kisah

Raib bahasa Yesus

Sebelum dan berabad-abad setelah Yesus dilahirkan, Aramaik menjadi bahasa pergaulan internasional, mirip bahasa Inggris saat ini.

16 September 2015 10:56

Dua ribu lima ratus tahun lalu begitu banyak bahasa dipakai di Timur Tengah, tapi kini tinggal Arab dipakai lebih dari dua lusin negara.

Salah satu bahasa nyaris punah di kawasan itu adalah Aramaik, menjadi bahasa pergaulan pada 600 hingga 200 tahun sebelum kelahiran Yesus. Bahasa ini dipakai penduduk, mulai Yunani dan Mesir sampai seantero Mesopotamia dan Persia. Bahkan hingga India.

Namun sekarang bahasa dipakai Yesus ini sudah amat jarang sekali ditemukan. Mungkin Aramaik bakal lenyap seabad lagi. Sungguh jarang anak-anak muda saat ini mempelajari bahasa Aramaik. Sebagai perbandingan, kini hanya setengah juta orang fasih berbahasa Aramaik ketimbang 5,5 juta berbicara dengan bahasa Albania.

Salah satu sebab kian raibnya bahasa Aramaik lantaran pemisahan geografis. Sekarang ini tidak ada lagi Aramaia, wilayah di mana penduduknya berbahasa Aramaik. Cuma tersisa komunitas-komunitas kecil tersebar di Iran, Turki, Irak, Suriah, Armenia, dan Georgia.

Faktor lainnya adalah ketidaksinambungan politik dalam penamaan. Dalam banyak sumber sejarah, Aramaik disebut Chaldea, merujuk pada satu dinasti berbahasa Aramaik dan memerintah kerajaan Babilonia, menjadi pusat kemegahan peradaban Mesopotamia pada abad ketujuh hingga keempat sebelum Yesus dilahirkan.

Karena Aramaik berdialek Suriah masih terpelihara, khususnya dalam penulisan dan masih dipakai di beragam liratur Nasrani di Timur Tengah, Turki, dan bahkan India, ada yang menyebut sebagai bahasa Siriak, Sebagian lagi menamakan Aramaik dengan sebutan Assiria, Mandaik.

Padahal Aramaik dulunya mirip bahasa Inggris zaman sekarang. Aramaik sebelum dan berabad-abad setelah kematian Yesus menjadi bahasa internasional. Ia menjadi bahasa pergaulan semua orang dari beragam kawasan.

Dari sinilah sejarah bahasa Aramaik bermula. Bangsa Aramaea, menurut Alkitab merupakan keturunan dari Aram, cucu lelakinya Nabi Nuh, tadinya hidup nomaden. Hingga akhirnya di abad kesebelas sebelum kelahiran Yesus mereka menetap dan menguasai sebuah wilayah luas di Mesopotamia, kawasan saat ini meliputi sebagian Irak, Suriah, dan Turki, termasuk Kota Babilonia.

Bangsa Aramaea cuma tinggal sementara di Babilonia. Pada tahun 911 sebelum kelahiran Yesus, orang-orang Assiria berbahasa Akkadia mengusir mereka. Tapi bangsa Assiria ini secara tidak sengaja membantu bahasa ibu bangsa Aramaea menghapus bahasa Akkadia.

Bangsa Assiria mengusir orang-orang berbahasa Aramaik hingga jauh sekali dari Babilonia, ke Mesir dan wilayah mana saja. Mereka tadinya berpikir dengan mengusir bangsa Aramaea bahasa Aramaik bakal raib di Babilonia. Ternyata tidak mudah. Aramaik telah menjadi bahasa pergaulan lintas budaya. Mulai dari penguasa hingga rakyat jelata.

Kasus ini mirip bangsa Viking saat menjajah Inggris. Mereka malah belajar bahasa Inggris ketimbang memaksakan Norse sebagai bahasa pergaulan di wilayah koloni mereka itu.

Inilah kenapa Yesus dan orang-orang Yahudi lebih mengenal dan paham Aramaik ketimbang Ibrani. Memang kedua bahasa ini serumpun, namun sebagian besar isi Alkitab ditulis menggunakan bahasa Aramaik. Sebab Ibrani saat itu adalah bahasa lokal, bukan nasional atau internasional seperti  Aramaik.

Aramaik terus tersebar luas bahkan hingga ke tempat tidak pernah ada orang berbicara Aramaik. Alfabet Arab dan Ibrani pun bersumber dari Aramaik. Ketika bangsa Persia menguasai wilayah Mesopotamia pada 500-an tahun sebelum kelahiran Yesus, Aramaik menjadi bahasa resmi, bukannya bahasa Persia.

Bagi Raja Darius, bahasa Persia cuma cocok untuk tulisan di mata uang logam. Pemerintahan saban hari memakai bahasa Aramaik, bahkan tidak dimengerti sama sekali oleh Raja Darius. Kalau mau menulis surat, dia mendikte dalam bahasa Persia kemudian oleh juru tulis istana diterjemahkan ke dalam bahasa Aramaik.

Sebaliknya, ketika menerima surat dari kerajaan lain dalam bahasa lokal, Raja Darius bakal memerintahkan surat itu diterjemahkan menjadi bahasa Aramaik. Waktu itu Aramaik menjadi bahasa pergaulan dan surat menyurat antar kekaisaran.

Namun Aramaik, pernah menjadi bahasa Yesus dan peradaban, kini kian raib.

Demonstrasi di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina, menuntut Presiden Mahmud Abbas mundur pada Juni 2021. (Quds News Network)

Korupnya rezim Abbas

Pada 1996, terbit riset pertama dan satu-satunya mengenai korupsi dalam kepemimpinan Palestina. Penelitian ini membikin marah Arafat dan wartawan memberitakan studi itu ditangkap. 

Antrean pengendara sepeda motor di sebuah stasiun pompa bensin di Ibu Kota Beirut Libanon, September 2021. (The National)

Krisis bahan bakar di negeri Cedar

Awal bulan ini, pemerintah Libanon meluncurkan kartu tunai pengganti subsidi. Tiap orang mendapat bantuan fulus US$ 25 atau maksimum US$ 126 per keluarga. Untuk warga berumur 64 tahun ke atas mendapat tambahan US$ 15.

Lubang di luar tembok penjara Gilboa di utara Israel, tempat keenam tahanan Palestina muncul saat kabur pada 6 September 2021. (Israel Prison Service)

Rencana besar lari dari Penjara Gilboa

Terowongan untuk kabur mulai digali pada November tahun lalu. Tadinya ada sebelas tahanan berencana lari namun lima membatalkan niatnya.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhammad Basri Sidehabi berpose bareng dua petinggi Taliban: Mullah Abdul Ghani Baradar dan Mullah Abdussalam Hanafi (keduanya kini menjabat Wakil Perdana Menteri Afghanistan) ketika delegasi Taliban bertemu Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla di rumah dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Juli 2019. (Albalad.co)

Lobi rahasia Kalla gaet Taliban

Semua lobi dilakukan Jusuf Kalla untuk menggaet Taliban atas perintah dan sepengetahuan Presiden Joko Widodo.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Korupnya rezim Abbas

Pada 1996, terbit riset pertama dan satu-satunya mengenai korupsi dalam kepemimpinan Palestina. Penelitian ini membikin marah Arafat dan wartawan memberitakan studi itu ditangkap. 

22 September 2021
Tahanan lari jadi pahlawan
10 September 2021

TERSOHOR