kisah

Sinterklas Suriah asal Indonesia

Dato Tahir merayakan ulang tahun ke-65 bareng anak-anak pengungsi Suriah.

03 April 2017 21:00

Paras UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir sumringah saat bertemu lagi dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi Suriah tinggal di kamp Azraq di Provinsi Zarqa, Yordania.

Kamp Azraq mulai beroperasi sejak April 2014 untuk menampung para pengungsi Suriah. Menurut seorang staf UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa), kamp ini sekarang dihuni sekitar 55 ribu pengungsi asal negara Syam, setengahnya anak-anak.

"Hari ini saya sangat bahagia karena bisa berjumpa lagi dengan kalian semua," kata Dato Tahir hari ini, saat mengunjungi keluarga Abu Muhammad di tenda penampungannya, berukuran sekitar 4x6 meter persegi, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari Yordania.

Abu Muhammad tiba di Azraq pada 2014 setelah lari dari kampung halamannya di Daraa. Dia tinggal di kamp Azraq bersama istri dan lima anaknya - Amani (11 tahun), Manal (9), Malak (7), Muhammad (5), dan Syam (4).

Sebelum perang meletup di Suriah pada 2011, Abu Muhammad bekerja di bengkel pengecatan mobil.

Dato Tahir mengaku selalu teringat dengan anak-anak Abu Muhammad sejak kunjungan pertamanya ke Azraq Oktober tahun lalu. "Meski jauh di mata kalian selalu dekat di hati," ujar orang terkaya versi majalah Forbes 2017 ini.

Filantrofis berharta US$ 2,8 miliar itu berdoa agar masa depan kelima anak Abu Muhammad bisa lebih baik. Dia mengangkat mereka sebagai cucu, tambahan atas sebelas cucu aslinya. Dato Tahir juga memberikan fulus US$ 200 ribu untuk biaya kuliah kelima anak Abu Muhammad. 

Selain itu, lewat UNHCR pula Dato Tahir memberi bantuan US$ 2,2 juta. Sebanyak US$ 1 juta buat tunjangan keluarga pengungsi dan sisanya untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya di 20 sekolah pengungsi.

Dato Tahir dan rombongan kemudian ke pusat kegiatan masyarakat, disambut tepuk tangan riuh anak-anak pengungsi. Di sana rombongan Dato Tahir disuguhi ketrampilan taekwondo anak-anak pengungsi asuhan warga Korea Selatan. 

Sebelum meninggalkan kamp Azraq, anak-anak pengungsi merayakan ulang tahun Dato Tahir ke-65, dengan lima kotak kue dilengkapi lilin.

Dalam sambutannya, dia mengaku merasa sangat bahagia bisa berkumpul sekaligus merayakan ulang tahunnya bareng anak-anak pengungsi Suriah.

Sebelum pergi, dia secara simbolik menyerahkan bola tendang tas untuk dibagikan kepada anak-anak itu.

Dato Tahir memang hanya sekitar dua jam di Azraq, tapi itu sudah cukup memberi kegembiraan bagi anak-anak pengungsi Suriah. Bantuan bagi penampungan, tunjangan fulus buat keluarga, tas, dan bola menjadi kado terindah.

Bagi anak-anak pengungsi Suriah, Dato Tahir tak ubahnya Sinterklas. Dari negeri ribuan kilometer jauhnya, dia rela datang untuk berbagi kebahagiaan dan hadiah.

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Merendah di hadapan pengungsi Suriah

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujarnya. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Dato Tahir tengah bertanding futsal menghadapi anak-anak pengungsi Suriah. (Dokumentasi KBRI Amman)

Bersua Julia Roberts asal Hama

Almar dan ketiga saudara kandungnya juga tidak sungkan berdekatan dengan salah satu keluarga paling tajir di Indonesia itu.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tiru Dato Tahir, para taipan Indonesia diajak bantu pengungsi Palestina

Dato Tahir juga menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Benci Khamenei, muak Mullah

Sebagian penduduk di negeri Mullah itu tidak mau lagi dipengaruhi oleh propaganda rezim.

17 Januari 2020

TERSOHOR