kisah

Mata-mata Gaza

Dua putra pemimpin Hamas juga ada yang menjadi informan Israel.

17 Juli 2020 21:06

Pengkhianatan dalam tubuh Hamas bukan hal baru. Kemiskinan dan tingginya pengangguran di Jalur Gaza, wilayah seluas 360 kilometer persegi dan dihuni sekitar dua juta orang, memaksa sebagian warga Palestina, termasuk anggota Hamas atau Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas), menjadi informan bagi penjajah Israel.

Maklum saja, bayaran menjadi informan bagi negara Zionis itu bisa mencapai US$ 1 ribu saban bulan. Menurut Kementerian Pembangunan Sosial Hamas, tahun lalu kemiskinan dan pengangguran di Gaza - telah diblokade Israel sejak pertengahan 2007 - mencapai 75 persen.

Sila baca: Hidup nyaman setelah berkhianat

Tugas mata-mata buat Israel memang tidak mudah. Seorang informan harus mencari tahu lokasi kediaman para pentolan Hamas, gudang senjata, tempat peluncuran roket atau peluru kendali, dan di mana letak terowongan rahasia dikelola Hamas untuk menyusup ke wilayah Israel.

Ini pun saya alami ketika delapan tahun lalu saya melawat ke rumah pemimpin senior Hamas di Gaza, Mahmud Zahar. Sopir taksi sewaan saya tidak mengetahui di mana rumah Zahar berada di kawasan Tal al-Hawa, Kota Gaza. Setelah bertanya berkali-kali, baru saya bisa menemukan tempat tinggalnya.

Sila baca: Melongok kediaman pentolan Hamas

Jangankan warga biasa, pengkhianatan pun lumrah terjadi dalam tubuh Hamas, seperti dilansir Al-Arabiya Sabtu pekan lalu. Stasiun televisi asal Arab Saudi ini melaporkan seorang komandan pasukan penyelam di Brigade Izzudin al-Qassam kabur ke Israel lantaran kedoknya sebagai informan Israel di Jalur Gaza mulai terendus.

Hamas berang dengan berita itu. Mereka langsung membantah dan menyebut Al-Arabiya corong Israel. Hamas juga telah melarang dua stasiun televisi dari negara Kabah itu, Al-Arabiya dan Al-Hadath, menyiarkan liputan dari Gaza.

Sila baca: Hamas tuduh televisi asal Arab Saudi jadi corong Israel

Hamas pada 2013 menutup siaran Al-Arabiya lantaran dianggap menyebarkan kabar bohong soal bantuan Hamas untuk kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun di Mesir. Tayangan ini muncul setelah Muhammad Mursi, presiden sipil pertama Mesir terpilih lewat pemilihan umum, digulingkan Jenderal Abdil Fattah as-Sisi, hingga kini masih memimpin negara Nil itu. Mursi adalah tokoh dari Al-Ikhwan.

Namun akhirnya Hamas akui memang satu anggotanya baru-baru ini membelot ke Israel karena sudah dicurigai melakukan kegiatan espionase bagi negeri Bintang Daud itu. Abu Muhammad, juru bicara Brigade Izzudin al-Qassam, menegaskan kepada the Media Line, yang lari ke Israel bukan komandan senior tapi perwira yunior.

Menurut Gonen Ben Yitzhak, mantan agen Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel), pembelotan oleh anggota Hamas itu bukan sesuatu perlu dirayakan. "Ketika sumber informasi kita terbongkar, itu bukan sebuah kemenangan," ujarnya.

Ben Yitzhak mengakui sejak Hamas mengntrol Gaza, Israel kesulitan mencari mata-mata di sana. "Kelihatannya Israel bakal kalah dalam perang intelijen melawan Hamas," tuturnya. Ini terbukti dengan penculikan terhadap tentara Israel bernama Gilad Shalit pada 2006 dan akhirnya dibebaskan beberapa tahun kemudian lewat pertukaran tahanan.

Pengakuan adanya anggota Hamas membelot ke Israel baru-baru ini juga disampaikan oleh Wakil Kepala Biro Politik Hamas Musa Abu Marzuq.

Sila baca: Pemimpin Hamas akui satu anggotanya membelot ke Israel

Tapi jangankan anggota Hamas biasa, bahkan Musab Hasan Yusuf, putra dari pendiri sekaligus pemimpin Hamas di Tepi Barat, Syekh Hasan Yusuf juga sepuluh tahun menjadi informan Israel. Mencium gelagat akan ketahuan, dia kabur lewat bantuan bosnya di Israel dan kini menetap di Amerika serta telah menjadi pengikut Yesus.

Sila baca:

Putra Hamas dalam dekapan Yesus

Satu lagi putra pemimpin Hamas membelot

Mata-mata Israel akan selalu bermunculan di Gaza kalau kesulitan hidup sulit diajak berkompromi.

 

 

 

Seorang lelaki melewati mural bertema perjuangan di Kota Gaza. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pejabat militer Israel kunjungi Qatar buat bahas gencatan senjata dengan Hamas

Ini menjadi lawatan kedua Halevi tahun ini setelah Februari lalu di juga datang Doha dengan misi serupa.

Putra dari Jamal, nelayan di Kota Gaza, ini tengah menikmati sarapan berupa roti isi ikan sardencis kecil dan terasa pahit di sebuah pantai di Kota Gaza, Kamis, 25 Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Pengakuan anggota Hamas membelot ke Israel

Izzudin Husain bilang masih memiliki satu peluru kendali anti-jet tempur di rumahnya di Jalur Gaza. Hamas telah memerintahkan dia menembakkan senjata itu kalau ada helikopter Israel mendekat.

Suasana dalam terowongan menghubungkan Mesir dan Jalur Gaza di perbatasan Rafah, 21 Oktober 2012. (faisal assegaf/albalad.co)

Pemimpin Hamas akui satu anggotanya membelot ke Israel

Para pejabat Hamas mengklaim awal bulan ini, mereka telah membekuk jaringan informan Israel di Gaza ingin melancarkan sabotase.

Seorang pengawal pemimpin Hamas memasuki terowongan di perbatasan Rafah,  tembus dari Jalur Gaza ke Mesir, Oktober 2012. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Komandan pasukan laut Hamas berkhianat dan kabur ke Israel

Komandan Hamas itu kabur dengan membawa sebuah komputer jinjing, uang tunai, peralatan penyadap, dan sebundel dokumen rahasia.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Denyut bisnis UEA-Israel

Para investor Israel bakal lebih mempertimbangkan untuk membeli properti di UEA ketimbang London atau New York, terutama karena faktor kedekatan wilayah.

21 September 2020

TERSOHOR