kisah

Tapak Qahir jejak Gigi

Qahir Harhasy, model lelaki Palestina pertama, siap menembus panggung dunia.

09 Desember 2015 07:26

Akhir Oktober lalu, Qahir Harhasy, model lelaki muslim Palestina pertama, sejatinya janjian wawancara dengan sejumlah media Israel di rumahnya di kawasan Wadi Joz, Yerusalem Timur. Kesepakatan itu dicapai setelah Qahir berpose bareng model Israel Noam Frost untuk katalog pakaian musim dingin 2016 bikinan Rina Zin.

Qahir benar-benar senang dengan rencana wawancara itu. Dia merasa kian dekat dengan impiannya menjadi model terkenal. Namun situasi di Israel memanas sejak perlawanan rakyat Palestina meningkat pada September. Hingga akhirnya pertemuan dengan beberapa media Israel itu dipindah ke kantor agensi model Roberto Ben Shoshan di Ibu Kota Tel Aviv, Israel.

Dia mengaku takut keluar rumah sekarang ini. "Bahkan sukar bagi saya untuk ke stasiun bus pusat buat pergi ke Tel Aviv untuk menghadiri wawancara itu," kenang Qahir. Dia kemudian memutuskan berpakaian seperti kebanyakan anak muda: bercelana jins ketat warna hitam, berkaus kerah putih, dan berjaket kulit hitam. Dia berhasil melewati pos pemeriksaan Israel tanpa kendala.

Pemuda 17 tahun ini dilahirkan di Yerusalem Timur dan dia bungsu dari lima bersaudara, dengan tiga kakak perempuan dan satu abang lelaki. Ayahnya, manajer bengkel, dan ibunya bercerai saat dia berumur tujuh tahun. Ibunya menikah lagi dan Qahir kini tinggal bareng ibunya, ayah tirinya, dan tiga saudara kandungnya.

Pelajar di sekolah internasional Amerika di Bait Hanina ini bilang sejak belia memang ingin menjadi model. Cita-cita itu muncul saat dia melihat Tyson Beckford, model asal Amerika Serikat berdarah campuran Jamaika, Panama, dan Cina di Fashion Channel. Dia mengaku terinspirasi oleh penampilan unik Beckford. Dia tidak mau meniru model-model tersohor dan mau memiliki kekhasan.

Ketika dua tahun lalu Qahir bilang ingin menjadi model fesyen, keluarganya mengangkat alias. "Semua orang menolak. Orang-orang di sekitar saya bilang, 'Dia bukan model,'" ujarnya.

Qahir tidak menyerah. Dia mendatangi satu-satu agen model Israel tapi semua menolak di kesempatan pertama. "Jawaban saya terima seperti, 'Dengan sangat menyesal, kamu bukan wajah cocok buat kami saat ini.' Saya sangat putus asa," tuturnya.

Tapi dia sadar banyak orang awalnya juga tidak menerima Kate Moss dan Tyra Banks setelah mendatangi enam atau tujuh kantor model. Hingga akhirnya dia bertemu agensi Roberto saat hampir semua agen di negara Zionis itu membuat dia kecewa. Dia langsung menjalani wawancara.

"Anda tidak bisa menolak tapi langsung jatuh cinta kepada dia," kata Roberto Ben Shoshan ketika bertemu Qahir pertama kali. Pamor Ben Shoshan melejit setelah model binaannya, Sofia Mechetner, gadis 14 tahun dari Holon, meneken kontrak dengan Dior. Ben Shoshan bahkan sampai membikin pagelaran busana sendiri.

Menurut Ben Shoshan, tadinya para manajer sejumlah merek terkenal di Israel tertarik dengan Qahir dan bahkan sudah meneken kontrak buat pemotretan. Namun mereka mundur setelah bentrokan Palestina-Israel meletup.

Qahir mengatakan agen pribadinya, Rotem Gur, juga agen dari Mechetner, tidak mau memberitahu merek mana saja kesengsem mengontrak dirinya.

Ben Shoshan menjelaskan Qahir mempunyai data statistik bagus buat sukses di luar negeri. "Pertama dia memiliki tinggi badan pas, 1,86 meter. Tampangnya sangat menantang dan dia kalem," katanya. "Saya tahu dia bakal jadi terkenal ketika saya bertemu dia. Dia memberi saya satu ton harapan."

Qahir menyatakan ingin menjadi figur publik mewakili generasinya tapi dia tidak ingin menjadi ikon perjuangan politik. Dia trauma dengan insiden berlangsung Ramadan tahun ini, setelah orang tuanya bercerai.

Ketika dia sekeluarga tengah makan malam, tiba-tiba ada sinar laser merah membidik mereka. Tiga kakak perempuannya berteriak histeris. Lantas pasukan Israel mendobrak masuk ke dalam rumah dan menangkap pamannya. Tapi dia tidak mau menceritakan kejadian itu secara rinci lantaran pamannya, bekas pejabat senior di Fatah, masih mendekam dalam penjara Israel.

Qahir bulan lalu terbang ke Kota Milan, Italia, salah satu pusat mode dunia. Dia sana dia bertemu banyak agen model ternama. Dia merasa seolah sudah menggapai mimpinya.

Dia berambisi menyamai atau kalau bisa melebihi pencapaian Lucky Blue Smith, model Amerika seumuran dengan dia. "Dia meroket sangat cepat dan telah bekerja sama dengan banyak perancang top dunia, seperti Calvin Klein dan Tom Ford," katanya. "Di samping itu, saya benar-benar menyukai Gigi Hadid. Dia tidak takut untuk mengatakan dia orang Palestina."

Gigi Hadid adalah model Amerika berdarah Palestina. Gadis 20 tahun ini tahun lalu dinobatkan sebagai satu dari 12 model pendatang baru terbaik saat berpose dengan pakaian renang untuk majalah Sports Illustrated.

Orhan Inandi, warga Kirgistan asal Turki, diculik oleh para agen intelijen Turki pada 31 Mei 2021 di Ibu Kota Bishkek, Kirgistan. (Turkish Minute)

Program culik pengkritik Erdogan

Freedom House menempatkan Turki di peringkat pertama dalam daftar negara penculik warganya di luar negeri sejak 2014.

Gudang tempat penyimpanan dokumen rahasia program nuklir Iran di kawasan Shorabad, selatan Ibu Kota Teheran, Iran, dicuri oleh sekitar 20 agen Mossad pada 31 Januari 2018. (Peime Minister's Office)

Mossad dan pengkhianatan di negara Mullah

Mantan Direktur Mossad Yossi Cohen untuk pertama kali bercerita bagaimana para agennya berhasil mencuri berton-ton dokumen nuklir Iran dari gudang penyimpanan di Teheran.

Sebanyak 41 mahasiswa Indonesia pada 8 Juni 2021 menjalani tes PCR sebelum terbang meninggalkan Israel pada 10 Juni 2021. Mereka kembali ke tanah air setelah belajar pertanian di kampus AICAT di selatan Israel. (Albalad.co)

Belajar bertani di negara Zionis

Sayangnya tidak ada keterlibatan pemerintah Indonesia. Alhasil, setiap lulusan AICAT tidak tersalurkan ilmu dan pengalamannya.

Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah bertemu pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei di Ibu Kota Teheran. (Khamenei.ir)

Roket Syiah, milisi Sunni, target Zionis

Kesamaan tujuan membikin Iran bisa lebih fleksibel dalam memberikan bantuan tanpa melihat perbedaan paham.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Program culik pengkritik Erdogan

Freedom House menempatkan Turki di peringkat pertama dalam daftar negara penculik warganya di luar negeri sejak 2014.

18 Juni 2021

TERSOHOR