kabar

Konglomerat Israel lolos dari upaya pembunuhan di Siprus

Sagi berharta US$ 5,6 miliar dan merupakan orang terkaya keempat di Israel. 

06 Oktober 2021 18:52

Konglomerat asal Israel Teddy Sagi pekan lalu lolos dari upaya pembunuhan di Siprus. 

Situs berita lokal Alphanews melaporkan pembunuh berumur 38 tahun ini sudah menunggu kesempatan untuk menghabisi Sagi, namun taipan dari negara Zionis itu sudah keburu meninggalkan Siprus. 

Pembunuh ini merupakan warga Azerbaijan pemegang paspor Rusia. Dia memasuki wilayah Siprus Yunani dari Siprus Turki, seperti dilansir stasiun televisi Channel 12.

Pembunuh tidak disebutkan namanya itu ditangkap di dalam mobilnya. Polisi juga menyita satu senjata dengan peredam suara. 

Sagi merupakan pendiri perusahaan aplikasi judi Playtech dan pemilik Camden Market di Ibu Kota London, Inggris. Menurut majalah Forbes, Sagi berharta US$ 5,6 miliar dan merupakan orang terkaya keempat di Israel. 

Pembunuh ini bagian dari skuad memang berencana melenyapkan Sagi. Ketika dia sedang menghadiri pesta salah satu anak perempuannya, penjaga rumahnya melihat seseorang mencurigakan sedang mengamati kediaman sang target. 

Petugas jaga di tempat tinggal Sagi kemudian melapor ke polisi. Target diintai di sebuah bangunan terletak di perbatasan antara Siprus Yunani dan Siprus Turki. 

Melalui keterangan tertulis, Teddy Sagi Group menuding rencana pembunuhan itu dilakuan oleh Iran. "Sasaran pembunuhan bukan Teddy Sagi tapi warga Israel di Siprus."

Menurut situs berita Walla, polisi Siprus memang sudah memperingatkan Sagi bakal jadi target pembunuhan oleh mantan kolegabisnisnya. Sagi memang pernah ditangkap 25 tahun lalu atas kasus penyuapan. 

Terdapat sekitar 3.500 orang Yahudi tinggal di Siprus. Negara ini juga menjadi tujuan pelesiran favorit warga Israrl karena bisa dijangkau dalam waktu kurang dari sejam terbang dari Ibu Kota Tel Aviv. 

 

Rabbi Yaakov Yisrael Herzog dari Israel berpose di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. Dia sedang berkunjung ke negara Kabah itu. (Abu Ali Express)

Rabbi dari Israel pelesiran di Riyadh tanpa rasa takut

Rabbi Yaakov sudah dua kali melawat ke Saudi.

Pesawat ruang angkasa Israel bernama Beresheet akan mendarat di Bulan sebelum jatuh pada 11 April 2019. (YouTube screenshot)

UEA dan Israel sepakat bekerjasama dalam misi antariksa

Kedua negara bakal bekerjasama dalam pengiriman pesawat ruang angkasa ke Bulan.





comments powered by Disqus