kisah

Ramadan dan kebangkitan ISIS

Kebangkitan ISIS bukan sekadar jumlah serangan mereka lakukan kian banyak. Namun serbuan mereka lakoni berakibat fatal dan serangan mereka bervariasi.

04 Mei 2020 20:24

Bagi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), Ramadan adalah puncaknya 'jihad' dalam arti memerangi kaum kafir dan kaum muslim bekerjasama dengan mereka. Kelompok bersenjata dicap organisasi teroris ini kerap menjadikan bulan puasa sebagai momentum buat meningkatkan serangan.

Seperti seruan disampaikan juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani di akhir Juni 2015. "Jadikan Ramadan bulan bencana, kekalahan, dan bulan memalukan bagi kaum kafir di mana saja," katanya melalui rekaman audio.

Benar saja. Anggota ISIS dan simpatisannya segera melaksanakan seruan itu. Ramadan 2015, setahun setelah ISIS mengumumkan berdirinya khilafah islamiyah dengan Abu Bakar al-Baghdadi sebagai khalifah, menjadi bulan berlumur darah.

Seorang lelaki menembaki para pelancong di resor pantai di Tunisia dan menewaskan 36 orang, kebanyakan turis asing. Seorang pria asal Arab Saudi meledakkan diri di sebuah masjid di Kuwait dan membunuh hampir 30 orang. Para penyokong ISIS di Israel menyebarkan selebaran isinya akan membantai orang-orang Nasrani di Yerusalem.

Setahun sebelumnya, pesan serupa juga disampaikan Al-Adnani di akhir Mei 2015. "Para jihadis harus menjadikan Ramadan, dengan izin Allah, sebagai bulan penderitaan bagi kaum kafir di mana saja." Juga ada selebaran bertulisan, "Jangan lupa Ramadan sudah dekat, bulan kemenangan."

"Tidak ada keraguan dalam pikiran saya, Al-Qaidah dan beragam afiliasinya, serta sekarang ISIS menggunakan ISIS sebagai penanda untuk menginspirasi dan memotivasi para pengikut beserta pendukung mereka di seluruh dunia," ujar Fawaz A. Gerges, profesor di the London School of Economic dan sudah menulis banyak buku mengenai jihad.

Ramadan tahun ini pun menandai kebangkitan ISIS. Tiga tahun setelah Perdana Menteri Irak mengumumkan menang perang atas ISIS dan dua tahun sehabis Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ISIS telah ditaklukkan.

Pekan pertama Ramadan kali ini, ISIS membuka serangannya dengan bom bunuh diri dilakoni seorang pria di markas intelijen di Kota Kirkuk, utara Irak. Selain pelaku tewas, insiden ini melukai tiga aparat keamanan. Beberapa hari kemudian, tiga serbuah terkoordinasi di Provinsi Salahuddin, juga utara Irak, membunuh sepuluh anggota milisi Syiah.

Kejadian pertama adalah misi bunuh diri sudah berbulan-bulan tidak pernah terjadi. Sedangkan peristiwa kedua termasuk serangan paling besar sedari kekalahan ISIS pada 2017.

Di Suriah, serbuan ISIS menhyasar pasukan keamanan, ladang-ladang minyak, dan permukiman sipil meningkat.

Gelombang serangan itu menunjukkan ISIS mampu memanfaatkan pemerintahan kedua negara tengah terpusat pada memerangi wabah virus corona Covid-19 dan anjloknya ekonomi. ISIS juga mengeksploitasi perseteruan wilayah antara pemerintah pusat di Baghdad dengan pemerintahan otonomi Kurdistan, serta penarikan pasukan Amerika.

Wakil Perdana Menteri Kurdistan Qubad Talabani menegaskan kebangkitan ISIS itu adalah ancaman nyata. "Mereka memobilisasi diri dan membunuh kami di utara. Mereka akan mulai menyasar baghdad segera," tuturnya.

Berbagai laporan intelijen menyebutkan anggota ISIS di Irak berjumlah 2.500-3.000 orang.

ISIS akhir Maret lalu melancarkan serangan terhadap wilayah-wilayah dikuasai pemerintah Suriah, mulai dari Provinsi Homs hingga Dair az-Zur berada di timur dan berbatasan dengan Irak. Dua hari serangan dilakukan ISIS di Homs menewaskan 32 tentara Suriah. Serbuan ISIS juga merusak dua ladang minyak sehingga produsi listrik berkurang menjadi 70 persen dari keadaan normal.

Sekitar 500 jihadis ISIS berhasil kabur dari penjara Kurdi di timur laut Suriah ikut membantu peningkatan serangan mereka. Di daerah ini, serbuan ISIS mulai sering terjadi setelah pasukan Turki menginvasi timur laut Suriah sejak Oktober tahun lalu.

Selama Januari tahun ini, terdapat 88 serangan ISIS di Irak. Jumlahnya meningkat menjadi 151 serbuan bulan lalu.

Kebangkitan ISIS bukan sekadar jumlah serangan mereka lakukan kian banyak. Namun serbuan mereka lakoni berakibat fatal dan serangan mereka bervariasi. ISIS mampu menembakkan mortir dari jauh atau menerjunkan penembak jitu.

ISIS meyakini serbuan selama Ramadan sama halnya dengan kebaikan dan akan mendapat pahala berlipat.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Kuasa Erdogan jaya ISIS

Ada kesepakatan antara ISIS dan intelijen Turki untuk membuka perbatasan bagi jihadis-jihadis ISIS cedera untuk dirawat di Turki.

Daftar nama warga Indonesua terkait ISIS di kamp Ain Isa. (Rojava Information Center)

Menengok para pemuja ISIS asal Indonesia di Suriah

Terdapat 450 warga Indonesia di kamp Ain isa dan 300 orang lainnya di kamp Al-Haul.

Amir Muhamnad Abdurrahman al-Mauli as-Salbi, pemimpin baru ISIS. (Courtesy)

Berkenalan dengan pemimpin baru ISIS

Muhammad al-Mauli bergelar sarjana syariah lulusan dari Universitas Mosul. Dia memiliki satu putra. Dia bertemu Baghdadi ketika pada 2004 mendekam dalam tahanan Amerika di Kamp Bucca, Irak.

Lokasi persembunyian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di Desa Barisya, Provinsi Idlib, Suriah, diserbu pasukan elite Amerika Serikat, Delta Force, pada 26 Oktober 2019. (France 24)

Lelaki pendiam pelindung Baghdadi

Salamah pindah ke Barisya pada 2016.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

pangeran muhammad bin salman

Temu rahasia Saudi-Israel

"Kalau bukan karena isu Palestina, hubungan dengan Israel akan sangat terbuka dan disambut karena kami membutuhkan peralatan dan teknologi militer mereka," kata seorang mantan diplomat UEA tahun lalu.

14 Oktober 2020

TERSOHOR