kisah

Langkah awal akhiri karier Netanyahu

Rakyat Israel sekarang menghadapi dilema: mengakhiri karier politik Netanyahu atau mati-matian mempertahankan sang pemimpin legendaris dengan segudang prestasi setelah itu terus berkuasa.

25 Mei 2020 10:01

Ratusan pendukung dan penentang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemarin berkumpul di luar gedung Pengadilan Distrik Yerusalem - berlokasi di Yerusalem Timur, didambakan rakyat Palestina sebagai ibu kota negara mereka.

Ya, hari itu menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi bangsa dan negara Israel. Untuk kali pertama perdana menteri sedang menjabat, Benjamin Netanyahu, duduk di kursi terdakwa. Sedangkan Ehud Olmert diadili dan akhirnya divonis bersalah atas dua dakwaan suap setelah menghabisan masa jabatannya sebagai perdana menteri selama 2006 hingga 2009.

Netanyahu datang ke pengadilan didampingi sejumlah anggota Partai Likud. Dia berkemeja putih dpadu dasi biru putih dan jas hitam, serta mengenakan masker biru. Sidang perdana perkara korupsi Netanyahu ini digelar di ruang 307. mengikuti protokol kesehatan untuk virus corona Covid-19, yakni menjaga jarak, wartawan menyaksikan jalannya sidang melalui layar televisi di ruang sebelah.

Dia dikenai dakwaan penyuapan, penggelapan uang negara, dan penyalahgunaan kewenangan. Dari ketiga dakwaan, penyuapan adalah paling serius. Kalau terbukti bersalah, Netanyahu dibsia dipenjara sepuluh tahun.

Dalam perkara ini juga ada tiga terdakwa lainnya, yaitu Arnon Mozes (pemilik surat kabar Yediot Ahronot), Shaul Elovitch (pemegang saham mayoritas di perusahaan telekomunikasi Bezeq), dan Iris Elovitch (istri dari Shaul Elovitch).

Netanyahu membantah semua dakwaan. Dalam perkara suap, dia dituding memaksa terbitnya kebijakan menguntungkan Elovitch dengan balasan berita-berita positif mengenai dirinya di situs berita Walla.Dia dituduh berupaya mencapai kesepakatan serupa dengan Mozes. Dia juga dituding menerima beragam hadiah dari koleganya sejumlah konglomerat.

Sidang dipimpin majelis hakim diketuai Rebecca Friedman Feldman serta beranggotakan Moshe Bar Am dan Oded Shahman.

Ketika ditanya pengacaranya, Micha Fetman, pemimpin Partai Likud ini mengiyakan sudah membaca surat dakwaan. Micha meminta kepada majelis hakim waktu dua sampai tiga bulan sebelum sidang menggelar bukti-bukti dakwaan korupsi terhadap Netanyahu.

Namun Wakil Ketua Jaksa Agung Liat Ben Ari menolak hal itu. "Pada 28 Februari 2019, Jaksa Agung (Avichai Mandelblit) sudah mengajukan dakwaan tapi sidang ditunda. Hingga kemudian setahun empat bulan baru sidang digelar," katanya.

Pengadilan sejatinya sudah menetapkan Maret lalu untuk menggelar sidang kasus korupsi Netanyahu, namun ditunda lantaran ada wabah Covid-19.

Ketua Majelis Hakim Rebecca Friedman Feldman akhirnya memutuskan sidang berikutnya dilaksanakan pada 19 Juli. Dia juga mengizinkan Netanyahu untuk tidak hadir sampai sidang membahas barang-barang bukti terkait dakwaan rasuah terhadap dirinya.

Peradilan terhadap Netanyahu ini menjadi ujian bagi demokrasi Israel. Politikus berumur 70 tahun itu merupakan perdana menteri Israel terlama sepanjang sejarah. Dia sudah lima periode memimpin pemerintahan.

Banyak keberhasilan diplomasi dicapai israel di bawah kepemimpinan Netanyahu. Kemarin pagi sebelum memimpin rapat kabinet, dia menelepon Ketua Dewan Trasisi Militer Sudan Abdil Fattah al-Burhan dan Presiden Chad Idris Daibi untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri. Dia berharap hubungan Israel dengan kedua negara berpenduduk mayoritas muslim dan merupakan anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) itu bisa ditingkatkan.

Meski belum memiliki hubungan diplomatik, Netanyahu bertemu Abdil Fattah dalam lawatan resmi ke Uganda Februari tahun ini. Keduanya membahas upaya menormalisasi hubungan Israel-Sudan. Tahun lalu, Netanyahu melakoni kunjungan kenegaraan ke Chad. Waktu itu, Idris Daibi mengumumkan dimulai hubungan diplomatik dengan Israel.

Pada Desember 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Deklarasi ini dialnjutkan dengan pemindahan Kedutaan besar Amerika dari Ibu Kota Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei 2018. Maret tahun ini, Trump mengakui Dataran Tinggi Golan, dicaplok dari Suriah setelah Perang Enam Hari 1967, sebagai wilayah kedaulatan Israel.

Israel di bawah Netanyahu, berhasil menjalin hubungan mesra dengan negara-negara Arab teluk, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Oman. Pada September 2017, menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana, Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman memimpin delegasi berkunjung ke Tel Aviv dan bertemu Netanyahu.

Pada 2018-2019 ada kunjungan dari tiga menteri Israel ke Ibu Kota Abu Dhabi, UEA. Tahun lalu, Bahrain menggelar konferensi membahas pembangunan ekonomi Palestina sebagai tukar guling dengan proposal damai versi Trump amat sangat menguntungkan Israel.

Di Oktober 2018, Netanyahu mengunjungi Oman dan bertemu penguasa saat itu, Sultan Qabus bin Said.

Satu lagi kesuksesan bakal diukir Netanyahu: Israel akan menganeksasi Lembah Yordania di Tepi Barat tahun ini.

Barangkali itulah membikin Netanyahu dipuja setengah mati dan berhasil menang dalam lima kali pemilihan umum walau dirundung beragam masalah, mulai dari politik, ekonomi, dan sosial.

Sesuai hukum berlaku di Israel, perdana menteri terjerat kasus hukum tidak bisa berhenti sampai ada keputusan hukum tetap.

Rakyat Israel sekarang menghadapi dilema: mengakhiri karier politik Netanyahu atau mati-matian mempertahankan sang pemimpin legendaris dengan segudang prestasi setelah David Ben Gurion, Golda Meir, Menachem Begin, dan Shimon Peres itu terus berkuasa.

 

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Malu-malu terhadap Israel, buka diri kepada Yahudi

Fenomena teranyar, Imam Masjid Al-Haram Syekh Abdurrahman as-Sudais dalam khotbah di Jumat perdana bulan ini memberi isyarat merestui Saudi berbaikan dengan Israel.

Pendiri sekaligus Chairman Al-Habtoor Group, Khalaf Ahmad al-Habtur. (habtoor.com)

Denyut bisnis UEA-Israel

Para investor Israel bakal lebih mempertimbangkan untuk membeli properti di UEA ketimbang London atau New York, terutama karena faktor kedekatan wilayah.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu pernah bertemu Bin Zayid di Abu Dhabi

Netanyahu ditemani bos Mossad pada 2018 terbang diam-diam ke Abu Dhabi.

Kereta cepat Haramain menghubungkan Makkah dan Madinah di Arab Saudi beroperasi mulai 24 September 2018. (Saudi Gazette)

Suap proyek kereta dua kota suci

Eks Raja Spanyol Juan Carlos menerima uang suap US$ 100 juta dari mendiang Raja Abdullah terkait proyek kereta cepat Makkah-Madinah.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Malu-malu terhadap Israel, buka diri kepada Yahudi

Fenomena teranyar, Imam Masjid Al-Haram Syekh Abdurrahman as-Sudais dalam khotbah di Jumat perdana bulan ini memberi isyarat merestui Saudi berbaikan dengan Israel.

25 September 2020
Denyut bisnis UEA-Israel
21 September 2020

TERSOHOR