kisah

Gila belanja istri Erdogan

Emine Erdogan memiliki bros seharga Rp 221 juta.

28 Oktober 2020 15:34

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kebanjiran cibiran dari para pengguna media sosial lantaran ucapan dan perbuatan tidak sejalan. Sehari setelah menyerukan rakyatnya untuk memboikot semua produk Prancis, foto sang istri, Emine Erdogan, dengan tas Hermes bikinan negara Eiffel itu kembali tersiar di dunia maya.

Tas mewah kepunyaan Emine itu seharga US$ 49.995 (kini setara Rp 733 juta). Nilainya setara enam kali gaji suaminya sebagai presiden atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.

"Erdogan mestinya bilang kepada istrinya untuk membuang tas Hermesnya sebelum menyerukan boikot terhadap semua barang-barang buatan Prancis," ledek pengguna Twitter bernama Helen asal Yunani.

Hasan Sajwani dari Uni Emirat Arab menimpali dengan ocehan, "Tuan Erdogan meminta rakyatnya memboikot produk-produk Prancis tapi lupa maskapai Turkish Airlines memiliki 174 pesawat Airbus bikinan Prancis."

Rakyat Turki sudah mafhum istri Erdogan memang penyuka barang-barang serba mahal. Tas Hermes edisi terbatas itu setidaknya dia pakai dua kali di depan publik. Dia menenteng hermes berwarna hitam itu saat menemani Erdogan akhir Juni tahun lalu menghadiri pertemuan tingkat tinggi para pemimpin negara anggota G20 di Kota Osaka Jepang.

Dia juga terlihat membawa tas Hermes ketika menghadiri konferensi ekonomi pada April 2019 di Ibu Kota Amman, Yordania.

Selain itu, Emine doyan pula pelesiran, pakaian bikinan desainer kelas dunia, dan mengoleksi barang-barang antik supermahal. Padahal dia selalu mengklaim menjalani hidup sederhana sesuai ajaran Islam.

Waktu menemani Erdogan dalam lawatan resmi ke Belgia pada Oktober 2015, ibu empat anak itu menghabiskan 1.500 euro di toko the Longchamps di Ibu Kota Brussels. Sang pengawal berjaga di depan toko masuk toko agar tidak ada pengunjung lain saat Emine asyik berbelanja.

Ketika menemani kunjungan resmi Erdogan ke Ibu Kota Warsawa, Polandia, Emine memborong barang-barang antik senilai 137 ribu pound sterling.

Perancang busana kenamaan Turki sekaligus pengkritik Erdogan, Barbaros Sansal, mengatakan Emine memiliki sebuah bros berbentuk capung seharga US$ 15 ribu (Rp 221 juta).

Alhasil, bagaimana mungkin rakyat Turki menaati seruan Erdogan untuk tidak membeli semua produk Prancis kalau istrinya saja penggemar Hermes. Dia harus bisa lebih menyuruh sang istri membuang tas Hermesnya sebelum mengajak orang lain tidak kesengsem barang-barang dari negeri Mode itu.

Ajakan boikot tentu saja sulit dipenuhi penggemar berat barang-barang supermahal seperti istri Erdogan.

 

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Seorang tentara Myanmar memakai Uzi, senapan serbu buatan Israel, saat menghadapi demonstran antikudeta. (Twitter)

Teknologi militer Israel, darah demonstran Myanmar

Jenderal Senior Ming Aung Hlain, panglima angkatan bersenjata Myanmar memimpin kudeta awal bulan lalu, pernah mengunjungi kantor Elbit saat melawat ke Israel pada 2015.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Al-Arabiya)

Tiga isyarat Biden agar Bin Salman lakukan kudeta

Kalau mau dianggap selevel dengan Biden, dia mesti buru-buru naik takhta dan tentu harus menyingkirkan ayahnya dari singgasana.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan ajak rakyat Turki boikot produk Prancis tapi istrinya punya tas Hermes seharga Rp 733 juta

Tas Hermes milik Emine Erdogan seharga enam kali gaji suaminya atau sebelas kali upah minimum rakyat Turki.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

09 April 2021

TERSOHOR