kisah

Berlayar halal

Pasar wisata halal global tahun lalu senilai Rp 1.960 triliun.

09 Agustus 2015 21:37

Kapal pesiar identik dengan perempuan berbikini, minuman beralkohol, dan seks bebas. Namun Fusion Tour Selasa pekan lalu mengumumkan pelayaran halal.

Semua fasilitas dan layanan tersedia di atas kapal pesiar Aegean Paradise itu dirancang sesuai syariat Islam. Tidak ada minuman keras, makanan mengandung daging atau minyak babi, dan tanpa meja judi. Kapal ini juga dilengkapi masjid dan sarana olahraga, spa, serta pemandian ala Turki terpisah buat lelaki dan perempuan.

Pelayaran perdana bertajuk Menyusuri Trek Usmaniyah ini bakal bertolak dari sebuah pelabuhan di Provinsi Izmir, barat Turki, pada 27 September. Selama empat malam pelancong diajak ke pulau Rhodes dan Crete di Yunanni lantas berlabuh di Kota Piraeus pada 2 Oktober.

"Ini bukan sekadar pelayaran tanpa produk alkohol dan babi," kata Kemal Gunay, manajer umum Fusion Tour. "Ini bakal menjadi perjalanan budaya dan sejarah menjanjikan atmosfer kedekatan sosial."

Meski baru diumumkan sepekan, menurut manajer tur Gokmen Aydinalp, peminatnya membludak. Dia menegaskan pihaknya sudah mempersiapkan segalanya. "Kami bahkan tidak memiliki sebuah lukisan pun di dinding kapal karena itu bertentangan dengan ajaran Islam," ujarnya.

Para penumpang sudah memesan tiket amat gembira dan mereka bilang konsep pelayaran halal ini sudah lama ditunggu. "Saya yakin pelayaran halal ini akan menciptakan suasana nyaman bagi saya dan keluarga saya," tutur bankir bernama Hamit Kutuk, 46 tahun.

Serap Akali, 28 tahun, akan mengikuti pelayaran halal itu bareng suaminya mengiyakan. "Ada sebuah kebutuhan besar untuk pelayaran semacam ini di Turki selama bertahun-tahun."

Dengan panduan ahli sejarah seni Turki Talha Ugurluel dan penulis buku Fatih Citlak, para penumpang akan diajak mengeksplorasi jejak-jejak peninggalan Kekhalifahan Usmaniyah di kawasan itu. Mereka juga bakal dihibur oleh tarian sufi, pameran foto, dan musik klasik Turki.

Fusion Tour melihat potensi pasar besar lantaran kaum muslim di seluruh dunia berjumlah lebih dari dua miliar. Karena itu, dalam beberapa bulan mendatang mereka merencanakan paket pelayaran halal ke pelbagai tujuan, termasuk Laut Adriatik, Italia, Malta, Budapest, Beograd, dan Wina.

Sasaran mereka bukan hanya orang Turki namun umat Islam secara global. Menurut Institut Statistik Turki, sekitar tiga juta turis Arab melawat ke Turki tahun lalu, naik dari dua juta orang pada 2013.

Ini kapal pesiar halal pertama, namun hotel-hotel syariah sudah menjamur di Turki selama 15 tahun terakhir. Menurut Asosiasi Hotel Turistik Mediterania (AKTOB), saat ini terdapat lebih dari 50 hotel halal tersebar di seantero Turki, seperti di provinsi Antalya, Istanbul, Izmir, Aidin, Mugla, dan Ankara. Padahal di 2007 baru ada 25 hotel syariah di sana.

The Global Muslim Travel Index 2015 dilansir Mastercard dan Crescent Rating memperkirakan pasar wisata halal global tahun lalu senilai US$ 145 miliar atau kini setara Rp 1.960 triliun. Angka ini bakal melonjak menjadi US$ 200 miliar (Rp 2.704 trilin) paling lambat 2020.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Seorang tentara Myanmar memakai Uzi, senapan serbu buatan Israel, saat menghadapi demonstran antikudeta. (Twitter)

Teknologi militer Israel, darah demonstran Myanmar

Jenderal Senior Ming Aung Hlain, panglima angkatan bersenjata Myanmar memimpin kudeta awal bulan lalu, pernah mengunjungi kantor Elbit saat melawat ke Israel pada 2015.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Syekha Latifah dan sahabatnya, Tiina Jauhiainen saat dalam pelarian pada 2018. (Detained in Dubai buat Albalad.co)

Duka Syekha Latifah noda emir

Ketika Syekh Muhammad bin Rasyid mengirim astronot dan pesawat ruang angkasa ke Mars, di sisi lain dia malah mengirim putrinya sendiri ke penjara.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

09 April 2021

TERSOHOR