kisah

Terpaksa seranjang dengan ISIS

Hanan terpaksa menikah dengan kepala kantor polisi ISIS sebagai syarat membebaskan ayahnya dari penjara.

11 Februari 2015 00:07

Identitasnya disembunyikan. Hanan cuma nama alias. Dia masih hidup dalam ketakutan dan trauma meski sekarang tinggal bersama kerabatnya di Turki, jauh dari wilayah kekuasaan kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Tangisnya langsung pecah saat menceritakan pengalaman buruknya kepada reporter stasiun televisi CNN. Hanan, kini 26 tahun, terpaksa menikah dengan anggota ISIS sebagai syarat pembebasan ayahnya.

Tragedi itu bermula saat pasukan ISIS menguasai kampung halamannya di timur Suriah. Lalu ayahnya ditahan lantaran menyimpan senapan serbu AK-47. Senjata itu milik abangnya Hanan terbunuh dalam pertempuran dan disimpan sebagai kenangan.

Penahanan ayahnya itulah awal dari penderitaan Hanan. Demi membebaskan sang ayah, dia mau menjadi pengantin buat Abu Muhammad al-Iraqi. Dia adalah kepala kantor polisi tempat ayahnya dikurung. "Saya mesti menerima pinangan itu," katanya.

Hanan tidak pernah tahu siapa nama sebenarnya Abu Muhammad. Dia tinggi, kurus, dan bersuara berat. Orangnya berambut dan berjenggot panjang. Dia selalu tidur dengan sebuah senjata di samping kepalanya.

"Saya tidak punya rasa dan kemauan," ujar Hanan menceritakan malam pertamanya. Abu Muhammad sangat bernafsu menyetubuhi dia. "Saya merasa dia hanya ingin mengambil apa yang menjadi haknya dan sepertinya harus."

Sehabis malam pengantin, Hanan hidup seperti tawanan di rumah Abu Muhammad. Dia kerap dikunci berhari-hari. Komunikasi dengan orang tuanya juga dibatasi dan selalu diawasi. Hanan bukan seperti istri. Dia mirip korban penculikan, pembantu, dan budak seks.

Untungnya, dia cuma sebulan tinggal di kediaman suaminya itu. Abu Muhammad tewas dan dia dikirim pulang ke rumah orang tuanya.

"Sesuatu dalam diri saya telah hilang, sesuatu tidak bisa saya peroleh kembali," ujar Hanan. "Ibu saya cuma mampu menangis. Ayah saya juga karena saya berkorban untuk dia."

Tapi Hanan belum benar-benar bebas. Seorang pemimpin ISIS di kotanya ingin bertemu tapi dia tolak.

Sejumlah utusan perempuan bukan orang Suriah datang ke rumahnya. Mereka arogan dan tidak menyenangkan. Mereka menyampaikan pesan dari pemimpin ISIS setempat: Hanan mesti menikah lagi dengan pejuang ISIS lainnya.

Hanan tidak mau lagi mengalami trauma. Dia kabur dari Suriah dan sekarang menetap bersama kerabatnya di Turki.

Kasus menimpa Hanan bukan hal baru. Menurut kelompok aktivis Raqqah Is Being Slaughtered Silently, ada ratusan gadis Suriah bernasib serupa. Bahkan sekitar sepertiga dari gadis-gadis dipaksa kawin dengan anggota ISIS masih berusia di bawah 18 tahun.

Hanan bilang banyak gadis Suriah memilih mendekam di rumah saat sudah berumur 13 tahun. "Mereka takut dipaksa menjadi pengantin, budak, dan piala bergilir ISIS."

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.

Struktur ISIS diambil dari dokumen bikinan Haji Bakar. (derspiegel.de)

Ramadan dan kebangkitan ISIS

Kebangkitan ISIS bukan sekadar jumlah serangan mereka lakukan kian banyak. Namun serbuan mereka lakoni berakibat fatal dan serangan mereka bervariasi.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Asmara terlarang Puteri Haya

Puteri Haya menghadiahi pengawal pribadinya dengan beragam hadiah, termasuk pistol seharga Rp 943 juta. Selingkuhannya ini juga dikasih uang tutup mulut sebesar Rp 22,6 miliar.

23 November 2020

TERSOHOR