kisah

Pangeran Kabah kesengsem wajah Yesus

Salvator Mundi terjual seharga US$ 450,3 juta, mengalahkan rekor sebelumnya, lukisan bikinan Pablo Picasso, the Women of Algiers, laku senilai US$ 179,4 juta.

20 Desember 2017 23:55

Dia baru muncul melalui telepon sehari menjelang lelang di rumah lelang Christie's di Kota New York, Amerika Serikat. Barang bakal dilelang bulan itu adalah karya seni legendaris bikinan maestro pelukis Leonardo Da Vinci.

Calon pembeli ini tidak dikenal di kalangan kolektor benda-benda seni supermahal. Karena itu, ketika dia menyerahkan deposit US$ 100 juta sebagai syarat untuk ikut lelang, para pengacara Christie's berupaya memastikan apakah pembeli misterius ini memang layak.

Ada dua pertanyaan diajukan kepada Pangeran Badar bin Abdullah bin Muhammad bin Farhan as-Saud, sang calon pembeli lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi (Juru Selamat Dunia) tersebut:

Dari mana dia memperoleh uang untuk deposit? Dan apa hubungannya dengan Raja Salman bin Abdul Aziz, penguasa Arab Saudi?

Pangeran Badar menjawab singkat: real estate tanpa mau menjelaskan lebih lanjut. Dia bilang dia adalah satu dari lima ribu pangeran di keluarga Bani Saud.

Lelang itu dilakukan pada 15 November lalu, kurang dari dua pekan setelah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menangkapi ratusan pangeran, konglomerat, dan pejabat atas tudingan korupsi.

Pangeran Badar muncul sebagai pememang setelah memberikan penawaran tertinggi terhadap Salvator Mundi, yakni US$ 450,3 juta. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari rekor sebelumnya, lukisan bikinan Pablo Picasso, the Women of Algiers, terjual seharga US$ 179,4 juta melalui rumah lelang Christie's dua tahun lalu.

Lelang dimulai dengan harga US$ 100 juta dari seorang kolektor rahasia. Angkanya kemudian naik US$ 10 juta dan dalam waktu singkat melompat hingga ke angka US$ 225 juta.

Penawaran terhadap Salvator Mundi merangkak naik US$ 5 juta lagi dan menyentuh harga US$ 260 juta dalam waktu kurang dari dua menit setelah lelang dimulai. Kemudian hanya tersisa dua penawar: Pangeran Badar dan satu orang diwakili oleh Francois de Poortere, kepala urusan lukisan tua di Christie's.

Tawaran mulai melambat, naik cuma US$ 2 juta. Ketika harga mulai mencapai US$ 330 juta, Pangeran Badar membuat semua orang terhenyak setelah mengajukan tawaran US$ 350 juta. Sekitar 19 menit proses lelang berlangsung, Pangeran Badar menaikkan lagi harga Salvator Mundi US$ 30 juta sehingga menjadi US$ 400 juta.

Karya agung dari Leonardo Da Vinci itu pun akhirnya laku terjual seharga US$ 450 juta kepada Pangeran Badar.       

Salvator Mundi tadinya kepunyaan konglomerat asal Rusia Dmitry E. Rybolovlev, pembeli rumah milik Donald Trump di Florida hampir satu dasawarsa lalu. Dia membeli lukisan ini pada 2013 senilai US$ 127,5 juta.  

Akhirnya ketahuan Pangeran Badar cuma orang suruhan. Pembeli sebenarnya adalah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, juga merupakan anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz.

Keduanya berteman dekat sejak lama karena sama-sama pernah kuliah di Universitas Raja Saud, Riyadh. Pangeran Muhammad telah menunjuk Pangeran Badar untuk memimpin the Saudi research and Marketing Group, perusahaan media milik keluarga Bin Salman merupakan penerbit surat kabar Pan-Arab dan Asy-Syarq al-Ausat. Raja Salman Juli lalu mengangkat Pangeran Badar menjadi kepala komisi untuk mengembangkan wisata kepurbakalaan di Provinsi Al-Ula.

Pihak Museum Louvre Abu Dhabi bilang Salvator Mundi kini menjadi koleksi mereka. Namun tidak diketahui apakah itu hadiah, pinjaman, atau sewaan. Pastinya, Putera Mahkota Abu Dhabi Muhammad bin Zayid bersahabat dengan Pangeran Muhammad bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Tipuan Bin Salman di malam Ramadan

Proses pemilihan Bin Salman menjadi putera mahkota Arab Saudi tidak sah.

Bakal lokasi pembangunan kota raksasa Neom senilai lebih dari US$ 500 miliar di wilayah barat Arab Saudi. (Neom)

Kilau Neom petaka Huwaitat

Paling sedikit akan ada 20 ribu orang dari suku Huwaitat bakal terusir dari kampung halaman mereka tanpa ada informasi di mana mereka bakal diberi lahan pengganti.

Chairman SoftBank Masayoshi Son dan Wakil Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Press Agency)

Salah urus Bin Salman dan kebangkrutan ekonomi Saudi

Propek Saudi menjadi negara pengutang murni bukan khayalan. Pertanyaannya, seberapa cepat hal itu akan terjadi.

Poster Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman terpasang di Ibu Kota Beirut, Libanon. (news.sky.com)

Revolusi Saudi

Takut terjadi huru hara, pihak keamanan mengubur jenazah Abdurrahim di Tabuk dan hanya boleh dihadiri segelintir orang.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Langkah awal akhiri karier Netanyahu

Rakyat Israel sekarang menghadapi dilema: mengakhiri karier politik Netanyahu atau mati-matian mempertahankan sang pemimpin legendaris dengan segudang prestasi setelah itu terus berkuasa.

25 Mei 2020

TERSOHOR