kisah

Wabah corona petaka Kabah

Menteri Kesehatan Arab Saudi Taufiq ar-Rabiah sudah memperingatkan jumlah penderita Covid-19 di negeri Dua Kota Suci itu akan mencapai minimum 10 ribu atau paling banyak 200 ribu orang kalau masyarakat tidak menaati aturan isolasi dan jam malam.

10 April 2020 23:55

Isolasi diterapkan, jam malam diberlakukan. Tapi tetap saja itu belum cukup buat mengurangi penyebaran virus corona Covid-19 di Arab Saudi.

Negara Kabah itu mengunci semua 13 provinsi sedari 23 Maret. Dua hari kemudian, jam malam dilaksanakan. Bahkan di sebelas kota, termasuk Makkah, Madinah, Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Dhahran, jam malam diberlakukan 24 jam sehari hingga waktu belum ditentukan.

Saudi sebelumnya sudah menutup semua masjid, kecuali Masjid Al-Haram di Kota Makkah dan Masjid Nabawi di Kota Madinah. Sekolah, kantor pemerintah dan swasta diliburkan, kecuali di sektor vital, seperti keamanan, kesehatan, listrik, air, bahan bakar, dan komunikasi. Kegiatan perdagangan dihentikan, tapi tidak untuk supermarket dan toko obat. Penerbangan internasional dan semua transportasi domestik disetop.

Namun tren jumlah orang terinfeksi virus asal Kota Wuhan, Cina, itu tetap tinggi. Dari data Kementerian Kesehatan Arab Saudi dilihat oleh Albalad.co, sehari setelah Raja Salman memerintahkan isolasi nasional, pengidap Covid-19 melonjak dan mencatat rekor dengan 205 penderita baru, dari dua hari sebelumnya 118 orang.

Angkanya kemudian turun ke 133, 112, 92, 99, dan pada 29 Maret ada 96 pengidap baru. Sehabis itu, rata-rata sehari seratusan orang di Arab Saudi terjangkit Covid-19.

Hingga pada 5 April, rekor baru lahir, yakni terdapat 206 penderita baru Covid-19. Angkanya turun besoknya , 138 kasus baru. Tapi pada 7 April rekor baru kembali tercatat, yaitu terdapat 272 pengidap baru.

Besoknya, angkanya melorot lagi ke 137 kasus baru. Lantas melonjak hebat pada 9 April dengan 355 penderita baru Covid-19. Kemarin, terus meroket, yakni ada 364 pengidap baru.

Sehingga sampai kemarin, terdapat 3.651 penderita Covid-19 di Arab Saudi, termasuk 47 orang meninggal. Empat kota dengan pengidap terbanyak adalah Riyadh (1.030 orang, termasuk empat meninggal), Makkah (721 orang, mencakup sepuluh mengembuskan napas terakhir), Jeddah (531 orang, termasuk enam wafat), dan Madinah (498 orang, meliputi 19 menemui ajal).

Menteri Kesehatan Arab Saudi Taufiq ar-Rabiah sudah memperingatkan jumlah penderita Covid-19 di negeri Dua Kota Suci itu akan mencapai minimum 10 ribu atau paling banyak 200 ribu orang kalau masyarakat tidak menaati aturan isolasi dan jam malam.

Paling mengkuatirkan bagi Raja Salman bin Abdul Aziz adalah Covid-19 sudah menginfeksi keluarga kerajaan. Surat kabar the New York Times melaporkan sudah 150 anggota keluarga Bani Saud terkena Covid-19. Raja Salman dan anaknya, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, telah mengisolasi diri dalam istana di tepi Laut Merah.

Dua pekan lalu, sumber Albalad.co dalam lingkungan istana menyebutkan 14 pangeran Saudi terjangkit Covid-19. Sembilan pangeran dirawat di rumah sakit khusus di Ibu Kota Riyadh dan lima pangeran dibawa ke rumah sakit di Jeddah. "Sebagian dari pangeran itu terjangkit Covid-19 sepulang dari Australia," katanya.

Wabah Covid-19 rupanya telah menjadi petaka di negara Kabah itu. Bukan saja bagi rakyat jelata, tapi juga untuk kaum bangsawan dari Bani Saud.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi segera izinkan umrah buat penduduk setempat

Haji musim ini, digelar akhir Juli hingga awal Agustus lalu, hanya diikuti 950 jamaah saja dari biasanya sekitar 2,5 juta orang saban tahun.

Bandar Udara Internasional Raja Abdul Aziz di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Jeddah Airport)

Arab Saudi buka penerbangan internasional setelah 1 Januari 2021

Warga negara Arab Teluk dan non-Saudi mulai besok memasuki negara Kabah itu dengan syarat memiliki visa kerja, tinggal, atau kunjungan valid.

Pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang di sebuan bandar udara di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Dengan alasan Covid-19, Arab Saudi perlakukan ratusan imigran Ethiopia seperti binatang dalam kamp

Mereka jarang mendapat cukup makan dan minum. Mereka dipukuli saban hari. Banyak yang bunuh diri dan menjadi gila.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.372 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 299.914 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah naik menjadi 30.083 orang, termasuk 605 meninggal.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

pangeran muhammad bin salman

Temu rahasia Saudi-Israel

"Kalau bukan karena isu Palestina, hubungan dengan Israel akan sangat terbuka dan disambut karena kami membutuhkan peralatan dan teknologi militer mereka," kata seorang mantan diplomat UEA tahun lalu.

14 Oktober 2020

TERSOHOR