kisah

Kenangan hambar di kamp Azraq

Di sanalah, seperti tahun lalu, sinterklas Suriah dari Indonesia ini merayakan ulang tahunnya ke-66.

11 April 2018 08:15

Meski sudah memasuki musim semi, angin dingin terasa menusuk tulang menyambut rombongan UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir dan Duta Besar Indonesia buat Yordania Andy Rachmianto, kemarin pagi tiba untuk ketiga kalinya di kamp pengungsi Suriah di Azraq, Yordania. 

Kedatangannya disambut pimpinan UNHCR (Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi) di Yordania. Setelah berbincang sebentar, rombongan Dato Tahir bareng pimpinan UNHCR langsung menuju ke tempat penampungan pengungsi, terletak di tengah gurun sunyi dan berjarak sekitar sejam bermobil dari Ibu Kota Amman.

Tapi kali ini Dato Tahir diajak ke desa berbeda ketimbang saat dia melawat tahun lalu. Kamp Azraq,  dibikin UNHCR pada 2014 dan dihuni sekitar 50 ribu pengungsi Suriah, terdiri dari empat desa. 

Taipan asal Indonesia ini lantas diajak mengunjungi keluarga Isa Saleh, pengungsi dari Palmyra, tinggal dalam sebuah tempat penampungan berukuran 4x6 meter persegi, seperti dilaporkan wartawan Albalad.co Faisal Assegaf dari kamp Azraq.

Isa Saleh, 48 tahun, menetap di kamp Azraq bareng istri dan sembilan anaknya. Putri sulungnya bernama Nagam, 19 tahun, selalu menutupi wajahnya dengan topi saat pertemuan dengan Dato Tahir. Anak bungsu, Judi, berwajah kemerah-merahan baru berumur 2,5 tahun.

Dato Tahir berbincang akrab dan tanpa jarak dengan Isa sekeluarga, dibantu Nida Yasin dari UNHCR sebagai penerjemah. Dia duduk di sebelah Isa. 

Isa bercerita dia sekeluarga tinggal di kamp Azraq sejak awal tahun lalu. "Saya tidak mau kembali ke Suriah. Saya ingin mengajak keluarga saya menetap di negara lain," katanya. 

Menurut Isa, dia mampu memberikan keluarganya makan pagi dan siang namun makan malam tidak tentu. Dia tadinya bekerja sebagai montir di Palmyra. 

Di tengah perbincangan, Dato Tahir teringat kelima cucu angkatnya - Amani (kini berusia 12 tahun), Manal (10), Malak (8), Muhammad (6), dan Syam (5) - telah kembali ke Suriah. Dia lantas menunjukkan foto kelima cucu angkatnya itu kepada keluarga Isa.

Dato Tahir sempat mendoakan keluarga Isa dan pengungsi lainnya di kamp Azraq. "Tuhan, ke mana saja mereka mau pindah setelah dari sini, berkahilah mereka. Bimbinglah anak-anak mereka. Berikanlah kebahagiaan kepada kehidupan mereka."

Dari kediaman keluarga Isa, rombongan Dato Tahir lantas menuju pusat kegiatan masyarakat. Puluhan anak pengungsi Suriah dari Daraa, Homs, Idlib riuh menyambut.

Di sanalah, seperti tahun lalu, sinterklas Suriah dari Indonesia ini merayakan ulang tahunnya ke-66. Anak-anak pengungsi Suriah kemudian berebut meniup lilin dan kue.

Pendiri sekaligus chairman Mayapada Group dan the Tahir Foundation itu juga sempat bermain bola sepak dengan anak-anak pengungsi. Dia juga mencoba membikin keramik di balai latihan kerja pengungsi.

Duta Besar Andy Rachmianto memuji kerja amal Dato Tahir selama ini, termasuk membantu pengungsi Suriah dan Palestina. "Ini merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan mengangkat citra Indonesia di dunia internasional," ujarnya. 

Dato Tahir memang menikmati kunjungannya ke kamp Azraq kali ini. Tapi ingatannya terbayang kepada nasib kelima cucu angkatnya sudah pulang ke Suriah. 

Dia memikirkan keselamatan dan masa depan mereka. "Saya bersedia terbang ke Damaskus untuk bertemu mereka."

Bagi Dato Tahir, lawatannya kali ini ke kamp Azraq terasa hambar. Sebab dia tidak bisa mengulang kenangan manis bertemu kelima cucu angkatnya seperti tahun lalu. 

 

 

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Merendah di hadapan pengungsi Suriah

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujarnya. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Dato Tahir bareng istri, anak, menantu, dan cucu bercengkerama dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, 2 Oktober 2019. (Faisal Assegaf, Albalad.co)

Dato Tahir: Membantu pengungsi membuat saya makin bersyukur

"Sesuai ajaran orang tua, ajaran agama, kita mesti merasa bersyukur dengan datang ke sini membantu mereka," ujar Dato Tahir. "Saya menjalani hal sebetulnya harus dijalani setiap orang."

Dato Tahir tengah bertanding futsal menghadapi anak-anak pengungsi Suriah. (Dokumentasi KBRI Amman)

Bersua Julia Roberts asal Hama

Almar dan ketiga saudara kandungnya juga tidak sungkan berdekatan dengan salah satu keluarga paling tajir di Indonesia itu.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir saat berbincang dengan keluarga pengungsi asal Suriah di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tiru Dato Tahir, para taipan Indonesia diajak bantu pengungsi Palestina

Dato Tahir juga menjadi konglomerat Indonesia pertama membantu sekaligus mengunjungi kamp pengungsi Suriah, dilakoni sejak 2016.





comments powered by Disqus