kisah

Neraka Majid

Pangeran Majid bin Abdullah bin Abdul Aziz berlaku seperti gay. Dia dimasturbasi oleh seorang pelayan lelakinya.

28 Oktober 2015 01:14

Kebejatan itu berlangsung selama 21-25 September lalu dalam sebuah vila di permukiman eksklusif Wallingford Drive, Beverly Green, dekat Beverly Hills, Kota Los Angeles, Amerika Serikat. Mulai menenggak minuman beralkohol, memakai kokain, hingga pesta seks dengan pelacur.

"Saya ini pangeran dan saya bisa berbuat apa saja saya inginkan. Kamu itu bukan siapa-siapa!" hardik Pangeran Majid bin Abdullah bin Abdul Aziz kepada tiga pelayan perempuannya. Di vila seharga US$ 37 juta dan seluas 2.044 meter persegi itu, dia adalah tuannya.

Berdasarkan dokumen-dokumen pengadilan dibaca Daily Mail Online, putra dari mendiang Raja Abdullah itu berupaya memperkosa pelayan perempuannya. Bahkan seorang di antara mereka dia paksa untuk melakoni oral seks.

Ketiga pelayan perempuan itu - dalam dokumen pengadilan disebut Jane Doe 1, Jane Doe2, dan Jane Doe 3 - dipaksa menonton Pangeran Majid tengah dimasturbasi oleh seorang pembantu lelakinya. Seorang di antara mereka juga pernah menyaksikan pembantu lelaki lain disuruh menjilati dan menciumi wajah majikannya itu.

Padahal sesuai syariat Islam berlaku di Arab Saudi, negara asal Pangeran Majid, hukuman bagi seorang gay dicambuk atau bahkan dipancung lehernya.

Pangeran Majid mempekerjakan ketiga pelayan perempuan itu buat mengurus vila sewaannya selama dia berlibur di Amerika. Dia mengajak pula tiga temannya, sekelompok kepala pelayan lelaki, dan satu staf.

Kegilaan sang pangeran dimulai saat menggelar pesta liar Senin malam. Kokain dan tiga pelacur hadir untuk bersenang-senang bersama. Pangeran Majid mabuk berat karena memakai narkotik bareng ketiga pelacur itu.

Besok malamnya pesta dibikin lagi. Kali ini jumlah lonte datang lebih banyak. Minuman beralkohol, kokain, dan bercinta semalam suntuk membuat pangeran dari negara Kabah itu ambruk.

Selagi teler berat, dia mengancam seorang pelayan perempuan. "Besok saya akan berpesta dengan kamu. Kamu akan melaksanakan apa saja yang saya mau, kalau tidak saya akan membunuhmu."

Besoknya Pangeran Majid kian bejat. Dia ingin mengencingi ketiga pelayan perempuannya, namun kelakuan sinting itu berhasil digagalkan seorang asistennya.

Para pelayan ini sungguh ketakutan dan berusaha bersembunyi di ruang makan tapi ketahuan. Pangeran Majid bertindak aneh. Dia menggesek-gesekkan badannya sambil membelakangi Jane Doe 2.

Ketika berupaya berlindung di balkon, seorang asisten Pangeran Majid memergoki ketiganya. Mereka lantas diperintahkan kembali bekerja dan menemani bosnya itu sepanjang waktu.

Jane Doe 1, Jane Doe 2, dan Jane Doe 3 menangis ketakutan melihat kebengisan Pangeran Majid. Dia biasa menarik telinga para kepala pelayan, memukuli wajah, atau melempari mereka dengan segala macam benda.

Jane Doe 2 lantas diminta menuangkan minuman malah menjadi sasaran kemarahan Pangeran Majid. Dia menderita banyak luka lebam.

Jane Doe 1 pernah disuruh menjilati seluruh bagian tubuh Pangeran Majid dengan imbalan. Kalau menolak, dia bakal murka. Saking kesalnya, dia bisa mengeluarkan suara mengerikan bagai binatang buas.

Hingga akhirnya pacar sang pangeran, berlumur darah akibat disiksa karena dituduh bercinta dengan lelaki lain di kamar mandi, berhasil keluar. Dia berlari seraya menangis histeris. Polisi datang setelah mendapat telepon dari seorang tetangga.

Namun Pangeran Majid cuma menginap semalam dalam penjara di markas kepolisian Los Angeles. Dia dibebaskan setelah membayar uang jaminan US$ 300 ribu.

Ketiga pelayan perempuan itu menggugat Pangeran Majid. Jika terbukti bersalah, dia diancam hukuman setahun penjara dan denda US$ 3 ribu. Kelihatannya upaya hukum itu bakal gagal karena sang pangeran sudah kabur ke negara asalnya.

Sebagai pangeran, Majid memang sanggup menciptakan surga dunia bagi dirinya, tapi hakikatnya neraka buat para pelayannya.

Orhan Inandi, warga Kirgistan asal Turki, diculik oleh para agen intelijen Turki pada 31 Mei 2021 di Ibu Kota Bishkek, Kirgistan. (Turkish Minute)

Program culik pengkritik Erdogan

Freedom House menempatkan Turki di peringkat pertama dalam daftar negara penculik warganya di luar negeri sejak 2014.

Gudang tempat penyimpanan dokumen rahasia program nuklir Iran di kawasan Shorabad, selatan Ibu Kota Teheran, Iran, dicuri oleh sekitar 20 agen Mossad pada 31 Januari 2018. (Peime Minister's Office)

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

Sebanyak 41 mahasiswa Indonesia pada 8 Juni 2021 menjalani tes PCR sebelum terbang meninggalkan Israel pada 10 Juni 2021. Mereka kembali ke tanah air setelah belajar pertanian di kampus AICAT di selatan Israel. (Albalad.co)

Belajar bertani di negara Zionis

Sayangnya tidak ada keterlibatan pemerintah Indonesia. Alhasil, setiap lulusan AICAT tidak tersalurkan ilmu dan pengalamannya.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Pangeran Saudi divonis dua tahun penjara dan denda Rp 382 juta karena palsukan ijazah

Dalam putusan lainnya, seorang mayor jenderal dihukum penjara delapan tahun dan denda Rp 611 juta.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Program culik pengkritik Erdogan

Freedom House menempatkan Turki di peringkat pertama dalam daftar negara penculik warganya di luar negeri sejak 2014.

18 Juni 2021

TERSOHOR