kisah

Melawat ke markas Mossad

Mossad hanya memiliki hampir 1.200 pegawai, termasuk sekretaris dan sopir.

12 Juli 2015 22:38

Sejak dibentuk Perdana Menteri David Ben Gurion pada 1 September 1951, Mossad persis organisasi bayangan. Tidak ada acuan apapun mengenai dinas rahasia luar negeri Israel ini dalam anggaran negara. Sebab itu, sangat sulit mencari tahu seperti apa kondisi markas dari lembaga bernama asli Ha Mossad, le Modiyn ve le Taflcidim Mayuhadim (Institut untuk Intelijen dan Operasi Khusus). Moto mereka adalah melalui tipu daya, Anda harus berperang.

Tapi setidaknya buku By Way of Deception berisi pengalaman mantan anggota Mossad Victor Ostrovsky bisa memberi sedikit gambaran. Lelaki Kanada keturunan Yahudi ini pernah menjadi katsa (agen lapangan) pada 1980-an. Dia keluar lantaran menganggap Mossad keterlaluan dan tidak lagi menghargai nyawa manusia. Buku ini diterbitkan delapan tahun lalu.

Letaknya di King Sauld Boulevard, Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Sebuah gedung beton polos berwarna abu-abu bernama Hadar Dafna Building. Di sanalah Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) bermarkas. Tapi patut diingat, kantor pusat Mossad dibangun sebagai gedung dalam gedung. Jadi tidak ada papan nama bertulisan lembaga itu.

Mossad memiliki hampir 1.200 pegawai, termasuk sekretaris dan petugas kebersihan. Semua diperintahkan memberitahu kepada siapa saja bertanya, mereka bekerja untuk Kementerian Pertahanan. Percaya atau tidak, Mossad hanya memiliki 30-35 katsa (agen lapangan) beroperasi di seluruh dunia.

Alasan utama untuk jumlah sangat sedikit itu lantaran Israel dapat merekrut kader penting dan loyal dari komunitas Yahudi di luar Israel. Ini dilakoni melalui sistem sayanim, yakni para pembantu Yahudi sukarela.

Sebagai perbandingan, seperti ditulis Nigel West dalam buku Games of Intelligence, markas besar CIA (dinas rahasia luar negeri Amerika Serikat) di Kota Langley, Negara Bagian Virginia, mempunyai sekitar 25 ribu karyawan. Sebagian besar tidak berusaha menyembunyikan jenis pekerjaan mereka.

Mossad mempunyai akademi pelatihan (midrasha), berlokasi di sebuah bukit menghadap ke arah Country Club, di luar Tel Aviv di jalan menuju Kota Haifa. Ostrovsky bercerita di sebuah ruangan di lantai enam markas Mossad terdapat dinding lipat, lebarnya sekitar 30 meter dan terdapat peta dunia berukuran raksasa – tanpa Kutub Utara dan Antartika – dengan serangkaian panel komputer di bawahnya.

Dinding itu dibagi menjadi kotak-kotak kecil menyala. Peta itu memuat banyak nama orang. "Bila Anda ingin mengetahui kegiatan sepuluh tokoh utama PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), Anda dapat menekan nama mereka dan masing-masing akan muncul dengan warna berbeda," kata Ostrovsky.

Komputer induk Mossad berisikan lebih dari 1,5 juta nama di dalam memorinya. Mossad menggunakan komputer bermerek Burroughs. Siapa saja pernah dimasukkan oleh Mossad sebagai PLO atau musuh disebut paha, merujuk pada Departemen Paylut Hablanit Oyenet (PAHA) atau sabotase musuh, khususnya PLO. Para pekerjanya sejatinya adalah juru tulis dan mereka salah satu departemen penelitian terbaik di Mossad.

Di ruang bawah tanah terdapat pabrik kecil dan laboratorium kimia untuk membuat paspor asli tapi palsu. Ahli-ahli kimia menganalisis kertas dari paspor asli dan membuat formula tepat buat menghasilkan kertas meniru apa yang mereka perlukan. Selain paspor, mereka juga memproduksi uang palsu.

Sebuah ruang penyimpanan besar dijaga suhu dan kelembabannya secara tepat untuk mengawetkan kertas-kertas itu. Rak-raknya berisikan kertas paspor buat sebagian besar negara. Mossad sangat gemar memakai paspor palsu Kanada. Mossad memiliki banyak cap paspor dan tanda tangan buat mengecap paspor mereka sendiri.

Paspor adalah dokumen paling penting bagi agen Mossad dan ada empat kualitas: top, kedua, operasi lapangan, dan sekali pakai. Bersama tiap paspor dikeluarkan, terdapat satu halaman folio berisi nama dan alamat pemilik asli paspor. Paspor palsu dibawa dalam kantong diplomatik disegel lilin dengan tali di dalamnya.

Paspor sekali pakai ditemukan atau dicuri dan digunakan bila agen Mossad perlu memperlihatkan sekilas saja. Paspor jenis ini tidak digunakan buat identifikasi. Foto mungkin diubah dan kadang namanya juga, tapi gagasannya adalah mengubah sedikit mungkin. Dokumen seperti ini tidak dapat lolos dari pemeriksaan tuntas. Neviot (agen menyusup, menyelidiki rumah, dan semacamnya) menggunakan paspor jenis ini. Paspor seperti ini juga dipakai dalam latihan atau merekrut di Israel.

Paspor operasi lapangan dipakai untuk kerja cepat di negara asing, namun tidak digunakan saat melintasi perbatasan. Paspor kualitas kedua sebenarnya adalah paspor sempurna, dibuat sesuai kisah samaran katsa, tapi tidak ada orang sebenarnya sebagai pemilik paspor itu.

Paspor berkualitas top memiliki cerita palsu dan orang di belakangnya dapat mendukung kisahnya. Paspor ini bakal lolos dari pemeriksaan resmi apapun, termasuk pengecekan oleh negara asal.

Gudang tempat penyimpanan dokumen rahasia program nuklir Iran di kawasan Shorabad, selatan Ibu Kota Teheran, Iran, dicuri oleh sekitar 20 agen Mossad pada 31 Januari 2018. (Peime Minister's Office)

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

Muhsin Fakhrizadeh, ilmuwan nuklir Iran dibunuh pada 27 November 2020 di Absar, kota kecil berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Ibu Kota Teheran, Iran. (Courtesy)

Satu ton senjata Mossad dan ajal Fakhrizadeh

Fakhrizadeh tewas diterjang 13 peluru di kepala. Sedangkan istri dan 12 pengawalnya tidak cedera dalam serangan menggunakan sebuah senjata otomatis superakurat dikendalikan dari jarak jauh.

Jenazah Brigadir Jenderal Muhsin Fakhrizadeh Mahabadi, kepala program nuklir Iran dibunuh Mossad pada 27 November 2020. (Twitter)

Cara Mossad habisi Fakhrizadeh

Misi ini dilaksanakan oleh 62 orang, termasuk 12 eksekutor di lapangan. Tim ini sangat terlatih, mirip pasukan elite.

Rabbi Avraham Sinai bersama putranya, Amos Sinai, pada Mei 2016 berdiri memandang ke arah Libanon dari wilayah perbatasan di Israel. (Channel 2)

Rabbi pengkhianat Partai Tuhan

Selama sepuluh tahun, Ibrahim Yasin bergabung dengan Hizbullah sekaligus menjadi informan Israel. Sejak 1997, dia dan keluarganya pindah ke Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Ben & Jerry's dan Anti-Zionis

Ben dan Jerry menegaskan mereka menyokong Israel tapi menentang penjajahan di Tepi Barat.

30 Juli 2021

TERSOHOR