kisah

Langka pohon Natal di Yerusalem

Hal lain mencemaskan di Yerusalem adalah kian merosotnya jumlah pengikut Yesus di sana.

25 Desember 2015 01:05

Dalam Alkitab disebutkan Yerusalem memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan Yesus. Di sanalah Yesus disalib dan bakal dibangkitkan.

Namun atmosfer Natal tidak kentara di kota suci bagi tiga agama itu: Yahudi Nasrani, dan Islam. Pusat-pusat belanja di Yerusalem tidak menjual aksesori Natal.

Penganut Kristen tidak sampai dua persen dari hampir 900 ribu penduduk Yerusalem. Di Israel, hari Natal sama seperti hari biasa lainnya, tidak ada yang istimewa. Kantor-kantor pemerintah buka. Hanya saja Natal tahun ini berbeda karena di hari Jumat. Jadi semua diliburkan demi menghormati Sabbath dirayakan orang Yahudi besoknya.

Barangkali ini bakal membikin orang kaget: sungguh sulit mencari pohon Natal di Yerusalem. Hanya tersisa sedikit.

Bagi siapa saja tinggal di Yerusalem ingin mencari pohon Natal mempunyai dua pilihan. Sebagian orang Palestina pergi ke Bait Jala atau Bethlehem untuk mendapatkan cemara hidup atau baru saja ditebang.

Atau bermobil sekitar setengah jam ke hutan cemara dikelola JNF (Dana Bangsa Yahudi) di Beith Shemesh. JNF menjual pohon-pohon cemara buat perayaan Natal itu 70 shekel atau kini setara Rp 244.750 per pohon.

JNF saban tahun membagikan 800 pohon cemara gratis untuk merayakan Natal. Kedutaan besar Inggris, Rusia, dan Amerika Serikat biasanya kebagian hingga 84 pohon untuk para staf mereka. Sebanyak 200 pohon lainnya diberikan ke Balai Kota Yerusalem, untuk dibagikan kepada penduduk Kristen Palestina. Sisanya baru dijual.

Katrina Ligett, asal New Hampshire, Amerika Serikat, baru setahun tinggal di Israel bareng suaminya dan tahun ini adalah Natal pertama mereka di negara Zionis itu. Dia datang ke hutan JNF buat membeli pohon Natal. "Kami mencari lewat Google dengan kata kunci pohon Natal dan Yerusalem, akhirnya kami tiba di sini," kata Katrina.

Bukan sekadar kelangkaan pohon Natal, hal lain mencemaskan di Yerusalem adalah kian merosotnya jumlah pengikut Yesus di sana. Angka penganut Nasrani di Yerusalem tetap sejak 1967, sedangkan jumlah kaum Yahudi dan muslim terus bertambah.

"Kami tidak berupaya menjadikan orang Yahudi berpindah agama ke Kristen," ujar George Assousa, orang Kristen Palestina ahli nuklir. "Kami (orang Nasrani di Yerusalem) bakal lenyap."

Dua tahun lalu Knesset (parlemen Israel) membahas usulan dari anggotanya, seorang Arab Kristen, untuk menaruh sebuah pohon Natal di halaman kompleks gedung Knesset. Gagasan ini akhirnya ditolak.

Natal memang hadir di Yerusalem, tapi mencari pohon Natal asli tegak di sana sulitnya bukan main.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah sepi dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Sejarah haji batal

Pada 1831, wabah penyakit dari India menewaskan tiga perempat dari jumlah jamaah sedang berhaji. Selama 1837 hingga 1892, penyakit menular membunuh ratusan jamaah saban hari.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Wabah Wuhan kosongkan rumah Tuhan

Virus Covid-19 membuat warga global kelabakan. Mulai urusan dunia sampai akhirat berantakan.

Puetra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz. (Middle East Eye)

Singgasana berdarah negara Kabah

Penangkapan dilakukan lantaran Pangeran Ahmad bersama Pangeran Muhammad bin Nayif kerap membahas soal bagaimana mencegah Bin Salman naik takhta.

Mataf (tempat bertawaf di sekitar Kabah) ditutup selama umrah dilarang. (Saudi Gazette)

Kabah resah jamaah gelisah

"Umrah Ramadan dan haji adalah ladang uang sangat banyak bagi Saudi. Mereka tentu tidak rela kalau dua momen itu terlewatkan," kata Dr. Irfan al-Alawi.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Sejarah haji batal

Pada 1831, wabah penyakit dari India menewaskan tiga perempat dari jumlah jamaah sedang berhaji. Selama 1837 hingga 1892, penyakit menular membunuh ratusan jamaah saban hari.

25 Maret 2020

TERSOHOR