuah pertemuan tertutup, Direktur Mossad David Barnea mengakui anak buahnya sedang menjalankan misi sangat berisiko dan rumit, tapi gagal membuahkan hasil, seperti dilaporkan oleh stasiun televisi Channel 12.

Channel 12 hari ini melaporkan Barnea meminta Bennet untuk mengungkapkan misi rahasia tengah dilakukan Mossad untuk mencari tahu keberadaan mayat Ron Arad. Dalam laporan kali ini, Barnea menyatakan operasi berjalan sukses.

Yediot Ahronot melaporkan keberhasilan operasi Mossad itu dengan mengutip sumber intelijen senior. Israel Hayom menyebut misi itu berhasil memperoleh informasi lebih akurat mengenai Arad.

Israel meyakini Arad ditangkap oleh gerakan Syiah Amal di selatan Libanon. Foto dan surat-surat dari Arad terakhir dikirim kepada keluarganya pada 5 Mei 1988.

Pada 2016, muncul sebuah laporan menyebutkan Arad terbunuh pada 1988 dan mayatnya dikubur dekat Ibu Kota Beirut. Tapi sebuah laporan dari komisi dibentuk oleh militer Israel menyimpulkan Arad mengembuskan napas terakhir pada 1990-an karena tidak mendapatkan perawatan.

Pada 2006, pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah bilang Arad sudah meninggal tapi lokasi makamnya tidak diketahui. Dua tahun kemudian, perunding asal Jerman Gerhard Konrad memberitahu Israel: Hizbullah menyatakan Arad tewas pada 1988 ketika berusaha kabur.

Ron Arad, pilot pesawat tempur Israel hilang dalam misi di Libanon pada 1986. (Israel Air Force)

Menculik jenderal Iran mencari tahu jenazah pilot Israel

Mossad mengirim dua tim: mengambil sampel DNA satu mayat di Libanon dan menculik seorang jenderal Iran di Suriah.

Ron Arad, pilot pesawat tempur Israel hilang dalam misi di Libanon pada 1986. (Israel Air Force)

Mossad ambil DNA dari satu mayat di Libanon

Pengambilan sampel DNA itu dilakukan di Desa Syith, utara Libanon.

Eyal Hulata, mantan pejabat Mossad akan menjabat penasihat keamanan nasional Israel mulai 15 Agustus 2021. (Courtesy)

Kabinet Israel setujui penunjukan Eyal Hulata sebagai penasihat keamanan nasional

Hulata termasuk dari sedikit pejabat Israel mendukung kesepakatan soal nuklir Iran. 

Kiri ke kanan: pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah, Ali Akbar Muhtasyamipur (ulama Syiah Iran merupakan salah satu pendiri Hizbullah), dan pemimpin Hamas Khalid Misyaal dalam sebuah acara. (Twitter)

Pendiri Hizbullah lolos dari upaya pembunuhan Mossad wafat karena Covid-19

Mossad pada 1984 berusaha menghabisi Muhtasyamipur lewat bom buku. Dia selamat namun kehilangan tangan kanan dan dua jemari kirinya.





comments powered by Disqus