kisah

Istana musim panas Raja Husain di Yerusalem

Pembangunan tempat rehat penguasa Yodania itu terhenti setelah Israel mencaplok Yerusalem pada 1967.

24 Mei 2017 23:10

Ia mungkin menyajikan pemandangan terbaik di Yerusalem. Dengan ketinggian 850 meter di atas permukaan laut, Tal al-Ful terletak di atas permukiman Bait Hanina, Shoafat, dan Pisgat Ze'ev di utara kota suci tiga agama tersebut. 

Ketika cuaca cerah, dari atas sana bisa terlihat Laut Mediterania, Laut Mati, dan Ibu Kota Amman, Yordania.

Karena itulah, pada 1965 Raja Husain dari Yordania memutuskan membangun istana musim panas di puncal Tal al-Ful, setelah dia menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota kedua negara Bani Hasyim.

Dia tidak mengantisipasi dua tahun kemudian Bukit Tal al-Ful dan seluruh Yerusalem Timur dicaplok Israel.

Kini, setengah abad setelah Perang Enam Hari berakhir, rangka bangunan mestinya menjadi istana keluarga Kerajaan Yordania masih berdiri tidak tersentuh. Hanya sedikit berubah sejak hari kedua perang meletup.

Israel berupaya tidak membikin marah keluarga Kerajaan Bani Hasyim. Selama lima dasawarsa terakhir, negara Zionis itu tidak merobohkan rangka bangunan atau membangun sesuatu di puncak Tal al-Ful. Israel menghormati lokasi itu sebagai kepunyaan Yordania.

Orang bisa ke sana untuk melihat langsung calon istana Raja Husain gagal berdiri. Tidak ada penjagaan sama sekali. 

Tiang-tiang penyangga lantai dua sudah dipenuhi beragam coretan. Sebagian dalam bahasa Arab, kebanyakan menggunakan huruf Latin. 

Menurt Husam Watid, pejabat dari Pemerintah Kota Bait Hanina, orang-orang sering puncak Tal al-Ful biasanya untuk merokok atau mabuk-mabukkan. Banyak juga yang menjadikan lokasi rangka istana Raja Husain tempat pembuangan puing. 

Agar kawasan itu tidak digunakan untuk kegiatan terlarang, pada 2011 Badan Waqaf Palestina memagari lokasi sekitar calon istana Raja Husain.

Israel segera menghentikan proyek itu dan menghancurkan pagar sudah terlanjur berdiri.

Watid bilang kejadian itu cuma kesalahpahaman. Mestinya hal itu tidak terjadi kalau Waqaf memberitahu Israel soal pemagaran puncak Tal al-Ful.

Ketika Raja Husain memutuskan puncak Bukit Tal al-Ful sebagai lokasi istana musim panasnya, bukan lantaran pemandangan indah dan udara segar. 

Eran Tzidkiyahu, peneliti di the Forum for Regional Thinking, lembaga pemikiran berkantor di Yerusalem, menjelaskan Raja Husain ingin membangun istana di sana untuk membuktika dia menguasai Yerusalem Timur.

Dia menekankan Raja Husain tidak hanya harus takut kepada Israel tapi juga terhadap makin menguatnya gerakan perlawanan rakyat Palestina.

Dia kemudian menjadi putera mahkota lalu Raja Yordania setelah kakeknya, Abdullah, ditembak mati di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Pembunuhnya adalah orang Palestina.

"Waktu Yordania mendapat Yerusalem, mereka memperoleh kembali status sebagai pelindung Islam," kata Tzidkiyahu. Dia menjelaskan negara Bani Hasyim itu kehilangan stayus tersebut setelah bani Saud menjadi penguasa Makkah dan Madinah. 

Di permulaan 1930-an, Syarif Husain bin Ali - penguasa Makkah merupakan leluhur dari Raja Yordania Abdullah, dikuburkan di Al-Aqsa. Gambar Masjid Kubah Batu masih ada di mata uang Yordania. Amman juga masih menggaji karyawan Waqaf. 

Sebelum dan sesudah Perang Enam Hari, Juni 1967, Raja Husain menghadapi penolakan atas aneksasinya terhadap Yerusalem Timur. Dia rupanya tidak memperlakukan wilayah itu dengan baik.

Anggaran pembangunan bagi Yerusalem Timur minim. Bahkan secara militer, wilayah diklaim sebagai ibu kota kedua Yordania setelah Amman itu, tidak siap menghadapi serbuan pasukan Israel dalam Perang Enam Hari.

Alhasil, Israel berhasil mencaplok Yerusalem Timur dan mimpi Raja Husain membangun istana di atas Bukit Tal al-Ful pin kandas.

 

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.

Bendera Amerika Serikat dan Israrl dijadikan keset di pintu masuk sebuah masjid di Provinsi Khuzestan, barat daya Iran. (Twitter)

Benci Khamenei, muak Mullah

Sebagian penduduk di negeri Mullah itu tidak mau lagi dipengaruhi oleh propaganda rezim.

Gambar ilustrasi Imam Husain, syahid di Karbala, tengah memeluk mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di surga. Sulaimani tewas akibat serangan udara Amerika Serikat di Baghdad, 3 Januari 2020. (Khamenei.ir)

Maut jemput syuhada hidup

Mencari tahu lokasi Sulaimani telah lama menjadi prioritas bagi intelijen dan militer Amerika serta Israel, terutama saat dia sedang berada di Irak.

Foto dan nama 15 warga Arab Saudi diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. (Sabah)

Mahkamah sandiwara bagi mendiang Khashoggi

Saudi mulanya berbohong. Mereka membantah Khashoggi dibunuh. Setelah banyak bukti diungkap oleh Turki, Riyadh mengakui Khashoggi tewas karena berkelahi. Lalu mereka mengoreksi Khashoggi memang dibunuh secara keji dan terencana.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.

22 Januari 2020

TERSOHOR