kabar

Yahudi mata duitan asal Afghanistan

Simantov menolak pindah diterbangkan ke Israel dari Istanbul. Dia minta fulus US$ 10 juta sebagai syarat.

02 November 2021 11:43

Dia sangat tersohor. Sopir taksi atau bajaj di Afghanistan mengetahui alamat tempat tinggalnya di Jalan Bunga, Ibu Kota Kabul. Dia menempati satu-satunya sinagoge di negara Asia Tengah itu.

Namanya Zebulon Simantov. Dia mengklaim hanya dirinya orang Yahudi masih hidup di Afghanistan.

Karena posisinya itu, dia kerap menjadi buruan wartawan untuk diwawancarai. Apalagi setelah dia memilih bertahan di Afghanistan meski Taliban menjadi penguasa baru sedari 15 Agustus.

Sayangnya, Simantov mata duitan. Wartawan manapun akan diminta duit sebagai syarat untuk wawancara. Tarifnya US$ 700 untuk sekali wawancara. Albalad.co pun diperlakukan serupa hingga akhirnya membatalkan rencana mewawancarai lelaki 62 tahun kelahiran Provinsi Herat itu.

Sila baca: Bayar US$ 700 syarat wawancara dengan satu-satunya orang Yahudi di Afghanistan

Dia pun menolak dievakuasi dari Afghanistan lantaran merasa tidak terancam dengan rezim Taliban. Moti Kahana, pemilik sebuah perusahaan keamanan swasta, bercerita Simantov sudah setuju untuk dikeluarkan dari Afghanistan dan pindah ke Israel. Dia lantas berkemas. Tapi tiba-tiba dia meminta uang US$ 50 ribu sebagai syarat untuk dievakuasi. "Saya tidak membayar orang untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri," katanya kepada the New York Post.

Tapi akhirnya Simantov berubah pikiran Dia bersedia dikeluarkan dari sana. Operasi penyelamatan ini dibiayai oleh Moshe Margaretten, pengusaha Yahudi uktra-Orthodoks asal Amerika.

Simantov tidak sendirian. Ada 30 perempuan dan anak Afghanistan juga ikut dievakuasi menggunakan sebuah bus melalui Pakistan. Pada pertengahan bulan lalu, dia tiba di Kota Istanbul, Turki, dan dijadwalkan terbang ke Israel beberapa hari lagi.

Lagi-lagi Simantov berulah. Sifat mata duitannya kambuh. The Jewish Chronicle melaporkan mantan pedagang karpet dan pebisnis kuliner ini meminta fulus US$ 10 juta sebagai syarat terbang ke Israel. Dia beralasan uang ini sebagai kompensasi atas kerugian akibat meninggalkan Afghanistan.

Dia juga meminta jaket tebal untuk dipakai selama musim dingin. Dia berubah haluan ingin pindah ke Amerika Serikat.

Moti Kahana kembali kesal oleh ulah Simantov. "Saya bukan pengasuh bayi. Saya tidak akan membiayai dan mendukung kebutuhan Zebulon di Istanbul untuk masa tanpa batas," ujarnya kepada the Jewish Chronicle. "Saya sudah bilang kepada dia, saya tidak akan membawa dia kembali ke Kabul."

Simantov akhirnya ketahuan berbohong. Dia bukan satu-satunya orang Yahudi tinggal di Afghanistan. Sepupu jauhnya, nenek berusia 83 tahun bernama Tova Moradi, juga tinggal di Kabul, baru meninggalkan negara itu akhir bulan lalu.

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Pejabat senior Israel melawat ke Saudi

Bin Salman Maret lalu bilang Israel berpotensi menjadi sekutu Saudi. 

Putera Mahkota Abu Dhabi sekaligus pemimpin de facto Uni Emirat Arab Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan berbisik kepada tamunya, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Ibu Kota Abu Dhabi, 13 Desember 2021. (Haim Zach/GPO)

Parlemen Irak sahkan undang-undang antinormalisasi dengan Israel

Siapa saja melanggar undang-undang antinormalisasi dengan Israel diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Baiat anggota ISIS di Irak terhadap pemimpin baru Abu Al-Hasan al-Hasyimi al-Quraisyi. (ISIS)

Tipu pengikut di seluruh dunia, ISIS berbohong soal kematian juru bicaranya

Abu Hamzah tewas awal November tahun lalu, bukan awal Februari tahun ini seperti diumumkan juru bicara baru ISIS.

Struktur kepemimpinan ISIS. (Center for Global Policy)

Pemimpin baru ISIS ditangkap di Istanbul

Dua pemimpin ISIS sebelumnya tewas meledakkan diri.





comments powered by Disqus