kisah

Gesekan biola Wasfi

"Kami menghargai keindahan dan kami ingin membangun bukan menghancurkan."

13 Mei 2015 16:56

Dia lantas duduk di atas sebuah kursi di trotoar, meletakkan biola di atas lututnya, menutup mata, dan mulai menggesek. Suara alunan biola itu beradu dengan kebisingan di sebuah kawasan pertokoan di Ibu Kota Baghdad, Irak, sehari sebelumnya dihantam ledakan bom.

Orang-orang di sekitar mulai mendekat: polisi, pejalan kaki, dan teman-teman dari korban tewas dalam insiden itu. Saat dia memainkan lagu kebangsaan Irak, suara kerumunan orang bersahutan.

Karim Wasfi, pemimpin orkestra Simponi Nasional Irak, memutuskan menggesekkan biolanya di lokasi bekas serangan bom demi sebuah pesan: rakyat Irak membutuhkan keindahan bukan ledakan bom berulang-ulang.

"Ini pesan buat orang-orang telah mengalami seusatu yang buruk," kata Wasfi. "Tempat di mana orang-orang kehilangan nyawa mereka, lokasi di mana orang berusaha untuk hidup, berfungsi."

Lokasi ledakan bom di Distrik Karrada adalah tempat kedua di mana Wasfi tampil gratis di muka umum. Penampilan uniknya itu langsung bergema ke seantero Baghdad di mana serangan bom menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota ini lebih dari satu dekade belakangan.

Akhir tahun lalu serangan bom melorot dan pemerintah Irak memutuskan menghapus jam malam telah berlaku satu dasawarsa lebih. Membikin Baghdad seolah bernapas lagi. Namun beberapa bulan belakangan, saat pasukan pemerintah berperang dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), serangan bom kembali menghampiri.

Wasfi pertama kali konser akhir bulan lalu. Tempatnya di Distrik Mansyur malamnya diguncang bom. Kediamannya tidak jauh dari lokasi ledakan. "Rumah saya di belakang jalan utama. Jadi sangat simbolik bagi saya untuk bangun, mengambil biola saya dan berjalan ke lokasi, duduk di tengah puing dan pecahan bom, tempat di mana orang menemui kematian, dan bermain di sana," ujarnya. Kala itu dia memainkan lagu bikinannya berjudul Baghdad Morning Melancholy.

Banyak dari yang menonton pertunjukannya itu menyaksikan horor menewaskan sepuluh orang malam sebelumnya. Dia benar-benar terkesan lantaran banyak kerumunan orang melihat aksinya. "Para pengemudi menghentikan mobil mereka, memicu kemacetan," tuturnya. "Mereka cukup baik buat memahami pentingnya peradaban dan keindahan."

Dia kembali lagi ke lokasi serupa saat orang-orang menyalakan lilin tanda berduka. Adalah temannya, Ammar Syahbandar, menyebarluaskan rekaman video penampilan Wasfi di lokasi bekas serangan bom.

Tapi beberapa hari kemudian Wasfi tampil di tempat ledakan bom juga menewaskan temannya itu. Meski hatinya tersayat, dia terus mencoba menghibur kerumunan orang melihat penampilannya. "Kami menghargai keindahan dan kami ingin membangun bukan menghancurkan."

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Seorang tentara Myanmar memakai Uzi, senapan serbu buatan Israel, saat menghadapi demonstran antikudeta. (Twitter)

Teknologi militer Israel, darah demonstran Myanmar

Jenderal Senior Ming Aung Hlain, panglima angkatan bersenjata Myanmar memimpin kudeta awal bulan lalu, pernah mengunjungi kantor Elbit saat melawat ke Israel pada 2015.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Syekha Latifah dan sahabatnya, Tiina Jauhiainen saat dalam pelarian pada 2018. (Detained in Dubai buat Albalad.co)

Duka Syekha Latifah noda emir

Ketika Syekh Muhammad bin Rasyid mengirim astronot dan pesawat ruang angkasa ke Mars, di sisi lain dia malah mengirim putrinya sendiri ke penjara.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

09 April 2021

TERSOHOR