kisah

Satu ton senjata Mossad dan ajal Fakhrizadeh

Fakhrizadeh tewas diterjang 13 peluru di kepala. Sedangkan istri dan 12 pengawalnya tidak cedera dalam serangan menggunakan sebuah senjata otomatis superakurat dikendalikan dari jarak jauh.

12 Februari 2021 14:52

Ilmuwan nuklir Iran itu tewas ditembak mati di Ibu Kota Teheran November tahun lalu oleh satu ton senjara otomatis, diselundupkan bagian per bagian oleh Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel).

Sejumlah sumber intelijen mengungkapkan kepada the Jewish Chronicle, tim beranggotakan 20-an agen rahasia itu melaksanakan misi pembunuhan terhadap Brigadir Jenderal Muhsin Fakhrizadeh Mahabadi setelah delapan bulan mengintai sasaran. Para pelaku ini berpaspor Israel dan berkewarganegaraan Iran.

Hasil evaluasi rahasia oleh penguasa negara Mullah itu menyimpulkan butuh enam tahun untuk mencari pengganti seperti Fakhrizadeh hingga siap bekerja melanjutkan program nuklir Iran.

Para pengamat Israel menyebutkan kematian kepala proyek nuklir Iran ini membikin ambisi negeri Persia itu molor dari 3,5 bulan menjadi dua tahun untuk memproduksi senjata nuklir.

Fakhrizadeh mengembuskan napas terakhir di Absard, dekat Teheran, pada 27 November tahun lalu, setelah diterjang 13 peluru ketika sedang bepergian menuju vilanya bareng istri dan 12 pengawalnya. Istri dan semua pengawalnya tidak cedera dalam serangan menggunakan sebuah senjata otomatis superakurat dikendalikan dari jarak jauh.

Kematiannya penuh misteri. Tidak ada badan intelijen mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu meski Iran langsung menuding Mossad dalangnya. Laporan-laporan sebelumnya keliru menyebutkan misi pembunuhan atas Fakhrizadeh dilakukan tim beranggotakan 62 orang. Juga salah kalau dibilang Fakhrizadeh tewas akibat senjata dikendalikan melalui satelit.

Sila baca: Cara Mossad habisi Fakhrizadeh

Senjata otomatis seberat satu ton itu diletakkan di sebuah mobil Nissan bak terbuka. Senjata ini begitu berat karena dilengkapi bom bakal meledak setelah serangan rampung untuk menghilangkan barang bukti.

Misi habisi Fakhrizadeh dilakukan sendiri oleh israel, tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Para pejabat Amerika cuma diberi petunjuk kecil sebelum serangan dilakukan.

"Mossad memiliki dokumen membuktikan Fakhrizadeh sedang mengembangkan beberapa hulu ledak nuklir. Tiap hulu ledak itu setara ledakan lima bom atom Hiroshima," kata Jacob Nagel, salah satu pejabat pertahanan Israel paling senir dan penah menjabat penasihat keamanan nasional semasa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dia menegaskan Fakhrizadeh sangat serius dan tekun untuk meneruskan rencananya membuat senjata nuklir. "Jadi seseorang memutuskan dia sudah cukup umur hidup di muka bumi," ujarnya.

Operasi berisiko tinggi itu dimulai suatu malam pada 31 Januari 2018. Dalam sebuah gudang gelap terletak di kawasan pertokoan di pinggiran Teheran. Di sanalah para agen Mossad mengeluarkan bundelan dokumen setebal 50 ribu halaman dan 163 keping disket dari 32 kotak pengaman berukuran besar. Untuk membuka semua kotak penyimpanan itu saja, harus memakai alat las bersuhu dua ribu derajat Celcius.

Netanyahu mengumumkan keberhasilan Mossad mencuri dokumen rahasia nuklir Iran itu di kantor Kementerian Pertahanan pada 2018. Dokumen berharga ini sekarang tersimpan di sebuah lokasi dirahasiakan di Israel. Banyak dari dokumen itu merupakan tulisan tangan Fakhrizadeh.

"Fakhrizadeh adalah pemimpin dari segala hal kita temukan dalam arsip rahasia itu. Semuanya di bawha komandonya, mulai dari ilmu pengetahuan, lokasi-lokasi rahasia hingga personel dan bagaimana program itu bekerja," kata seorang sumber intelijen di israel kepada the Jewish Chronicle. "Dia memimpin sebuah program (nuklir) rahasia disembunyikan dari dunia luar."

Rencana untuk melenyapkan Fakhrizadeh pun mulai dibuat pada Maret 2020, saat dunia mulai menghadapi pandemi virus corona Covid-19. Sebuah tim Mossad dikirim ke Iran. Di sanalah mereka bekerja dan berkoordinasi dengan agen-agen penghubung.

Tim pembunuh Fakhrizadeh ini beranggotakan lebih dari 20 orang, terbilang besar untuk sebuah misi rumit dan berbahaya. Mereka kemudian menyusun renacan pengintaian secara detail, dari menit ke menit.

"Selama delapan bulan, mereka seolah bernapas bareng Fakhrizadeh, bangun bersama dia, tidur bareng dia, dan bepergian dengan dia," tutur seorang sumber intelijen. "Mereka juga bisa mencium wangi krim cukur saban pagi kalau target memang baru saja memakai krim cukur."

Tim Mossad ini akhirnya memutuskan untuk membunuh Fakhrizadeh di sebuah jalan menuju kawasan peristirahatan eksklusif di Absard, di mana korban memiliki sebuah vila.

Mereka sudah tahu sasaran akan pergi ke sana Jumat dari Teheran. "Mereka telah hapal rute perjalanan saban hari, kecepatan dan waktunya, dan mereka tahu betul pintu-pintu mana akan mereka pakai sebagai jalan lari (setelah pembunuhan rampung)," kata sumber itu.

Tim Mossad ingin memakai sebuah senjata mutakhir dengan alat pengendali jarak jauh. Di dalamnya dtaruh sebuah berukuran kecil akan meledak sendiri. Senjata pembunuh ini diletakkan dalam mobil Nissan bak terbuka berwarna biru dipakrkir di pinggir jalan akan dilewati konvoi Fakhrizadeh.

Memang benar, Fakhrizadeh bepergian ke Absard pada Jumat. Dia semobil dengan istrinya dalam sedang Opel berwarna hitam. Mobil ditumpangi Fakhrizadeh berada di urutan ketiga. Dua mobil pengawal di depan dan satu lagi mobil pengawalan di belakang.

Para agen Mossad mengawasi dari kejauhan. Ketika sedan berisi Fakhrizadeh melintas di titik sasaran, alat pengedali ditekan dan senjata itu otomatis menembak dengan superakurat ke arah target. Fakhrizadeh dijemput ajak dengan 13 luka tembak di kepala. Sedangkan istrinya duduk hanya 25 sentimeter dari korban tidak cedera.

Pihak berwenang Iran mengklaim kepala pengawal Fakhrizadeh luka terkena empat peluru karena berusaha melindungi bosnya. Namun sumber-sumber mengetahui misi pembunuhan itu membantah. Tidak ada satu pun dari 12 pengawal Fakhrizadeh cedera.

"Itu cara paling elegan untuk memastikan target tewas ditembak dan hanya dia kena tembak," ujar seorang sumber. "Tujuannya menghindari orang lain luka."

Ketika tim Mossad kabur senjata seberat satu tn itu meledak sendiri sehingga menambah bingung banyak pihak. "Terima kasih Tuhan, orang-rang kami berhasil pulang selamat. Tidak ada yang tertangkap. Mereka (pihak berwenang Iran) bahkan tidak dapat melacak jejak mereka," tutur salah satu sumber mengetahui betul seluk beluk operasi pembunuhan Fakhrizadeh.

"penguasa Iran benar-benar dipermalukan dan syok," kata sumber lainnya. "Bahkan Mossad sendiri kaget dengan dampak besar dari tewasnya Fakhrizadeh."

Dia menegaskan kematian Fakhrizadeh memang telah membuat perbedaan besar. "Tapi kalau situasi kritis lagi, kami tidak akan minta izin kepada siapapun," ujarnya. "Kami akan menghabisi bomnya (target)."

 

Kementerian Intelijen Iran pada 17 April 2021 mengumumkan Reza Karimi sebagai pelaku sabotase di reaktor nuklir Natanz. Pelaku sudah kabur dari Iran sebelum insiden itu terjadi. (IRIB)

Iran umumkan identitas pelaku sabotase fasilitas nuklir Natanz

Reza Karimi sudah kabur dari Iran sebelum ledakan terjadi di reaktor nuklir Natanz.

Akun palsu milik agen intelijen Iran untuk menjebak warga Israel agar mau bertemu. (Shin Beth)

Intel Iran pikat warga Israel menggunakan profil perempuan cantik di media sosial

Mossad dan Shin Beth keluarkan peringatan mengenai ancaman itu.

Lukisan wajah Yesus berjudul Salvator Mundi. (The Art Newspaper)

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 8 Februari 2021 hadir sebagai terdakwa dalam kasus korupsi digelar di Pengadilan Distrik Yerusalem. (Government Press Office)

Ratusan agen Mossad pulang ke Israel untuk disuntik vaksin Covid-19

Israel menargetkan akhir bulan ini memvaksinasi 75 persen dari sekitar sembilan juta penduduknya.





comments powered by Disqus

Rubrik kisah Terbaru

Lukisan palsu Da Vinci kepunyaan Bin Salman

Bin Salman menuntut Salvator Mundi miliknya dipajang di sebelah lukisan berjudul Mona Lisa. Calon raja kedelapan Saudi ini menjanjikan fulus dalam jumlah sangat banyak kalau Prancis setuju.

09 April 2021

TERSOHOR