kisah

Jihadis teler

Hasil otopsi membuktikan Saifuddin Rezgui memakai narkotik sebelum membantai para pelancong asing di Kota Sousse, Tunisia.

01 Juli 2015 09:37

Sejumlah saksi menggambarkan bagaimana Saifuddin Rezgui, 23 tahun, tertawa dan senyum-senyum sendirian saat memilih-milih korbannya, para pelancong asing tengah berjemur di pantai seberang Hotel Imperial Marhaba, Kota Sousse, Tunisia, Jumat pekan lalu.

Selama 47 menit bertindak brutal, pemuda Tunisia itu menewaskan 39 wisatawan luar negeri, kebanyakan asal Inggris. Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror ini.

Dandanan Rezgui - muncul dari laut setelah naik perahu cepat - memang santai: bercelana pendek, berkaus oblong, dan berkalung. Sehingga tidak mencurigakan.

"Dia menembaki turis-turis Eropa itu sambil tertawa. Ketika dia sudah selesai dan telah membunuh semuanya, dia tidak peduli, dia tidak berusaha kabur," kata karyawan Hotel Imperial Marhaba bernama Hussam kepada surat kabar the Daily Mail. "Dia tersenyum. Dia benar-benar senang."

"Di satu kesempatan, lelaki bersenjata itu sibuk dengan pistol di punggungnya dan mengeluarkan telepon seluler untuk menjepret mayat-mayat dan tertawa," ujar saksi bernama Paul Short.

Barangkali inilah jawaban dari kesaksian mereka. Hasil otopsi tim dokter terhadap mayat pelaku ditemukan kandungan narkotik kelas A dalam dosis begitu tinggi. Alhasil, Rezgui seperti tidak sadar dengan tindakannya. Saking telernya, Rezgui lupa menekan detonator untuk meledakkan bom dalam tas punggungnya.

Dia tewas setelah ditembus dua peluru, satu dekat jantung dan sisanya di atas perut. Tidak jauh dari mayatnya polisi menemukan bom belum sempat meledak dan detonator.

Seorang sumber dapat dipercaya membenarkan hasil otopsi membuktikan pelaku menggunakan obat-obatan sebelum beraksi, obat terlarang serupa diberikan ISIS kepada orang-orang ingin melancarkan serangan teror. "Jadi dia tidak akan mengerti dengan apa yang sedang dia lakukan," tuturnya.

Seorang pekerja pantai mengklaim Rezgui, penari patah-patah, empat tahun lalu pernah bekerja empat bulan di Hotel Imperial Marhaba.

Meski begitu, teman-teman sekampusnya di Universitas Kairouan membantah Rezgui tukang mabuk. Mereka bilang dia memang sering menenggak minuman keras dan tidur seranjang dengan gadis-gadis untuk menutupi fanatismenya.

Dia menyewa sebuah flat seharga seratus pound sterling bareng empat mahasiswa lainnya. Menurut para tetangga, kelimanya menghilang sebulan lalu. Polisi telah menahan dua teman kos Rezgui.

Wassim Bil Adil, teman sekampus Rezgui, mengungkapkan Rezgui tadinya bergabung dengan Jabhat an-Nusrah, sayap Al-Qaidah di Suriah, namun dia kemudian beralih menyokong ISIS. "Karena dia menyukai ideologi ISIS," katanya. Dia menambahkan Rezgui dilatih di Libya oleh kelompok Ansar Syariah telah berbaiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Menurut Wassim, ada beberapa teman kampusnya ikut dalam kelompok teror. "Beberapa orang pergi ke Suriah dan pulang melanjutkan kuliahnya. Yang lain pergi berjihad dan mati di Suriah," ujarnya.

Di Kairouan - kota kuno berisi 370 masjid - Rezgui tetap tampil biasa saja. Menurut tetangga flatnya, Karuther Gemgemi, ibu tiga anak berusia 40 tahun, dia sering melihat Rezgui dan keempat temannya duduk di depan kos mereka. "Mereka berperilaku baik."

Muhammad Said, imam cadangan di Masjid Tujuh Perawan, berjarak cuma 18 meter dari flat dihuni Rezgui, mengatakan ada satu atau dua dari penghuni flat Rezgui pernah salat di masjid itu. "Beberapa yang lain doyan minum anggur dan bir," katanya.

Sungguh ironis. ISIS mengklaim melaksanakan syariat Islam malah menyuruh jihadisnya teler sebelum membantai orang.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Seorang tentara Myanmar memakai Uzi, senapan serbu buatan Israel, saat menghadapi demonstran antikudeta. (Twitter)

Teknologi militer Israel, darah demonstran Myanmar

Jenderal Senior Ming Aung Hlain, panglima angkatan bersenjata Myanmar memimpin kudeta awal bulan lalu, pernah mengunjungi kantor Elbit saat melawat ke Israel pada 2015.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Syekha Latifah dan sahabatnya, Tiina Jauhiainen saat dalam pelarian pada 2018. (Detained in Dubai buat Albalad.co)

Duka Syekha Latifah noda emir

Ketika Syekh Muhammad bin Rasyid mengirim astronot dan pesawat ruang angkasa ke Mars, di sisi lain dia malah mengirim putrinya sendiri ke penjara.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

09 April 2021

TERSOHOR